Cantiknya Morotai, Surga Tersembunyi Di Maluku Utara

No comment 182 views

Berikut artikel Cantiknya Morotai, Surga Tersembunyi di Maluku Utara, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Pulau Morotai bak surga tersembunyi di Maluku Utara. Keindahan pulau ini begitu nyata, pasir putih pantainya begitu menggoda ingin berlama-lama di sana.

Sedikit bercerita tentang perjalanan aku ke Pulau Morotai. Setelah mengeksplore Kota Ternate, pada malam harinya aku menumpang kapal bagi menuju Pulau Morotai. Kapal berangkat pada Pukul 21.00. Pukul 06.00 WIT aku pun datang di Pelabuhan Daruba, Pulau Morotai.

Pulau Morotai yaitu salah sesuatu pulau yg berada di ujung Utara Indonesia. Pulau Morotai Berada di kepulauan Halmahera dan bagian dari Provinsi Maluku Utara. Pulau Morotai ini terkenal dengan Wisata sejarah, keindahan baharinya dan juga wisata alamnya.

Pulau Morotai yaitu salah sesuatu destinasi wisata buat melihat sisa-sisa perang dunia ke-II. Menurut sejarah, Pulau Morotai yaitu basis militer jepang buat menguasai Indonesia, Filiphina dan sebagian Malaysia. Beberapa sisa-sisa perang dunia ke-II ada seperti altileri, bangkai kapal perang, landasan pacu dan bunker.

Setelah kapal menepi di dermaga Pelabuhan Daruba, Saya pun langsung menuju tempat persewaan Speedboat bagi menuju Pulau-pulau di sekitaran Pulau Morotai. Lokasi tempat penyewaan speedboat berada di sisi sebelah kanan Pelabuhan Daruba.

Untuk tarif sewa speedboat berkisar antara Rp 600.000 hingga 1 Juta rupiah per hari, tergantung keahlian tawar menawar. setelah melalui proses negoisasi yg cukup alot, akhirnya terjadilah kesepakatan harga sewa merupakan Rp 600.000.

Setelah mengelilingi Pulau Zum-Zum, aku pun pergi meninggalkan pulau tersebut dan melanjutkan ke Pulau Dodola. Lokasi Pulau dodola tak jauh dari pulau Zum-zum, cuma memerlukan waktu 15 menit memakai speedboat.

Pulau Dodola ibarat surganya pulau Morotai atau juga orang-orang kadang menyebutnya sebagai Maldivesnya Indonesia. Pulau Dodola terdiri dari Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil yg disambungkan dengan hamparan Pasir Putih yg halus nan lembut saat air laut surut.

Ketika laut pasang pun kedua pulau ini terhubung dengan jernihnya air laut, kami masih dapat menyeberangi jembatan tersembunyi tersebut karena kedalaman cuma selutut orang dewasa. Di Pulau Dodola tak ada penghuni, mulai tapi di Pulau ini telah ada dua Cottage yg dapat digunakan seandainya kami ingin bermalam di pulau ini.

Cottage ini punya Pemda Morotai yg disewakan dengan harga sewa kurang lebih Rp 400.000 per Cottage. Kita bisa menyewanya dengan menghubungi kantor parisiwata di Kota Daruba, Morotai. Pulau Dodola layak menyandang surganya Pulau Morotai karena pulau ini masih sangat asri.

Kita bisa berkeliling Pulau ini sambil menikmati birunya air laut. Mengelilingi Pulau dodola kecil cuma memerlukan waktu 15 menit. Kita mampu melihat keindahan Pulau Dodola dari dua sisi. Selain itu Pulau Dodola juga memiliki dua spot snorkling dan Diving. Di dua Spot juga kalian bisa melihat sisa-sisa kapal dan pesawat perang dunia ke-II yg karam.

Setelah dari Pulau Dodola, aku pun menuju Pulau Kolorai. Pulau Kolorai letaknya tak begitu jauh dari Pulau Dodola. Hanya memerlukan Waktu 15 menit saja. Pulau Kolorai yaitu Pulau yg dikenal sebagai Desa Wisata.

Pulau Kolorai berbeda dengan Pulau dodola karena pulau ini yaitu pulau berpenghuni. Pulau ini dihuni oleh kurang lebih 100 Kepala Keluarga yg terdiri dari dua suku merupakan suku Galela, Ternate dan Bajo. Seluruh penghuni pulau ini beragama Islam.

Ketika sampai Pulau ini aku segera disambut dengan keceriaan anak-anak pulau ini yg sedang memancing ikan di dermaga. Kecerian tanpa alat teknologi.

Di Pulau Kolorai ini, desanya tampak tertata rapi. Jalan-jalan penhubung antar rumah juga telah cukup baik. Di Pulau ini juga telah terdapat fasilitas seperti masjid yg berada di tengah pulau dan telah ada dua homestay.

Di Pulau Kolorai, mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan pencari teripang. Ketika aku berjalan berkeliling Pulau ini, aku pun ketemu seorang Bapak yg ternyata berasal dari Banyuwangi dan Bapak itu banyak bercerita tentang keunikan Pulau Kolorai.

Bapak tersebut telah bertempat tinggal di pulau ini selama 4 tahun karena beristeri orang Pulau Kolorai. Pulau Kolorai terdapat sumber air tawar merupakan sari sumur yg berada di tengah Pulau sehingga warga pulau ini tak terlalu sulit mendapatkan air tawar.

Hal unik adalah hasil ikan asin dari pulau ini berbeda dengan ikan asin yg didapat dari sekitaran Pulau Morotai. Menurut bapak tersebut, ikan asin dari pulau kolorai ini bisa dimakan langsung.

Di Pulau Kolorai juga terdapat sebuah sekolah dasar sehingga anak-anak pulau ini bisa bersekolah. Selain dari itu, Pulau Kolorai juga menampilkan bentang panjang pasir putih yg indah dan juga ada dua spot snorkeling juga di sekitaran Pulau Kolorai.

Setelah dari Pulau Kolorai, aku pun kembali ke Pelabuhan Daruba karena waktu telah akan sore dan takut ombak semakin tinggi. Setibanya di Pelabuhan Daruba, aku segera menuju penginapan yg berada di dekat pintu pelabuhan. Harga penginapan di sini Rp 170.000 per malam dengan fasilitas AC. Setelah bersih-bersih di penginapan, aku pun menuju pelabuhan kembali bagi melihat kecerian anak-anak Pulau Morotai menikmati matahari terbenam sambil berenang di laut.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/12/19/102300/3366933/1025/cantiknya-morotai-surga-tersembunyi-di-maluku-utara
Terima kasih sudah membaca berita Cantiknya Morotai, Surga Tersembunyi di Maluku Utara. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Cantiknya Morotai, Surga Tersembunyi Di Maluku Utara"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.