Berburu “Spaghetti” Khas Tanah Batak Di Tepi Danau Toba

No comment 119 views

Berikut artikel Berburu “Spaghetti” Khas Tanah Batak di Tepi Danau Toba, Semoga bermanfaat

PARAPAT, KOMPAS.com – Lidah terasa tertantang saat teringat rekomendasi dua rekan tentang kuliner khas Batak yg bernama Mi Gomak. Soalnya, makanan yg berbentuk seperti spaghetti ini disebut-sebut tidak boleh dilewatkan seandainya berkunjung ke sekitar Danau Toba.

KompasTravel memulai perburuan kuliner Mi Gomak di sekitar obyek wisata Parapat yg terletak di tepi teluk di Danau Toba. Parapat masuk Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Waktu itu KompasTravel meliput Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Parapat, Simalungun dan Balige, Toba Samosir.

Sekitar pukul 09.00 WIB pada Selasa (23/8/2016), KompasTravel bersama rekan-rekan wartawan berjalan menuju Pasar Tiga Raja yg terletak sekitar 200 meter dari Hotel Ina Parapat. Hawa ketika itu terasa hangat, angkutan umum berseliweran menuju pasar. Tak jarang jalanan pun tersendat.

Benar saja, saat KompasTravel datang di Pasar Tiga Raja, pasar tampak sangat ramai. Para pedagang ramai berjualan, tidak jauh dari tepi Danau Toba. Suasana riuh menggetarkan gendang telinga. Harum ikan asin dan teri menusuk hidung.

Namun, warna Mi Gomak yg kemerahan dengan kuah santan serta telur belum kelihatan batang hidungnya. Sempat terpikir, Mi Gomak mungkin susah ditemukan… Hingga seorang pedagang menyeletuk.

“Di sini jual mi gomak. Silakan,” kata seorang ibu berbaju biru dengan celemek berwarna putih motif garis-garis. Rambutnya diikat rapi di belakang kepala.

Sang ibu penjual Mi Gomak itu bernama Lasman Ambarita (59), biasa disapa Ibu Mei. Ia telah berjualan Mi Gomak di Pasar Tiga Raja sejak 20 tahun yg lalu.

“Jualan di sini akan jam enam pagi. Dulu belajar bikin Mi Gomak pas SMA. Ada sertifikatnya,” ungkap Ibu Mei ketika berbincang dengan KompasTravel.

Oh ya, Mi Gomak sendiri juga disebut-sebut spaghetti khas Tano (Tanah) Batak. Disebut Gomak (aduk-aduk) karena dahulu cara pembuatan dan penyajiannya dikerjakan dengan tangan telanjang. Mi diambil dari baskom besar memakai tangan, dahulu diletakkan di piring, baru diberi kuah. 

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Penjual Mi Gomak, Lasman Ambarita (59) di Pasar Tiga Raja, Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2016). Mi Gomak disajikan oleh olahan Lasman Ambarita dengan kuah seperti santan dengan aneka isi seperti kacang teri, labu, kacang panjang, tahu, serta telur. Seporsi Mi Gomak dijual Ibu Mei dengan harga Rp 8.000.

Benar saja, saat KompasTravel memesan Mi Gomak, Ibu Mei masih menyajikan dengan tangan telanjang namun dalam baskom kecil. Warna kemerahan Mi Gomak, lengkap dengan taburan bawang putih dan sayuran mewarnai piring.

“Isi Mi Gomak ada tahu, kacang panjang, mie gomak, kuah, cabe, labu, kol, teri kacang. Biasanya Mi Gomak bagi sarapan,” jelasnya.

Mi Gomak disiram dengan kuah bersantan yg mirip gulai. Mi itu sendiri berdiameter lebih lebar dari ukuran spaghetti. Mi pada hidangan ini juga lebih panjang, kenyal, gampang diputus, dan asyik diseruput. 

Di lidah, kuah Mi Gomak terasa sedikit asin dan gurih. Aroma dan rasa andalimannya segar terasa.

Rasa pedas dari telur sambal juga tidak mengurangi meriah rasa pada seporsi Mi Gomak. Namun ada baiknya Anda memesan Mi Gomak ketika benar-benar lapar, karena porsinya sangat banyak!

Bagi KompasTravel, perburuan Mi Gomak di Tanah Batak ini tidak sia-sia. Ternyata di Parapat sendiri, tidak setiap hari warga lokal mampu menemukan Mi Gomak bagi disantap.
 
“Di sini jual Mi Gomak hanya hari Selasa, Kamis di pasar dan Sabtu di depan rumah. Kalau Sabtu biasanya ramai, banyak pembeli yg datang, ” jelasnya.
 
Seporsi Mi Gomak dengan telur sambal buatan Ibu Mei dibanderol seharga Rp 8.000. Berada di tengah pasar, jangan bayangkan warung makan Ibu Mei mampu menampung lebih dari 20 orang.
 
Kedainya cuma cukup buat sekitar 10 orang, duduk berderet di kursi. Jika merasa kesulitan menemukan Warung Ibu Mei, ia menyarankan buat bertanya dan menyebutkan namanya.
 
“Tanya saja orang pasar nama aku (Ibu Mei). Nanti mulai ditunjukkan arahnya,” tuturnya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/25/123000627/Berburu.Spaghetti.Khas.Tanah.Batak.di.Tepi.Danau.Toba
Terima kasih sudah membaca berita Berburu “Spaghetti” Khas Tanah Batak di Tepi Danau Toba. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berburu “Spaghetti” Khas Tanah Batak Di Tepi Danau Toba"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.