Berpuasa Di Tengah Lautan Papua

No comment 96 views

Berikut artikel Berpuasa di Tengah Lautan Papua, Semoga bermanfaat

BIAK, KOMPAS.com – Puasa adalah salah sesuatu bentuk menunaikan ibadah buat umat Muslim. Bukan hal gampang bagi menahan semua hawa nafsu, apalagi seandainya sedang menjalani aktivitas berat di tempat yg cukup ekstrem.

Seperti awak dan penumpang KM Gurano Bintang, kapal punya WWF Indonesia yg sedang melakukan Ekspedisi Saireri di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Yapen dan Biak, Papua, pada 5 Juni-21 Juni 2016.

“Sudah bolong tiga kali karena tidak bangun sahur dan kegiatannya padat,” ungkap Suparta, bagian dokumentasi Ekspedisi Saireri. Dua kali berpuasa di tengah laut Papua, membuat Suparta harus menyesuaikan keadaan lingkungan alam dan masyarakat.

“Tantangannya juga tidak segala orang di kapal Muslim, jadi saat pulang dari kegiatan, seluruh orang makan dan minum jadi tergoda juga. Sesungguhnya godaan terbesar di kapal itu karena lingkungan Muslim minoritas. Kegiatan juga mempengaruhi karena di sini lebih panas daripada Jakarta. Bikin cepat lelah,” ungkap Suparta.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Suparta, Anita, dan kapten Bardin berbuka puasa di KM Gurano Bintang punya WWF Indonesia.

Hampir mirip dengan Suparta, tim media yg ikut meliput Ekspedisi Saireri lainnya, Anita Russian juga menyampaikan seandainya puasa kali ini begitu berbeda dari sebelumnya.

“Ini pertama kalinya berpuasa di tengah lautan Papua, menjelajahi hutan dan lautan dengan jalur yg cukup terjal dan menantang. Selain cuaca yg panas, puasa kali ini semakin teruji karena berpuasa di tengah minoritas. Tapi ya dinikmati aja,” ungkap Anita sambil tertawa.

Meski mengaku rindu suasana berpuasa dengan keluarga, kebersamaan rekan sesama peserta ekspedisi ternyata cukup mengobati. Apalagi mampu merasakan makanan khas Papua. “Senang juga mampu berbuka dengan kuliner khas Papua, papeda dan kuah ikan kuning, beda sensasinya” tutur Anita.

Lebih beruntung dari Suparta dan Anita, ada Bardin Tandiono, kapten KM Gurano Bintang. Kapten Bardin telah terbiasa berpuasa di tengah laut.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI KM Gurano Bintang dari WWF Indonesia yaitu kapal khusus buat monitoring sekaligus pendidikan bagi anak-anak di mana kapal itu berlabuh.

“Saya telah berpuasa di kapal sejak tahun 2000, sekitar usia 20 tahun. Dulu aku tak berpuasa di kapal seperti sekarang yg ada AC, freezer, kulkas, ingin makan apa saja bisa. Kalau dahulu juga di kapal tidak ada jamnya. Jadi buka puasa patokannya ketika matahari tenggelam,” ungkap Bardin.

Meski begitu Bardin tetap merindukan sesuatu hal. “Saya kangen dengan keluarga, terutama si ibu bidan cantik,” kata Bardin.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/16/074800327/Berpuasa.di.Tengah.Lautan.Papua
Terima kasih sudah membaca berita Berpuasa di Tengah Lautan Papua. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berpuasa Di Tengah Lautan Papua"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.