Belitung, Tempat Waktu Berhenti Di Masa Lalu

No comment 109 views

Berikut artikel Belitung, Tempat Waktu Berhenti di Masa Lalu, Semoga bermanfaat

SAAT super benua Pangea bergerak dan terpecah ratusan juta tahun lalu, proses penciptaan Belitung dimulai. Kini, sisa pergerakan dan perpecahan daratan selama transisi triasik ke jurasik itu berwujud batu-batu raksasa yg antara yang lain tersebar di Pantai Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi.

Granit-granit itu bagian dari batolit, batuan beku yg menjadi dasar Indonesia barat. Timbul dan menyebar dari Senoa di tepi Laut Tiongkok Selatan hingga Tanjung Tinggi di tepi Selat Karimata, granit-granit itu berusia hingga 245 juta tahun.

Usia batu-batu di Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi hampir sama dengan umur fosil Nyasasaurus parringtoni (dinosaurus pertama di dunia). Fosil yg ditemukan di Tanzania itu dinyatakan berusia 240 juta tahun.

Granit di Belitung ketika ini terdorong dari perut bumi melalui proses yg berlangsung jutaan tahun. Gempa berulang selama jutaan tahun memecahkan badan batuan granit di perut bumi itu dan mengangkatnya ke permukaan bumi.

Pecahan-pecahan itu yg kemudian diinjak Ikal dan kawan-kawannya dalam film Laskar Pelangi. Ribuan orang pun mengikuti jejak Ikal hingga kini.

Pelancong Kanada, Carol, misalnya, mengakui keindahan itu. Dari puncak mercusuar di Pulau Lengkuas, pulau kecil di depan Pantai Tanjung Kelayang, Carol tidak henti-hentinya berdecak kagum dan memotret berbagai sisi pulau.

”Saya kadang melihat pantai di mana-mana, tapi ini luar biasa (incredible). Ini tak ada di tempat lain. Saya tak sengaja direkomendasikan oleh seorang Indonesia di Thailand dan aku sama sekali tak kecewa. Ini seperti surga yg selama ini tak diketahui orang. Lihat batu-batu itu,” katanya, pertengahan Juni lalu.

Masa dulu tak cuma mewariskan granit kepada Belitung. Dari generasi ke generasi, orang Belitung mendengar cerita soal bajak laut atau lanun. Dari rumahnya di dekat Pantai Serdang, Belitung Timur, Sayuti Saleh menjejak dan mencatat para kerabat lanun di Pulau Belitung.

Sayuti mengaku sebagai keturunan ketujuh dari lanun yg pernah bermarkas di Air Saga, kawasan di pinggiran Tanjung Pandan, Belitung.

Dari banyak versi, ada yg menyebut para lanun itu adalah prajurit laut buat Sriwijaya. Mereka menavigasi kapal-kapal yg membayar pajak ke Sriwijaya. Kapal yg tak membayar pajak mulai diserang, dulu karam di perairan Belitung. Ada pula yg karam karena penyebab lain.

Arkeolog Belitung, Alwan Hadi, menyebut, hingga kini telah diidentifikasi paling tak 10 lokasi barang muatan kapal tenggelam (BMKT) di pesisir Belitung. Ada banyak lokasi BMKT yang lain yg belum diidentifikasi.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/28/150800027/Belitung.Tempat.Waktu.Berhenti.di.Masa.Lalu
Terima kasih sudah membaca berita Belitung, Tempat Waktu Berhenti di Masa Lalu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Belitung, Tempat Waktu Berhenti Di Masa Lalu"