Bus Bersejarah Di Bangka “Disulap” Jadi Transportasi Wisata

Berikut artikel Bus Bersejarah di Bangka “Disulap” Jadi Transportasi Wisata, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – “Waktu beroperasi tahun 1970-an, penumpang yg menetapkan mau menaikkan barang apa. Sebelumnya dia tanya dulu, ‘Pak, boleh tak naikkan kasur? Boleh tak naikkan ayam?’ seandainya boleh oleh sopirnya, segala barang naik saja ke atas Pownis.”

Hal itu dikisahkan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Pangkalpinang, Akhmad Elvian. Sebagai perwakilan dari pemerintah daerah Kota Pangkalpinang di Pulau Bangka, Akhmad bangga mempersembahkan Pownis kepada para pengunjung Indonesia Classic N Unique Bus (InCUBUS) 2017 di Hall B-C JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara.

BACA: Fenomena Langka Danau Kaolin, Spot Selfie Cantik di Bangka

Pownis yaitu akronim dari Persatuan Oto-oto Warga Negara Indonesia. Bus ini istimewa karena mayoritas badannya terbuat dari kayu. Mulai dari tempat duduk, pintu, dan jendela Pownis memakai kayu macam ubak atau medang, mentangor, dan menggris.

“Pownis beroperasi pada era 1970-an, 1980-an, sampai 1990-an dengan rute Pangkalpinang-Sungailiat. Penumpangnya beragam, warga pribumi hingga keturunan Tionghoa yg bekerja di tambang. Waktu itu ada 53 unit mobil yg beroperasi,” tutur Akhmad di sela-sela konferensi pers, Kamis (30/3/2017). 

KOMPAS.com/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pownis memakai mesin merk Mitsubishi, Daihatsu, dan GMC dengan bahan bakar solar dan bensin. Pada umumnya Pownis dicat dengan warna merah bagi kepala mobil dan kuning bagi badan mobil.

Pownis memakai mesin merk Mitsubishi, Daihatsu, dan GMC dengan bahan bakar solar dan bensin. Pada umumnya Pownis dicat dengan warna merah bagi kepala mobil dan kuning buat badan mobil.

Pada tahun 2000, Pownis cuma tersisa sekitar tujuh unit. Hingga akhirnya pada 2016, PT Timah Persero Tbk mengumpulkan Pownis yg tersisa. Merenovasinya kembali, hingga menjadi kendaraan yg layak dinaiki.

“Mulai Januari 2017, beberapa unit Pownis yg tersisa digunakan sebagai bus wisata. Pengunjung dapat naik di Museum Timah, Kota Pangkalpinang, dan mengelilingi 15 destinasi wisata sejarah,” tutur Hikmat Slamet, Sekretaris Pengurus Museum Timah Indonesia dalam kesempatan yg sama.

BACA: Pantai Rambak, Primadona Baru Wisatawan di Pulau Bangka

Pownis pun hidup kembali. Kendaraan bersejarah khas Pulau Bangka itu kini beroperasi tiap akhir pekan. Kapasitas tempat duduknya sekitar 25 orang, dengan waktu perjalanan mengelilingi antara 45-60 menit.

KOMPAS.com/SRI ANINDIATI NURSASTRI Bagian dalam Pownis. Mulai Januari 2017, beberapa unit Pownis yg tersisa digunakan sebagai bus wisata. Pengunjung mampu naik di Museum Timah, Kota Pangkalpinang, dan mengelilingi 15 destinasi wisata sejarah

Asyiknya, wisatawan tidak dipungut biaya sepeser pun bagi mengelilingi Pangkalpinang naik Pownis. Di perjalanan pun, pemandu dari Disbudparpora Kota Pangkalpinang dan Himpunan Pemandu Wisata Kota Pangkalpinang bersiap menjelaskan bangunan-bangunan bersejarah yg dilewati.

“Tentunya mengelilingi dengan kecepatan antara 5-10 Km/jam. Beroperasi cuma beberapa hari karena hari-hari lainnya butuh perawatan ekstra, maklum telah tua (busnya),” tambah Hikmat.

BACA: Wisata ke Pulau Bangka? Ini 6 Destinasi Unggulan

Pada pameran InCUBUS 2017, Pownis menarik banyak perhatian pengunjung. AM Fikri selaku Project Coordinator InCUBUS 2017 menyampaikan bahwa Pownis adalah contoh menarik bagaimana sejarah “dihidupkan” kembali lewat pariwisata. 

“Contoh yg menarik, termasuk soal sinergi dengan pemerintah daerah. Pownis dapat jadi contoh bahwa bus tua dapat digunakan kembali buat memperkenalkan sejarah, juga bagi nostalgia,” tambahnya.

InCUBUS 2017 digelar di Hall B-C JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, akan 29 Maret hingga 2 April 2017. Pameran ini cuma buka akan pukul 10.00-17.00 WIB, tanpa dipungut tiket masuk.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/03/31/090400527/bus.bersejarah.di.bangka.disulap.jadi.transportasi.wisata
Terima kasih sudah membaca berita Bus Bersejarah di Bangka “Disulap” Jadi Transportasi Wisata. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bus Bersejarah Di Bangka “Disulap” Jadi Transportasi Wisata"