Bukit Jaddih Di Madura, Tempat Terbaik Melupakan Mantan

No comment 176 views

Berikut artikel Bukit Jaddih di Madura, Tempat Terbaik Melupakan Mantan, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Bukit Jaddih yaitu kawasan tambang kapur di Bangkalan, Madura yg berubah menjadi kawasan wisata yg unik. Panoramanya dapat bikin melupakan mantan.

Mendung memayungi kota Surabaya pada Sabtu pagi (11/02/2017). Bangun pagi dengan suasana seperti ini adalah hal yg cukup berat ditambah durasi tidur semalam cuma dua jam saja. Meski begitu, janji kita semalam tak mampu dibatalkan. Bukan karena telah sepakat, tapi perjalanan hari ini adalah salah sesuatu hal yg aku impikan. Bersama lima teman sekelas di kelas Berlin, Goethe Institute (Wisma Jerman), kita mulai menyambangi dua obyek wisata di Pulau Madura.

Perjalanan kita dimulai menjelang pukul sembilan pagi dari Wisma Jerman di komplek Bambu Rucing pusat kota Surabaya, mengendarai mobil punya seorang teman kelas, Yoga.

Suasana jalanan di akhir minggu tidak sepadat hari-hari biasanya. Tanpa hambatan berarti, 30 menit berikutnya roda mobil kita telah benar-benar melaju di atas tanah Madura. Lolita satu-satunya perempuan dalam rombongan duduk di samping Yoga yg duduk tenang dibalik kemudi, bertindak sebagai Trip Manager kita kali ini.

Sebelum menjejali mata dengan dengan keindahan Madura, kalian sepakat buat menjejali perut dengan sarapan yg maknyus. Rumah makan Nasi Bebek Sinjay adalah spot pertama kalian hari itu. Rumah makan ini cukup luas,terdiri dari sepasang aula panjang, yg di pagian unjungnya terdapat loket tempat memesan makanan. Suasana rumah makan ini sangat ramai. Parkiran di belakang rumah makan, penuh dengan kendaraan roda beberapa dan empat. Sepertinya, tempat ini menjadi tempat makan favorit buat wisatawan yg berkunjung ke Bangkalan.

Makanan baru saja tersaji, hujan datang ditemani tiupan angin yg cukup kencang. Sesaat kalian memandang ke luar. Tak ada ekspresi gelisah di antara kami. Semua sepakat bagi menikmati trip hari ini apapun kondisinya. Pukul 11 siang kalian meninggalkan rumah makan dan bergerak ke arah selatan menuju destinasi yg sedang populer yakni Bukit Jaddih. Menempuh jarak 11 km dengan waktu tempuh setengah jam. Hujan kembali mengguyur dengan derasnya.

Kami tampaknya sedang beruntung! Baru saja mobil kita memasuki parkiran di tepi danau biru, pusat Bukit Jaddih, hujan berhenti. Kami tidak sabar menapakan kaki di hamparan tanah putih, yg tidak yang lain adalah cadas kapur yg sudah (tanpa sengaja) dibentuk menjadi pola-pola tidak beraturan seperti sebuah situs kuno.

Bukit kapur Jeddih yaitu kawasan tambang kapur yg telah dieksplorasi selama bertahun-tahun. Hasil kerukan dan pahatan gunung kapur ini membentuk pola tidak beraturan dengan ukuran yg bervariasi.Â

Di tengah-tengah bukit terdapat cerukan yg membentuk kolam yg akhirnya orang menyebut itu sebagai Danau Biru. Konon, air yg ada dalam kolam itu bukan berasal dari genangan air hujan yg terkumpul dari bebukitan kapur di sekitarnya melainkan air yg memang bersumber dari bawah, dari cadas kapur yg telah dikeruk.

Aktifitas penambangan kapur masih selalu berlangsung hingga hari ini, yg membuat kawasan Bukit Jaddih selalu mulai mengalami perubahan bentuk dari waktu ke waktu. Terlepas dari kontroversi eksplorasi tambang kampur yg selalu berlangsung, bukit Jaddih adalah fenomena yg unik. Orang menyebutnya ‘luka alam yg indah’.

Tarif masuk di sini berkisar antara Rp 5.000-10.000, telah termasuk parkir. Di dua sudut terdapat gubug-gubug tempat pengunjung dapat menikmati makanan ringan dan minuman yg dijual oleh masyarakat sekitar.

Puas menjelajahi lokasi di sekitar kolam, kalian lagi-lagi sesuai dengan arahan sang Trip Manager, kalian menuju puncak bukit. Perjalanan dengan kendaraan roda empat cukup menantang. Jalan berkelok mengitari tebing kapur yg curam dengan kedalaman 50 hingga 100 meter.

Dari puncak bukit, kalian terkagum menyaksikan bentang bukit kapur yg telah dipahat dan dikeruk di sana-sini. Tampak seperti kawasan kota kuno. Di dua sudut, dinding kapur yg menghitam karena lumut memberi corak tegas pada setiap bagian patahan. Di kawasan puncak, hamparan gundukan yg diselimuti rerumputan hijau menjadi daya tarik sendiri. Dari kawasan puncak juga, kalian mampu dengan leluasa memandang bentang alam dan pemukiman di sekitar Bangkalan.

Pukul 13.20, kita akhirnya meninggalkan puncak dan segera kembali ke kota Bangkalan. Sasaran berikutnya kembali pada urusan perut, yakni makan siang. Kali ini, Yoga yg memegang kendali dengan mengarahkan mobilnya menuju salah sesuatu rumah makan yg menjual nasi Buk khas Madura. Nasi Buk dibungkus bagi dimakan di lokasi selanjutnya. Kawasan pesisir utara Madura, yakni Air terjun Toroan, Ketapang, kabupaten Sampang.

Perjalanan menyusuri pesisir utara Madura adalah sesi personal touching! Cerita mengalir begitu saja, Gibran yg duduk di samping aku kerap melontarkan celotehan sekenannya yg ditipali oleh yg lainnya. Di kursi paling belakang, Jimi dan Flori menyumbang tawa dan celetukan rasa Flores yg kental. Perjalanan selama beberapa jam menjadi tidak terasa.

Air terjun Toroan tak begitu berkesan. Air yg keruh karena hujan yg selalu mengguyur membuatnya kehilangan pesona. Meski demikian, hal itu tidak berpengaruh pada kesan perjalan kali ini. Selepas melahap makan siang yg terlambat di sebuah rumah makan dekat air terjun, kita kembali melalui jalan yg sama menuju Bangkalan. Perjalanan pulang memberikan catatannya sendri. Perbincangan yg menyentuh ruang personal seakan menegaskan kalau kita sudah menjadi sahabat dan saudara. Beginilah cara alam mengajarkan kita berbagi! Eh, kok artikel travel story ini mirip – mirip curhat yah??? Ingat pesan di Bukit Jeddih, ‘Lupakan Mantan, Bahagia Di Sini…!’

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/19/163000/3420401/1025/bukit-jaddih-di-madura-tempat-terbaik-melupakan-mantan
Terima kasih sudah membaca berita Bukit Jaddih di Madura, Tempat Terbaik Melupakan Mantan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bukit Jaddih Di Madura, Tempat Terbaik Melupakan Mantan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.