Beramal Dengan Wisata Sepeda Di Kawasan Angkor Wat, Kamboja

No comment 110 views

Berikut artikel Beramal dengan Wisata Sepeda di Kawasan Angkor Wat, Kamboja, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Saat liburan, traveler juga mampu sekalian beramal. Contohnya dengan mengikuti kegiatan bersepeda di komplek Angkor Wat, kamboja.

Trend wisata masa kini, khususnya buat generasi muda, bukan cuma mencari tempat indah ataupun eksotik yg menantang nyali. Juga bukan cuma berlomba-lomba mencari paket wisata dengan harga murah. Sekarang akan marak istilah travel for good atau wisata bagi kebaikan.

Visit.org adalah sebuah platform teknologi gratis yg berisi keterangan tentang ratusan tour yg diselenggarakan oleh berbagai organisasi nirlaba di lebih dari 40 negara. Semua pendapatan disalurkan segera ke organisasi penyelenggara buat membiayai kegiatan sosial.

Minggu dahulu aku berkunjung ke Siem Reap, Kamboja, pintu gerbang ke Kawasan Angkor. Daerah seluas 400 km2 dengan ratusan candi yg yaitu pusat pemerintahan Kekaisaran Khmer dari abad 9 sampai dengan abad ke 15.

Pada masa kejayaannya, tempat ini dihuni oleh sesuatu juta orang, sehingga yaitu kota terbesar sebelum zaman revolusi industri.

Umumnya wisatawan berkunjung ke Angkor dengan memakai taxi, tuk-tuk atau kendaraan pribadi. Namun aku ingin coba hal baru sesuai keterangan di visit.org, merupakan Bike the Majestic Temples of Angkor bersama organisasi nirlaba lokal bernama Khmer for Khmer Organization. 

Dengan bersepeda aku bisa mengelilingi sesuka hati di daerah Angkor dan masuk ke berbagai pelosok yg terlarang untuk mobil maupun kendaraan bermotor lainnya.

Hari Senin lalu, seorang pemandu muda dari Khmer for Khmer Organization yg bernama Luk menjemput aku di tempat penginapan pada pukul 04.30 pagi. Dia fasih berbahasa Inggris dan bertanya apakah aku Terzi Niode dari Omar Niode Foundation.

Luk kemudian menerangkan bahwa wisata dengan memakai mountain bike ini menempuh jarak 40 km, menyusuri jalan raya, jalan berbukit, sawah-sawah dan kebun-kebun bagi bisa melihat 5 buah candi yg dipilih serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Biaya buat tour bersama Khmer for Khmer Organization ditetapkan minimum US$40 (Rp 773 ribu), namun mulai sangat dihargai seandainya dapat memberi lebih. Tiket masuk ke Kawasan Angkor sebesar US$20 (Rp 386 ribu) buat sesuatu hari, $40 buat 3 hari dan $60 (Rp 1,1 juta) bagi 7 hari, yg harus digunakan berturut-turut.

Untungnya hari itu tak hujan dan juga tak terlalu panas, namun perjalanan ini cukup menantang karena tidak jarang kalian bersepeda naik turun bukit dan melewati jalan berbatu.

Saya bukan seorang atlit, namun karena diseling dengan istirahat sambil melihat berbagai candi yg ada kelelahan segera sirna, apalagi seandainya membayangkan bagaimana para pekerja membangun tempat ini ratusan tahun yg lalu.

Candi-candi yg aku kunjungi adalah Angkor Wat, Bayon, Angkor Thom, Preah Khan dan Ta Prohm. Angkor Wat adalah candi terbesar, dengan luas 200 hektar dan menara yg menjulang setinggi 213 meter.

Sedangkan Ta Prohm adalah candi yg bersaing dengan alam, karena pohon-pohon raksasa yg membelitnya. Sengaja dibiarkan demikian buat efek misteri dan fotografi yg mencekam.

Bike the Majestic Temples of Angkor hari itu berakhir pukul 16.00 sore. Saya sangat puas karena telah melaksanakan travel for good, beramal, menolong Khmer for Khmer Organization menanggung pendidikan 250 anak-anak yg kurang bisa serta memungkinkan para pemuda mengikuti pelatihan keterampilan seperti menjahit, memperbaiki motor, maupun memakai komputer.

Yang paling berkesan dari tour di Kawasan Angkor ini adalah aku seolah-olah menempuh perjalanan waktu dari abad ke 9 sampai abad ke 21.

 

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/20/115500/3232261/1025/beramal-dengan-wisata-sepeda-di-kawasan-angkor-wat-kamboja
Terima kasih sudah membaca berita Beramal dengan Wisata Sepeda di Kawasan Angkor Wat, Kamboja. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Beramal Dengan Wisata Sepeda Di Kawasan Angkor Wat, Kamboja"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.