“Berburu” Makam Asli Karl Marx Di Kota London

No comment 173 views

Berikut artikel “Berburu” Makam Asli Karl Marx di Kota London, Semoga bermanfaat

LONDON, KOMPAS.com – Jika ketika berkunjung ke kota London, Inggris, Anda telah merasa bosan dengan Tower Bridge, Istana Buckingham, Westminster Abbey, Big Ben atau sederet museum, mungkin tempat ini mampu menjadi lokasi wisata alternatif.

Tempat itu adalah Highgate Cemetery alias taman pemakaman Highgate yg terletak di sisi utara kota London. Wisata ke kuburan? Mengapa tidak, sebab Highgate Cemetery bukan sembarang makam.

Selain ditata dengan apik dan indah, makam ini juga yaitu tempat “bermukim” salah sesuatu tokoh paling terkenal dalam sejarah dunia, merupakan penggagas ideologi sosialisme, Karl Marx.

Malam seluas 15 hektar yg resmi digunakan pada 1839 itu terbagi menjadi sisi timur dan barat yg dipisahkan seruas jalan kecil.

Pemakaman Highgate kini menampung 53.000 makam yg menjadi peristirahatan terakhir sedikitnya 170.000 jenazah. Namun, pusara paling terkenal dan paling banyak dikunjungi adalah makam Karl Marx.

Suatu siang, Kompas.com menyempatkan diri bagi mengunjungi makam terkenal ini, bersama Anton Alifandi, seorang mantan wartawan, yg telah lebih dari 20 tahun menetap di London.

Kami harus melintasi taman Waterlow yg asri buat mencapai pekuburan itu. Setelah datang di ujung taman, sisi timur Highgate segera terpampang wajah khas Karl Marx di pintu masuk

Dan ternyata, buat “nyekar” ke makam Karl Marx tak gratis. Pengunjung dikenai tarif sebesar 4 poundsterling atau sekitar Rp 80.000 per orang.

Keharusan membayar itu menjadi bahan gurauan ketika kita membeli tiket masuk.

“Ini namanya mengkapitalisasi sosialisme,” kata Anton yg disambut tawa si penjaga loket.

Setelah membeli tiket dan mengambil peta, kita kemudian menuju ke lokasi monumen buat mengenang Karl Marx yg kurang lebih berjarak tidak sampai 100 meter dari pintu masuk.

Setelah berjalan kaki sekitar lima menit, di sisi kanan jalan setapak yg disusuri Kompas.com, terihat sebuah monumen lengkap dengan patung dada Karl Marx.

Beberapa orang pengunjung kelihatan di tempat itu, mengambil foto dan meletakkan karangan bunga di lantai monumen tersebut.

Di monumen tersebut terpampang tulisan “Workers of all lands unite” atau “Para pekerja di dunia, bersatulah”, yg menjadi jargon kaum kiri sedunia.

Bukan makam asli

Ervan Hardoko/Kompas.com Inilah makam asli Karl Marx sebelum dipindahkan ke tempat baru pada November 1954.


Meski kelihatan mencolok dan banyak dikunjungi wisatawan, ternyata monumen yg dihiasi patung dada Karl Marx itu, bukanlah makam asli sang filsuf.

Di dalam peta yg kalian ambil di loket pembelian tiket, tertera sebuah titik yg memperlihatkan lokasi makam asli Marx, maka pencarian pun kalian lakukan.

Kami kemudian menyusuri jalan aspal kecil yg dibuat mengitari pemakaman, sementara jalan-jalan setapak menjulur masuk ke “pedalaman” pemakaman yg ditutup pepohan rimbun sehingga sangat mirip dengan hutan.

Setelah separuh jalan, kita menyadari bahwa arah yg kalian ambil salah dan tidak mulai membawa kalian ke makam asli penulis buku Das Kapital itu.

Akhirnya kalian berdua mencari lagi dari titik awal merupakan patung dada Karl Marx dan coba jalan-jalan setapak banyak terdapat di tempat itu.

Setelah sekitar 30 menit melakukan pencarian, kita akhirnya menemukan pusara asli punya tokoh ternama itu. Di tempat tersebut kalian bertemu sepasang wisatawan lokal ternyata mencari makam asli sang filsuf.

Makam itu sungguh sederhana, cuma sebuah lapisan beton berwarna kelabu yg telah retak dengan tulisan yg telah memudar dan sulit terbaca di atasnya.

Sederet kalimat masih mampu dibaca, meskipun dengan susah payah, yg menyebut bahwa jasad Karl Marx dipindahkan ke makam baru pada November 1956.

Tak memiliki negara

Ervan Hardoko/Kompas.com Lewat pintu gerbang sisi timur pemakaman Highgate inilah para pengunjung tiba bagi melihat makam Karl Marx.


Saat meninggal dunia dalam usia 64 tahun pada 14 Maret 1883, Karl Marx berstatus tidak memiliki negara. Pemakamannya di Highgate pada 17 Maret 1883 cuma dihadiri sebanyak 11 pelayat yg adalah teman-teman terdekat Marx, salah satunya adalah Friederich Engels.

Pada November 1954, jasad Marx; istrinya, Jenny von Westphaen; putrinya, Eleanor dan kedua cucunya Harry Longuet dan Helena Demuth, dipindahkan ke lokasi baru yg kini menjadi sebuah titik wisata di London.

Tugu peringatan bagi Karl Marx di makam barunya baru diresmikan pada 14 Maret 1956 dan Partai Komunis Inggris melengkapi tugu itu dengan patung dada Marx karya Laurence Bradshaw.

Pada 1970, sekelompok orang bersenjatakan bom rakitan coba menghancurkan tugu Karl Marx ini, namun upaya tersebut gagal.

Setelah menemukan makam asli Karl Marx, kalian beranjak pulang. Namun di pintu keluar, terdapat sebuah papan pengumuman yg ditujukan buat para pengunjung.

Isinya, mengharap pengunjung memberikan sumbangan sukarela bagi biaya perawatan makam yg mencapai 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 20 juta sehari.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/03/082200527/.Berburu.Makam.Asli.Karl.Marx.di.Kota.London
Terima kasih sudah membaca berita “Berburu” Makam Asli Karl Marx di Kota London. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "“Berburu” Makam Asli Karl Marx Di Kota London"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.