Berwisata Di Bali Saat Galungan Dan Kuningan, Simak Dulu Tipsnya…

Berikut artikel Berwisata di Bali Saat Galungan dan Kuningan, Simak Dulu Tipsnya…, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Hari ini, umat Hindu di Bali merayakan Galungan. Galungan yaitu perayaan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).

Galungan juga berkaitan erat dengan hari raya lainnya merupakan Kuningan. Jaraknya cuma 10 hari, dan dianggap sebagai penutup perayaan Galungan.

Jika Anda berada di Bali, ini adalah momen tepat bagi memotret perayaan besar umat Hindu. Para umat Hindu memenuhi pura-pura di sekitar rumah mereka. Jalanan di Bali mulai penuh deretan penjor, bambu dengan hiasan janur.

Gadis berkebaya warna-warni turun ke jalan. Sesajen tersebar, berisi aneka bunga dan buah. Ditambah tabuhan dinamis gamelan baleganjur, benar-benar suasana asli Pulau Dewata. 

Ada dua tempat melihat upacara khas Galungan dan Kuningan. Di Pura Petilan, Desa Kesiman, Denpasar, Anda mampu melihat upacara Pengerebongan yg menghadirkan tradisi ngurek. Ini adalah tradisi semacam debus, dengan cara menusuk diri dengan keris ketika berada dalam keadaan trance. 

Di Desa Timrah, Kabupaten Klungkung, terdapat tradisi Perang Jempana. Jempana atau tandu yg membawa usungan sesajen dan simbol dari dewata diarak ke pura bagi didoakan. Keseruan terjadi di jalanan, saat para pengarak jempana saling beradu. Mereka larut dalam suasana trance dengan iringan gamelan yg mengentak.

Saat Kuningan, dua tempat yg mampu Anda datangi antara yang lain Pura Sakenan (Pulau Serangan) dan Desa Menggu (Mengwi, Denpasar). Di Desa Menggu terdapat tradisi Motekan, yakni beradu tongkat setinggi tiga meter.

Namun ketika menonton, jangan sampai Anda menganggu jalannya prosesi atau tradisi selama Galungan dan Kuningan. Simak dua tips yg dihimpun KompasTravel saat melihat perayaan Galungan dan Kuningan. 

Kompas.com/ Syahrul Munir Suasana persembahyangan hari raya Galungan di Candi Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (10/2/2016) siang.

1. Jaga sopan santun

Saat Galungan dan Kuningan, para umat Hindu berbondong-bondong menyambangi pura terdekat. Anda boleh saja memotretnya, namun perhatikan terlebih lalu aturan pada setiap pura yg didatangi.

Biasanya, Anda cuma boleh masuk sampai area pelataran pura. Jika dipersilakan masuk, lepaslah alas kaki Anda. Untuk perempuan, pantang hukumnya masuk dalam pura ketika sedang haid.

Jangan memotret orang segera di depannya, terutama seandainya dia sedang beribadah.

2. Gunakan pakaian sopan

Layaknya masjid dan gereja, pura juga yaitu tempat beribadah. Tak layak bila Anda masuk dengan berpakaian minim. 

Itulah mengapa pihak pura biasa menyediakan kain khusus buat menutupi bagian bawah. Sebaiknya gunakanlah celana atau rok di bawah lutut, dengan atasan yg tak terlalu terbuka.

3. Tersenyum dan minta izin

Sebetulnya, tidak etis memotret seseorang yg sedang beribadah. Namun tidak apa bila Anda memotret dengan sopan.

Cobalah tersenyum dan meminta izin kepada orang tersebut sebelum memotret. Ucapkan terima kasih, atau dengan gestur tangan disatukan di depan dada, usai dibolehkan memotret. Lensa jarak jauh/tele mulai sangat menolong seandainya ingin mengabadikan momen Galungan dan Kuningan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/07/114450427/berwisata.di.bali.saat.galungan.dan.kuningan.simak.dulu.tipsnya.
Terima kasih sudah membaca berita Berwisata di Bali Saat Galungan dan Kuningan, Simak Dulu Tipsnya…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berwisata Di Bali Saat Galungan Dan Kuningan, Simak Dulu Tipsnya…"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.