Berbelanja Disinari Mentari Bali

No comment 82 views

Berikut artikel Berbelanja Disinari Mentari Bali, Semoga bermanfaat

MAU belanja-belanja cantik, nyemil-nyemil penganan ringan dan berat, serta menikmati perawatan spa? Lalu, seusai berlelah-lelah shopping lanjut manicure-pedicure, Anda sekaligus mampu menikmati hangatnya cahaya mentari. Pengalaman itu hanya ada di Bali.

Desainer kenamaan yang berasal Malaysia sekaligus Direktur Utama Melium Sdn Bhd, Dato’ Seri Farah Khan, Kamis (2/6/2016), mengklaim milik semacam solusi bagi segala ”kebutuhan” itu.

Sebagai seorang desainer terkenal sekaligus pemilik merek-merek adibusana dan aksesori berkelas dunia, Farah pastinya paham betul dengan kebutuhan para konsumen kalangan atas.

Di bawah bendera perusahaannya Farah membangun mal besar Seminyak Village, yg pada intinya coba menghadirkan konsep belanja, makan, dan bermain (shop, eat, and play) lengkap di bawah sesuatu atap.

Gedung mal seluas 18.000 meter persegi itu dibangun megah dengan sedikit keistimewaan di bagian atapnya. Bagian atap gedung terbuat dari bahan seperti polikarbonat transparan khusus, yg bahkan dapat menyerap sebagian besar panas sengatan sinar matahari.

Material khusus itu biasa digunakan di berbagai bandar udara di dunia. Presiden Direktur Melium Nusantara Dimitri Pantazaras menyebut pihaknya mengimpor bahan tadi segera dari Perancis.

Melium Nusantara sendiri adalah perusahaan pengembang properti yg juga sister company perusahaan induknya, Melium Sdn Bhd, Malaysia.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg dapat dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

”Tidak hanya kuat, bahan khusus itu juga jauh lebih ringan dari bahan kaca, ramah lingkungan, dan biaya perawatannya murah. Dengan memakai atap transparan seperti ini kita juga mengurangi penggunaan listrik bagi penerangan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Farah dan timnya mengundang sejumlah jurnalis mode yang berasal sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, dan juga Indonesia, termasuk Kompas, mengikuti kegiatan semacam tur wisata di Seminyak Village.

Acara yg juga didukung maskapai penerbangan AirAsia itu dimulai dengan perkenalan dan sambutan dari Farah, sambil para tamu undangan menyesap kopi dan mengudap berbagai camilan tradisional Indonesia di salah sesuatu restoran, Wahrung.

Beberapa macam penganan jenis onde-onde, bakwan lengkap dengan cabe rawit, lemper, nagasari, serta bakpia tersaji dalam piring-piring cantik bersusun.

Aroma sedap kopi tubruk khas Wahrung, yg isinya racikan kopi arabika dari sejumlah daerah Nusantara seperti Papua, Kintamani, dan Gayo, juga ikut membangkitkan sensasi indera penciuman.

Dalam paparannya sambil mengelilingi keluar-masuk gerai-gerai, Farah menyebut pusat belanja ini terdiri dari sedikitnya 30 toko dan restoran, dengan lebih dari 100 merek produk busana, aksesori, kosmetik, dan berbagai produk konsumen lainnya.

Farah sendiri memiliki merek produk busana yg sudah mendunia dan setidaknya dikenal di sedikitnya 70 ibu kota mode dunia jenis Milan dan Roma di Italia, Singapura, Dubai di Uni Emirat Arab, dan Los Angeles, Amerika Serikat.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg mampu dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

Busana buatan Farah diketahui juga dipakai sejumlah selebritas dunia jenis Paris Hilton, Ashanti, Yolanda Hadid, dan Vanessa Hudgens.

Selain itu juga tampak dijual sejumlah barang bermerek kelas atas dunia jenis Rococo, MC2 Saint Barth, Naga By Milo, dan MCM. Semuanya merek-merek premium kelas internasional.

Walau begitu, Seminyak Village, tambah Farah, tetap tidak lupa juga menampung dan mengangkat berbagai barang kerajinan hasil produksi dalam negeri, terutama yg dihasilkan para perajin Bali.

Tentunya sebelum masuk dan dijual di situ, barang-barang kerajinan tadi harus melalui proses seleksi kualitas tersendiri sehingga dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan para konsumen di Seminyak Village.

Berbagai macam barang kerajinan akan dari anyaman, pahatan kayu, lukisan, kain tenun dan batik, hingga berbagai bentuk perhiasan perak dan batu alam dipajang dan dijual di gerai khusus, Indonesian Emporium.

”Dalam setiap produk kerajinan tangan yg dipasarkan di Indonesian Emporium setiap orang mampu melihat refleksi sekaligus esensi Indonesia, terutama Bali, yg modern, kontemporer, berbudi pekerti halus, serta berbudaya,” ujar Farah yg telah tinggal di Bali sejak lebih dari beberapa dekade lalu.

Lokal tapi global

Selain diajak mengelilingi keluar-masuk toko, rombongan jurnalis juga diajak coba berbagai jenis kuliner dan minuman ketika masuk jam makan siang. Selain secangkir kopi tubruk racikan ala Wahrung, kita berkesempatan pula mencicipi salah sesuatu menu andalan restoran itu.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg dapat dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

Menurut sang pemilik, Louis Wah (68), bahkan ”orang bule” pun tidak mulai dapat menolak buat mencicipi menu-menu makanan khas Indonesia buatannya.

Beberapa menu masakan khas Indonesia yg dijualnya seperti nasi rendang dan nasi campur bali. Untuk menu-menu itu Wah mengaku milik racikan dari hasil kreasinya sendiri, terutama agar mampu menarik perhatian para pembeli yg kebanyakan kalangan orang asing.

Salah sesuatu kiat yg diterapkan dalam menu nasi rendang adalah dengan memakai bahan-bahan ”premium” sesuai standar orang asing, antara yang lain daging sirloin. Dia mengaku berani diadu, daging rendang menu racikannya jauh lebih empuk ketimbang di warung atau restoran biasa.

Wah berpendapat, boleh saja dia menyajikan menu-menu lokal. Akan tetapi, tetap masakan yg disajikan harus berstandar cita rasa global. Tidak cuma menu lokal, bahkan bagi menu andalan yang lain jenis roti burger, Wah berani memakai daging wagyu.

”Memang harganya menjadi sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya sesuai dengan lidah dan cita rasa kalangan konsumen pembeli di sini,” ujar pria murah senyum kelahiran Shanghai, Tiongkok, yg sebetulnya lebih menjadi seorang pelukis ketimbang juru masak itu.

Wah, yg sempat lama bermukim di London, Inggris, dan hijrah ke Bali ketika krisis moneter mengguncang Indonesia itu juga menjamin masakan buatan restorannya sama sekali tidak memakai bahan berpengawet atau penyedap rasa kimiawi.

”Semua menu yg disajikan di restoran ini dapat dibilang sesuai selera aku sendiri. Saya percaya dengan cita rasa aku selama puluhan tahun ini,” tambah Wah yg beristrikan seorang perempuan yang berasal Jombang, Jawa Timur.

Tidak mengherankan kemudian seandainya dalam menu daging sapi rendang kreasinya itu juga ditaburi serundeng gurih, yg terbuat dari parutan daging kelapa.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg mampu dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

Selain menu makanan berat dan camilan Nusantara, Wahrung juga menyajikan menu banyak negara lain. Beberapa dari kawasan Asia Tenggara seperti kari ayam merah vietnam atau kari bebek hijau thailand.

Selain itu juga berbagai hidangan pasta ala Italia, Chicken Tikka Masala ala India, aneka menu roti burger atau croissant dengan beragam isian, variasi daging steik, dan juga beragam menu daging panggang (barbecue).

Setelah lelah mengelilingi dan mengunjungi sejumlah toko dan restoran, para undangan diminta memilih buat mengambil paket relaksasi, baik berbentuk pijat ringan di bagian leher dan bahu serta hand scrub maupun paket perawatan jari dan kuku.

Paket pijat yg kalian pilih berlangsung di Spring Spa, yg lokasinya terletak di lantai paling atas. Sementara paket perawatan kuku dan jari berlangsung di Vita Luxe Nail & Beauty Bar. Masing-masing paket perawatan tadi berlangsung sekitar 15 menit. (WISNU DEWABRATA)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/24/061500627/Berbelanja.Disinari.Mentari.Bali
Terima kasih sudah membaca berita Berbelanja Disinari Mentari Bali. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Berbelanja Disinari Mentari Bali

No comment 82 views

Berikut artikel Berbelanja Disinari Mentari Bali, Semoga bermanfaat

MAU belanja-belanja cantik, nyemil-nyemil penganan ringan dan berat, serta menikmati perawatan spa? Lalu, seusai berlelah-lelah shopping lanjut manicure-pedicure, Anda sekaligus mampu menikmati hangatnya cahaya mentari. Pengalaman itu hanya ada di Bali.

Desainer kenamaan yang berasal Malaysia sekaligus Direktur Utama Melium Sdn Bhd, Dato’ Seri Farah Khan, Kamis (2/6/2016), mengklaim milik semacam solusi buat seluruh ”kebutuhan” itu.

Sebagai seorang desainer terkenal sekaligus pemilik merek-merek adibusana dan aksesori berkelas dunia, Farah pastinya paham betul dengan kebutuhan para konsumen kalangan atas.

Di bawah bendera perusahaannya Farah membangun mal besar Seminyak Village, yg pada intinya coba menghadirkan konsep belanja, makan, dan bermain (shop, eat, and play) lengkap di bawah sesuatu atap.

Gedung mal seluas 18.000 meter persegi itu dibangun megah dengan sedikit keistimewaan di bagian atapnya. Bagian atap gedung terbuat dari bahan seperti polikarbonat transparan khusus, yg bahkan dapat menyerap sebagian besar panas sengatan sinar matahari.

Material khusus itu biasa digunakan di berbagai bandar udara di dunia. Presiden Direktur Melium Nusantara Dimitri Pantazaras menyebut pihaknya mengimpor bahan tadi segera dari Perancis.

Melium Nusantara sendiri adalah perusahaan pengembang properti yg juga sister company perusahaan induknya, Melium Sdn Bhd, Malaysia.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg dapat dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

”Tidak hanya kuat, bahan khusus itu juga jauh lebih ringan dari bahan kaca, ramah lingkungan, dan biaya perawatannya murah. Dengan memakai atap transparan seperti ini kalian juga mengurangi penggunaan listrik buat penerangan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Farah dan timnya mengundang sejumlah jurnalis mode yang berasal sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, dan juga Indonesia, termasuk Kompas, mengikuti kegiatan semacam tur wisata di Seminyak Village.

Acara yg juga didukung maskapai penerbangan AirAsia itu dimulai dengan perkenalan dan sambutan dari Farah, sambil para tamu undangan menyesap kopi dan mengudap berbagai camilan tradisional Indonesia di salah sesuatu restoran, Wahrung.

Beberapa macam penganan jenis onde-onde, bakwan lengkap dengan cabe rawit, lemper, nagasari, serta bakpia tersaji dalam piring-piring cantik bersusun.

Aroma sedap kopi tubruk khas Wahrung, yg isinya racikan kopi arabika dari sejumlah daerah Nusantara seperti Papua, Kintamani, dan Gayo, juga ikut membangkitkan sensasi indera penciuman.

Dalam paparannya sambil mengelilingi keluar-masuk gerai-gerai, Farah menyebut pusat belanja ini terdiri dari sedikitnya 30 toko dan restoran, dengan lebih dari 100 merek produk busana, aksesori, kosmetik, dan berbagai produk konsumen lainnya.

Farah sendiri memiliki merek produk busana yg sudah mendunia dan setidaknya dikenal di sedikitnya 70 ibu kota mode dunia jenis Milan dan Roma di Italia, Singapura, Dubai di Uni Emirat Arab, dan Los Angeles, Amerika Serikat.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg dapat dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

Busana buatan Farah diketahui juga dipakai sejumlah selebritas dunia jenis Paris Hilton, Ashanti, Yolanda Hadid, dan Vanessa Hudgens.

Selain itu juga tampak dijual sejumlah barang bermerek kelas atas dunia jenis Rococo, MC2 Saint Barth, Naga By Milo, dan MCM. Semuanya merek-merek premium kelas internasional.

Walau begitu, Seminyak Village, tambah Farah, tetap tidak lupa juga menampung dan mengangkat berbagai barang kerajinan hasil produksi dalam negeri, terutama yg dihasilkan para perajin Bali.

Tentunya sebelum masuk dan dijual di situ, barang-barang kerajinan tadi harus melalui proses seleksi kualitas tersendiri sehingga bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan para konsumen di Seminyak Village.

Berbagai macam barang kerajinan akan dari anyaman, pahatan kayu, lukisan, kain tenun dan batik, hingga berbagai bentuk perhiasan perak dan batu alam dipajang dan dijual di gerai khusus, Indonesian Emporium.

”Dalam setiap produk kerajinan tangan yg dipasarkan di Indonesian Emporium setiap orang bisa melihat refleksi sekaligus esensi Indonesia, terutama Bali, yg modern, kontemporer, berbudi pekerti halus, serta berbudaya,” ujar Farah yg telah tinggal di Bali sejak lebih dari beberapa dekade lalu.

Lokal tapi global

Selain diajak mengelilingi keluar-masuk toko, rombongan jurnalis juga diajak coba berbagai jenis kuliner dan minuman ketika masuk jam makan siang. Selain secangkir kopi tubruk racikan ala Wahrung, kalian berkesempatan pula mencicipi salah sesuatu menu andalan restoran itu.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg dapat dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

Menurut sang pemilik, Louis Wah (68), bahkan ”orang bule” pun tidak mulai dapat menolak bagi mencicipi menu-menu makanan khas Indonesia buatannya.

Beberapa menu masakan khas Indonesia yg dijualnya seperti nasi rendang dan nasi campur bali. Untuk menu-menu itu Wah mengaku milik racikan dari hasil kreasinya sendiri, terutama agar dapat menarik perhatian para pembeli yg kebanyakan kalangan orang asing.

Salah sesuatu kiat yg diterapkan dalam menu nasi rendang adalah dengan memakai bahan-bahan ”premium” sesuai standar orang asing, antara yang lain daging sirloin. Dia mengaku berani diadu, daging rendang menu racikannya jauh lebih empuk ketimbang di warung atau restoran biasa.

Wah berpendapat, boleh saja dia menyajikan menu-menu lokal. Akan tetapi, tetap masakan yg disajikan harus berstandar cita rasa global. Tidak cuma menu lokal, bahkan bagi menu andalan yang lain jenis roti burger, Wah berani memakai daging wagyu.

”Memang harganya menjadi sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya sesuai dengan lidah dan cita rasa kalangan konsumen pembeli di sini,” ujar pria murah senyum kelahiran Shanghai, Tiongkok, yg sebetulnya lebih menjadi seorang pelukis ketimbang juru masak itu.

Wah, yg sempat lama bermukim di London, Inggris, dan hijrah ke Bali ketika krisis moneter mengguncang Indonesia itu juga menjamin masakan buatan restorannya sama sekali tidak memakai bahan berpengawet atau penyedap rasa kimiawi.

”Semua menu yg disajikan di restoran ini mampu dibilang sesuai selera aku sendiri. Saya percaya dengan cita rasa aku selama puluhan tahun ini,” tambah Wah yg beristrikan seorang perempuan yang berasal Jombang, Jawa Timur.

Tidak mengherankan kemudian seandainya dalam menu daging sapi rendang kreasinya itu juga ditaburi serundeng gurih, yg terbuat dari parutan daging kelapa.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Berbagai lokasi di Seminyak Village, Kuta, Bali, yg dapat dinikmati pengunjung, Kamis (2/6/2016).

Selain menu makanan berat dan camilan Nusantara, Wahrung juga menyajikan menu banyak negara lain. Beberapa dari kawasan Asia Tenggara seperti kari ayam merah vietnam atau kari bebek hijau thailand.

Selain itu juga berbagai hidangan pasta ala Italia, Chicken Tikka Masala ala India, aneka menu roti burger atau croissant dengan beragam isian, variasi daging steik, dan juga beragam menu daging panggang (barbecue).

Setelah lelah mengelilingi dan mengunjungi sejumlah toko dan restoran, para undangan diminta memilih buat mengambil paket relaksasi, baik berbentuk pijat ringan di bagian leher dan bahu serta hand scrub maupun paket perawatan jari dan kuku.

Paket pijat yg kita pilih berlangsung di Spring Spa, yg lokasinya terletak di lantai paling atas. Sementara paket perawatan kuku dan jari berlangsung di Vita Luxe Nail & Beauty Bar. Masing-masing paket perawatan tadi berlangsung sekitar 15 menit. (WISNU DEWABRATA)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/24/061500627/Berbelanja.Disinari.Mentari.Bali
Terima kasih sudah membaca berita Berbelanja Disinari Mentari Bali. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berbelanja Disinari Mentari Bali"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.