Bubur Pekojan Terhidang Kembali

No comment 92 views

Berikut artikel Bubur Pekojan Terhidang Kembali, Semoga bermanfaat

TRADISI berbuka puasa dengan menu bubur kuning telah lama menghilang dari warga Kampung Arab, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Juru masak yg mampu membuat menu itu pun telah langka. Padahal, dari sepiring hidangan bubur kuning itu tecermin kebersamaan dan solidaritas keberagaman antara etnis Arab, Tionghoa, dan warga pribumi.

Kamis (9/6/2016) sore, bubur legendaris itu kembali dihidangkan di Masjid An-Nawier sebagai menu berbuka puasa. Di teras masjid yg teduh, bubur kuning dihidangkan bersama dengan es sirup, air mineral, kurma, donat, lumpia, gorengan, dan camilan lainnya.

Bubur kuning terbuat dari bahan penting beras, santan, dan potongan-potongan besar daging kambing. Adapun bumbu yg dicampurkan ke dalam hidangan adalah lada, ketumbar, jintan, jahe, bawang putih, bawang merah, kunyit, bawang bombay, cengkeh, dan tomat.

Bahan-bahan itu diulek dengan kasar dahulu dicampurkan ke dalam bubur. Daging kambing dimasak terpisah, setelah empuk baru dicampurkan ke dalam adonan bubur.

Bubur kuning disajikan dengan taburan bawang goreng di atasnya. Aroma rempah-rempah merebak ketika bubur hangat dituangkan dari panci besar ke dalam piring. Rasanya gurih, wangi rempah, dan sedikit berlemak karena potongan-potongan daging kambing. Potongan daging kambing yg besar bertekstur empuk sehingga gampang dipotong dan dikunyah.

Dikky Bashandid (35), ustaz keturunan Arab mengatakan, bubur menjadi makanan favorit bagi berbuka puasa karena halus, empuk, dan kaya bumbu rempah.

Dulu, masing-masing rumah bergantian menyajikan makanan itu buat dibawa ke masjid sebagai menu berbuka puasa. Namun, kini tradisi itu telah jarang dijalankan karena banyak yg tak menguasai resep itu. Warga keturunan Arab juga telah banyak yg pindah ke luar Pekojan.

”Makanan ini bukan asli Arab, ini telah berbaur dengan kebudayaan Indonesia. Tetapi, makanan ini memang cuma populer pada ketika Ramadhan,” kata Dikky, Kamis.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/15/031100727/Bubur.Pekojan.Terhidang.Kembali
Terima kasih sudah membaca berita Bubur Pekojan Terhidang Kembali. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bubur Pekojan Terhidang Kembali"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.