Bertualang Menapaki Megahnya Istana Kepresidenan Di Bogor

No comment 81 views

Berikut artikel Bertualang Menapaki Megahnya Istana Kepresidenan di Bogor, Semoga bermanfaat

BOGOR, KOMPAS.com – Pernah kah anda membayangkan megahnya tempat kerja sekaligus tempat tinggal Presiden Indonesia? Ya, salah sesuatu buat mewujudkannya bisa mengunjungi Istana Kepresidenan RI di Bogor. Istana ini satu-satunya yg memiliki program rutin kunjungan istana untuk wisatawan menjelang hari jadi Kota Bogor tiap tahunnya.

Rabu (25/5/2016) di Kota Hujan tepat pukul 08.30, sudah mengantre ratusan orang di depan Kantor Wali Kota Bogor. Ya, ini telah menjelang hari ulang tahun Bogor, ketika berwisata mengunjungi kemegahan istana yg beberapa tahun belakangan ini aktif menjadi kediaman Presiden Joko Widodo.

Perjalanan pertama dikerjakan akan 08.30 dengan maksimal wisatawan yg masuk sebanyak 200 orang. Persiapan sejenak dikerjakan oleh panitia dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Pintu samping Istana Kepresidenan RI di Bogor yg terbuka bagi masyarakat saat acara “Istana Open” menjelang hari jadi Bogor tiap tahunnya.

Tahun ini syarat masuk Istana Bogor memang semakin ketat, telepon genggam yg pada tahun dahulu diperbolehkan, kini sama sekali tidak. Selayaknya tamu kenegaraan para wisatawan pun diwajibkan mengenakan pakalian rapi dan formal, seperti celana bahan yg tak ketat, kemeja atau batik, hingga sepatu rapi yg tidak kelihatan jari kaki.

KompasTravel pun ikut rombongan pertama tersebut, terbayang kesegaran udara dibawah pohon rindang istana yg masih terjaga di pagi itu. Di gerbang pertama, wisatawan mulai masuk pintu melalui sensor logam, dan diperiksa pula secara manual oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). 

Rombongan wisatawan pun diantar menuju bangunan putih nan megah di tengah kawasan tersebut. Dari gerbang menuju bangunan sekitar 200 meter. Pemandangan pepohonan besar dijaga para rusa yg menjadi ciri khas Istana Bogor.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Wisatawan yg sedang menikmati tur keliling Istana Kepresidenan RI di Bogor, dalam acara Istana Untuk Rakyat (Istara) 2016.

Sesampainya di depan bangunan, wisatawan disambut pemandu wisata dari istana kepresidenan. Cecep Koswara, menjelaskan memakai pengeras suara tentang perjalanan panjang bangunan maha utama tersebut. Ia menyampaikan istana tersebut lalu dibangun pada tahun 1745 oleh Gustav Wilem van Imhoff, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda periode 1743–1750.

Gustav Wilem membuat bangunan seluas 28,8 hektar tersebut bagi peristirahatan para pejabat bangsa kolonial yg berkunjung ke Hindia Belanda. “Pembangunan pertama tersebut menghasilkan bangunan yg sangat megah, memiliki basement, dan seluruh bangunannya bertingkat, seperti hotel megah pada masa itu,” ujar Cecep pada wisatawan kloter pertama, Rabu (25/5/2016).

Namun, pada 1850 istana tersebut sempat hancur terkena gempa dahsyat di Bogor. Oleh karena itu pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) istana kembali dibangun dengan konstruksi yg tak bertingkat, menyesuaikan keadaan Bogor kala itu yg rawan gempa.

Sayangnya tahun ini wisatawan kembali tidak mampu masuk ke dalam bangunan tersebut, karena bangunan sedang mengalami renovasi di bagian dalam. Salah sesuatu petugas istana di pintu tersebut menyampaikan semenjak rutin ditinggali Presiden Joko Widodo, bangunan istana menjadi kategori ring sesuatu yg tak dibuka bagi umum.

Jangan khawatir, seandainya Anda beranjak ke bagian samping dan belakang bangunan, dari pintu pintu tersebut mulai kelihatan kemegahan istananya.

Di bagian belakang terdapat ruangan garuda yg ditandai dengan ornamen besar berbentuk lambang negara tersebut di salah sesuatu dindingnya. Pemandu wisata istana menyampaikan pada zaman kolonial, ruangan tersebut digunakan bagi fungsi hiburan, merupakan berdansa, berpesta dan yg lainnya. Namun, setelah kemerdekaan berfungsi sebagai ruang konferensi kenegaraan.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Halaman belakang Istana Kepresidenan RI di Bogor.

Bangunan Putih dengan pulihan tiang penyangga ala Eropa ini terbagi menjadi empat bagian. Sisi depan bernama ruang teratai sebagai ruang menyambut tamu kenegaraan, dan sisi belakang bernama Ruang Garuda sebagai tempat konferensi. Kedua ruangan inti Istana Bogor tersebut dipisahkan oleh lorong yg yaitu titik nol Kota Bogor.

Terdapat cermin 1000 yg mampu menghadirkan banyak bayangan saat Anda bercermin di depannya. Ini karena beberapa buah cermin besar yg berhadapan tesebut membentuk sudut kemiringan tertentu. Di cermin tersebut lah titik nol Bogor yg sebenarnya ada, seandainya melihat lurus ke atas tepat di titik pusat lingkaran kubah Istana Bogor. Kini, agar masyarakat mampu melihatnya, titik nol dibuatkan tugu kecil di depan Balaikota Bogor.

Menurut pemandu istana, cuma cermin tersebut dan piano klasik yg ditinggalkan oleh pemerintah Jepang pasca penjajahan. Sedangkan semua ornamen dan barang mengandung emas dari Belanda, habis dibawa meraka.

Setelah menikmati bagian belakang, berkunjunglah ke area sayap istana. Sayap kanan yaitu hunian buat pemimpin negara asing setingkat presiden, seperti perdana menteri, raja, putra mahkota dan lain-lain. Sedangkan sisi kiri yaitu penginapan pejabat negara yang lain seperti wakil presiden hingga menteri kenegaraan.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Sisi belakang gedung penting Istana Presiden RI di Bogor. Menjelang Hari Jadi Bogor 3 Juni, setiap tahunnya Istana tersebut terbuka bagi masyarakat yan ingin berwisata ke dalamnya.

Dari sana kami boleh menikmati indahnya taman-taman di teras Istana, terdapat danau buatan di bagian belakang, yg dialiri air segera dari Sungai Ciliwung yg melintasi Kebun Raya Bogor. Di sayap kanan dan kiri terdapat sangkar ayam besar berwarna hijau, berisikan ayam jago besar. Sayangnya pemandu istana pun kurang mengetahui lebih jelas tentang fungsinya tersebut selain mempercantik istana.

Selain hal tersebut, yg menyita pandangan yang lain ialah terdapat banyak patung wanita tanpa busana di sekitar kawasan Istana. Mulai bagian taman, danau, teras, hingga lorong-lorong dalam istana. Menurut pemandu istana, patung-patung tersebut dibuat sejak masa kepengurusan presiden pertama Ir Soekarno.

Puas memandangi kemegahan istana, wisatawan diajak berkunjung ke bagian belakang yg terdapat Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, yg yaitu satu-satunya museum khusus menyajikan tentang presiden-presiden RI dari masa ke masa.

Museum ini tidak seperti bayangan kalian seperti museum pada umumnya, bangunan berlapis kaca yg modern dengan eskalator yg menghubungkan kedua lantainya membuat hasrat berkunjung semakin besar. Benar saja, di dalam museum megah tersebut kalian bisa belajar banyak tentang presiden-presiden RI dari masa ke masa.

KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Pengunjung Istana Untuk Rakyat (Istura) 2016 melihat patung-patung mantan presiden Indonesia di Museum Balai Kitri, Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/5/2016).

Museum yg digagas presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono ini terdiri dari beberapa lantai. Di lantai pertama yaitu galeri kebangsaan, di mana terdapat naskah-naskah penting, studio audiovisual, dan patung keenam presiden Indonesia setinggi hingga 4 meter.

Sedangkan lantai dua, yaitu galeri kepresidenan. Di sini wisatawan mampu menelusuri ruangan ke ruangan seperti lorong waktu. Karena tiap ruangan dikhususkan buat menyajikan berbagai hal tiap sesuatu presiden.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/05/26/155135827/bertualang.menapaki.megahnya.istana.kepresidenan.di.bogor
Terima kasih sudah membaca berita Bertualang Menapaki Megahnya Istana Kepresidenan di Bogor. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bertualang Menapaki Megahnya Istana Kepresidenan Di Bogor"