Bubur Ayam Dengan Suwiran Menggunung Di Rawa Belong

No comment 123 views

Berikut artikel Bubur Ayam dengan Suwiran Menggunung di Rawa Belong, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Suwiran daging ayam di mangkuk bubur tampak menggunung. Taburan empingnya juga terselip di antara daging ayam yg berwarna kecoklatan. Bawang goreng tidak kalah tidak mengurangi rasa bubur ayam yg tersaji di meja.

Beberapa waktu lalu, sajian bubur dengan daging ayam yg menggunung itu KompasTravel cicipi. Adalah Bubur Ayam Bang Tatang yg identik dengan tampilan bubur itu. Tepatnya, Bubur Ayam Bang Tatang berlokasi di pertigaan Rawa Belong, Jakarta Barat yg menuju Pasar Palmerah.

Bubur ayam yg disajikan tampak kental. Berbeda dengan kebanyakan bubur ayam lainnya yg dihidangkan agak lembek dan berair. Bahkan penjual Bubur Ayam Bang Tatang, Muhamad Hasani sempat memutar mangkuk berisi bubur seolah ingin memamerkan seandainya tidak mulai tumpah.

(BACA: Bubur Ayam Salatiga, Murah Meriah, Rasanya Nikmat dan “Nendang”…)

“Tuh gak tumpah kan bubur. Ini buburnya kentel, gak cair. Gak ada santan. Buburnya untuk (dimakan) besok juga bisa. Resepnya dari babeh,” kata Hasani kepada KompasTravel.

Hasani sendiri adalah generasi kedua penjual Bubur Ayam Bang Tatang. Beberapa waktu dulu ayahnya, Bang Tatang sudah meninggal dunia. Ia meneruskan usaha ayahnya hingga ketika ini.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Muhamad Hasani adalah generasi kedua penjual Bubur Ayam Bang Tatang. Beberapa waktu dulu ayahnya, Bang Tatang sudah meninggal dunia. Ia meneruskan usaha ayahnya hingga ketika ini.

Hasani menjelaskan resep-resep bubur ayam dari ayahnya masih dipertahankan hingga ketika ini. Hal itu memang dilakukannya demi menjaga kepercayaan pelanggan yg sudah tiba akan dari era ayahnya.

“Ayam kampungnya umur 10 bulan yg dimasak. Itu teksturnya beda. Kalau ayam kecil kan dagingnya nyelip di gigi, he-he-he,” seloroh Hasani.

Tak ada kuah kaldu di mangkuk buburnya. Hanya ada kecap asin bagi penambah rasa. Bagi yg gemar pedas, ada pilihan sambal buat penggoyang lidah.

Sementara rasa asin yang lain di dalam bubur juga hadir dari tongcai. Ada pula irisan daun seledri di dalam mangkuk. Semua berpadu mewarnai bubur ayam yg sudah hadir di Rawa Belong sejak tahun 1980 ini.

Bubur Ayam Bang Tatang akan buka pukul 18.00 WIB. Tak ada jaminan bubur ayam masih dapat didapatkan hingga pukul 22.00 WIB. Hasani menyebutkan biasanya dagangannya sudah ludes sejak pukul 20.00 WIB atau pukul 20.30 WIB.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Bubur Ayam Bang Tatang identik dengan penyajian bubur dengan suwiran daging ayam yg menggunung. Bubur Ayam Bang Tatang berlokasi di pertigaan Rawa Belong yg menuju Pasar Palmerah.

“Sehari biasa mampu jual 300 porsi dan 35 ayam kampung,” tambahnya.

Seporsi Bubur Ayam Bang Tatang dijual Rp 25.000. Jika khawatir terlalu banyak, pengunjung mampu memesan setengah porsi dengan harga Rp 19.000. Hasani juga menyediakan tambahan bagi bubur ayam yakni ati ampela seharga Rp 5.000.

Ruangan makan Bubur Ayam Bang Tatang sendiri dapat menampung hingga 20 orang. Jika tidak mendapat tempat makan, pengunjung bisa memilih opsi membungkus bubur ayam dengan sterofoam.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/16/100200027/bubur.ayam.dengan.suwiran.menggunung.di.rawa.belong
Terima kasih sudah membaca berita Bubur Ayam dengan Suwiran Menggunung di Rawa Belong. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bubur Ayam Dengan Suwiran Menggunung Di Rawa Belong"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.