Berjumpa Geisha Di Tempat Aslinya Di Jepang

No comment 175 views

Berikut artikel Berjumpa Geisha di Tempat Aslinya di Jepang, Semoga bermanfaat

Kyoto – Traveler yg melancong ke Kyoto, Jepang pasti mulai berjumpa wanita dengan make up putih tebal dan berjalan cepat sekali. Itulah dia, Geisha.

Malam melarut di Gion, Kyoto, Jepang. Rumah-rumah asli Jepang masih berdiri kokoh di salah sesuatu sudut di Kyoto ini. Di antara ribuan turis, dua perempuan berwajah putih pucat berjalan cepat-cepat.

detikTravel berkesempatan mengunjungi Gion pada Sabtu (19/1) malam kemarin. Setelah puas keliling kawasan tua Kyoto, aku dan rombongan mampu menghabiskan waktu selepas gelap di sepanjang Gion.

Lorong-lorong di kawasan Gion, atau dalam bahasa Indonesia berarti perak, akan temaram. Salah sesuatu yg ditunggu di kawasan itu, selain rumah kedai/restoran yg jadi objek foto karena keunikan bangunannya, adalah melihat segera Geisha.

Geisha yaitu profesi unik yg berjalan ratusan tahun di Jepang. Dalam bahasa Jepang, Geisha berarti ‘orang seni’ atau orang yg terampil dalam seni tradisional Jepang seperti musik, tari, menyanyi, dan upacara minum teh. Namun dalam perjalanannya, Geisha memiliki perkembangan makna seperti wanita penghibur.

Melihat Geisha lebih dekat (Andi Saputra/detikTravel)Melihat Geisha lebih dekat (Andi Saputra/detikTravel)

Bagi yg ingin melihat segera Geisha, harus sabar menunggu sebab mereka baru muncul di kawasan itu sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Di dalam keremangan gelap, mereka berjalan cepat menuju rumah makan. Pilih hari weekend atau ketika musim liburan agar mampu lebih beruntung melihat segera mereka.

Di antara mereka ada yg diantar segera memakai taksi mewah dan turun tepat di depan pintu masuk tempat makan. Dalam hitungan detik, mereka bergegas memasuki tempat makan itu.

Jangan buru-buru pergi Geisha (Andi Saputra/detikTravel)Jangan buru-buru pergi Geisha (Andi Saputra/detikTravel)

Tak sedikit turis yg segera mengambil kamera dan memfoto mereka. Tanpa ekspresi, Geisha yg sudah ada sejak ratusan tahun dulu itu tak mulai menanggapi kamera yg menuju mereka. Geisha-Geisha itu tak mulai menutup muka atau marah, yang berasal pengunjung memberi mereka jalan dan tak mengganggu.

Muka mereka datar, tanpa ekspresi. Bedak putih tebal yg menutup mukanya tak berkerut sama sekali. Tak ada senyum, tidak ada lirikan mata. Baju kimono lengkap tidak mengurangi anggun jalan mereka yg bergegas dengan langkah sangat cepat.

Turis rela menanti di pinggir jalan demi Geisha (Andi Saputra/detikTravel)Turis rela menanti di pinggir jalan demi Geisha (Andi Saputra/detikTravel)

Nah, buat yg ingin tahu seni tradisional Jepang, di Gion terdapat gedung seni Gion Corner. Untuk pentas reguler, pengunjung bisa menonton pada pukul 17.00 dan 19.00 waktu setempat.

Dalam sesuatu kali pentas, mulai ditampilkan enam kesenian tradisional seperti pesta minum teh, Noh, Kabuki dan Bunraku. Pentas per acara yg aslinya memakan waktu lama itu semuanya dikemas dalam durasi kurang dari 2 jam.

Untuk menontonnya dikenakan tiket 2.500 Yen atau sekitar Rp Rp 295 ribu. Harga yg pantas buat melihat kesenian Jepang yg sudah muncul dari abad ke-15 silam. (aff/fay)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/20/072217/3426557/1520/berjumpa-geisha-di-tempat-aslinya-di-jepang
Terima kasih sudah membaca berita Berjumpa Geisha di Tempat Aslinya di Jepang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berjumpa Geisha Di Tempat Aslinya Di Jepang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.