Berkunjung Ke Negeri Firaun, Bak Mimpi Jadi Kenyataan

No comment 98 views

Berikut artikel Berkunjung ke Negeri Firaun, Bak Mimpi Jadi Kenyataan, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Mesir, negeri para Firaun yaitu destinasi impian buat sebagian traveler. Mengunjungi negeri penuh piramida ini, bak mimpi yg jadi nyata.

Saya percaya saat mendengar nama negara Mesir, yg terlintas adalah Mumi, Pyramid, Firaun dan Nabi Musa. Bagi saya, Pyramid, Sphinx, Alexandria dan Sungai Nil yaitu mimpi masa kecil saya. Dengan semua cerita Nabi, Sungai Nil dan sejarahnya, membuat aku sangat antusias tahun ini mampu travelling ke negara yg disebut Negeri Para Nabi.

Banyak pertanyaan dari keluarga dan teman-teman aku mengenai keamanan di Mesir. ‘Emang aman di Mesir?’ atau ‘Bukannya Mesir masih perang ya?’ Pertanyaan-pertanyaan itulah yg kadang ditanyakan saat mereka tahu aku mau liburan ke Mesir.

Apakah Mesir aman? Ya. Di dua tempat wisata memang banyak pasukan bersenjata berjaga. Bahkan di sesuatu beberapa tempat wisata, barang kami sampai diperiksa saat mulai masuk. Tapi secara keseluruhan, Mesir yaitu negara yg damai.

Tiba di Mesir

Sesampainya di Bandara Kairo, aku disambut oleh tour guide aku (yang kemudian kita menjadi sahabat), Rami Elshaer. Rasa senang karena mimpi masa kecil aku mulai terwujud mengalahkan jet lag setelah 17 jam penerbangan dari kota saya, Banjarmasin. Saya pribadi lebih suka bepergian sendiri, kemudian baru ikut tour lokal atau tour guide lokal. Dengan begitu aku bertemu banyak orang dan mampu merasakan atmosfir kehidupan lokal.

“You will have your experience in Egypt in real life,” begitu kata Rami pertama kali kita berkenalan lewat email saat aku menghubungi dia dan menyampaikan aku ingin travelling ke negara yg lalu masuk dalam peradaban Timur Dekat Kuno ini.

Benar saja, begitu keluar dari Bandara, aku segera dibawa melihat dan merasakan dahulu lintas di Mesir yg terkenal semrawut. Pengendara motor yg bersliweran tanpa helm, pengemudi mobil yg selalu membunyikan klakson, jarak antar kendaraan yg sangat mepet hanyalah sebagian gambaran betapa hebohnya dulu lintas di sini.

Hampir segala bangunan berwarna sama merupakan warna coklat bata. Baik itu masjid, apartemen, toko ataupun rumah. Semua berwarna monoton. Jualan cat atau jadi tukang cat di sini gak laku nih, pikir saya.

Petualangan dimulai

Guest house tempat aku tinggal berada di Giza dan tepat di area depan Pyramid sehingga otomatis petualangan pertama kalian adalah mengunjungi Pyramid. Dengan tinggi 140 meter dan lebar 230 meter, mentasbihkan Pyramid Khvo sebagai bangunan terbesar yg penah aku lihat. Begitu besarnya trio Pyramid (Khvo, Khvra dan Menkera) ini sehingga mampu kelihatan dari jarak 30 Km lebih.

Mengunjungi Pyramid jangan berharap mulai dapat mendapatkan petualangan masuk ke dalam pyramid seperti di film-film Mummy. Karena segala koleksi yg ada di dalam Pyramid-Pyramid tersebut telah dipindahkan ke Egyptian Museum yg terletak di Kairo. Sehingga petualangan Anda di Pyramid sebatas mengagumi kebesaran Pyramid dan mungkin masuk ke dalam sesuatu atau beberapa ruang makam kosong yg ada di dalam Pyramid.

How They Do, Make and Build it?

‘Gimana mereka bikinnya ya?’ itu pertanyaan yg terus aku tanyakan saat aku menjelajah kuil kuil di Luxor, Edfu, Kom Ombo sampai Aswan. Bangunan bersejarah di Mesir sangatlah besar, sangat megah dan terasa sekali atmosfir keagungan bangunan tersebut. Pertanyaan yg sama menghinggapi aku saat aku meilhat kemegahan masjid yg ada di Islamic Cairo.

Seluruh bangunan bersejarah yg ada di negeri Firaun ini yaitu bangunan sejarah yg berusia ratusan, bahkan ribuan tahun. Mengingat megahnya bangunan bangunan bersejarah tersebut dan juga teknologi zaman dahulu yg tak secanggih sekarang, aku sangat kagum dengan cara mereka membangun kuil, mesjid dan bangunan bersejarah lain.

Bangunan yg sangat membuat aku kagum adalah Temple of Horus di Edfu dan Mesjid Sultan Hasan di Kairo.

Dengan tinggi sekitar 36 meter, gerbang di Temple Of Horus kelihatan sangat megah. Yang membuat aku terheran-heran, Temple of Horus tak cuma besar tapi juga lengkap ukiran yg bercerita tentang dewa-dewa Mesir.

Cerita tersebut membentang di segala Temple of Horus dari dinding paling bawah sampai ke atap. Begitu bagus dan detailnya ukiran tersebut sampai-sampai kelihatan seperti cetakan. Sekilas info, hampir di setiap tempat bersejarah di mesir terus ada cerita yg dilukis di dinding batu dari bawah sampai keatas dan sukses membuat aku bertanya-tanya Gimana mereka bikinnya ya?

Cerita di kuil Temple Of Horus kemudian diangkat menjadi film Gods Of Egypt.

Bangunan kedua yg membuat aku terkagum-kagum adalah Mosque Madrassa Sultan Hassan atau tidak jarang disebut Mesjid Al Hasan. Desain yg sangat bagus dan detail ornament yg cantik membuat aku takjub. Bahkan di atap pintu masuk yg tingginya puluhan meter, ada ornament islami. Membuat aku terheran-heran dengan pembuatannya.

Saran untuk yg mau travelling ke Mesir

Saya berada di Mesir dari 18 Agustus-26 Agustus 2016, pada ketika negeri firaun itu mengalami musim panas. Bisa dibayangkan betapa panasnya cuaca saat aku bertualang di negara ini. Rata-rata suhu harian adalah 42-45 derajat celcius, dan mulai lebih panas saat di daerah gurun (bahkan pernah mencapai 50 derajat celcius). Pulang dari negeri pyramid ini aku dibully teman aku karena kulit aku yg gosong.

Apakah Mesir layak bagi dikunjungi? Definitely yes. Bagi yg menyukai petualangan, sejarah dan budaya, Mesir yaitu salah sesuatu negara yg wajib dikunjungi. Namun buat yg menyukai tempat-tempat modern seperti di Eropa atau Jepang, maka Mesir bukanlah daftar negara yg masuk dalam travel list

Waktu terbaik bagi mengunjungi Mesir adalah dari bulan Oktober hingga bulan Maret. Karena mesir mengalami musim gugur hingga musim semi dimana cuaca cukup sejuk. Bahkan setiap tanggal 21 Oktober dan 21 Februari, ada festival di Abu Simbel merupakan Sun Festival yg sangat ramai dikunjungi turis karena keunikannya.

Dikarenakan waktu, aku sendiri tak sempat berkunjung ke Abu Simbel. Namun aku mungkin mulai kembali mengunjungi Mesir buat bertualang ke Sinai. Semoga saja.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/11/20/082700/3290476/1025/berkunjung-ke-negeri-firaun-bak-mimpi-jadi-kenyataan
Terima kasih sudah membaca berita Berkunjung ke Negeri Firaun, Bak Mimpi Jadi Kenyataan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berkunjung Ke Negeri Firaun, Bak Mimpi Jadi Kenyataan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.