Belanja Oleh-oleh Tape Ketan Kuningan, Ini Cara Bedakan Sudah Matang Atau Belum

Berikut artikel Belanja Oleh-oleh Tape Ketan Kuningan, Ini Cara Bedakan Sudah Matang atau Belum, Semoga bermanfaat

KUNINGAN, KOMPAS.com – Mudik melewati Kabupaten Kuningan, jangan lupa membeli buah tangan khasnya, salah satunya tape ketan. Namun, membelinya tidak mampu sembarangan, perlu pengetahuan khusus bagi memilih yg telah matang atau belum.

Erna Soen, Manager “Teh Diah” salah sesuatu sentra oleh-oleh Kuningan yg terus ramai dikunjungi wisatawan berbagi tips memilih tape ketan yg benar. Ia menyampaikan dalam menentukan bagi membeli yg telah matang atau belum, mampu disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.

“Yang utama dapat bedain mana yg telah mateng mana yg belum, supaya tak salah bawa atau kasih ke saudara,” ujar Erna, kepada KompasTravel di sentra oleh-oleh Teh Diah, Jumat (8/7/2016).

Seharusnya produsen ketan terus mencantumkan kapan tanggal pembuatan dan kapan tanggal kematangan dari setiap tape ketan. Namun semakin banyak produsen, menurut Erna telah jarang yg mencantumkannya, tinggal wisatawan yg pintar menyeleksi setiap membeli tape ketan tersebut.

Berikut tips cara membedakan oleh-oleh Tape Ketan Ember khas Kuningan, yg dihimpun KompasTravel:

1. Berair

Tape ketan yg telah matang mulai akan mengeluarkan air hasil fermentasi ketan. Oleh karena itu tidak heran ember menjadi tempat yg khas buat membungkus tape tersebut, agar air di dalamnya tidak berceceran.

Air hasil fermentasi tersebut sangat segar seandainya diminum dan rasanya manis. Tak jarang banyak wisatawan yg menggemari tape dengan tingkat kematangan tinggi karena mengandung banyak air.

2. Tercium wangi alkohol yg menyengat

“Air hasil fermentasinya mengandung alkohol alami, makanya bau alkoholnya kecium semakin matang semakin menyengat,” ujar Erna.

Wangi alkohol yg semakin menyengat saat matang tersebut berasal dari air hasil fermentasi tape. Oleh karena itu tingkat kematangan harus disesuaikan juga dengan jarak tempuh dan kendaraan yg dipakai ketika mudik.

Erna menyampaikan dua yg membawa tape dalam kondisi matang kerap tak bisa membawanya dalam pesawat ketika pulang.

3. Semakin matang semakin lembek

Selain aroma rasa dan tekstur pun ikut berubah sesuai kematangan tape. Tape ketan yg telah matang mulai bertekstur lembek dan lembut. Jika belum matang, tekstur tape sendiri seperti butiran nasi yg keras, berwarna putih kehijauan akibat daun katuk.

4. Terlalu matang rasanya mulai semakin tajam

Berbeda orang, berbeda juga selera rasanya. Jika Anda ingin merasakan tape yg lebih kuat rasa manis dan alkoholnya, cobalah tape yg telah sangat matang. Namun seandainya tak menyukai rasa yg terlalu tajam, cobalah tape yg baru sehari atau beberapa hari matangnya.

“Semakin matang, rasanya itu semakin tajam, kalau kata orang sunda ‘nyegrak’ manisnya,” ujar Erna.

Tingkat kematangan tape sendiri maksimal 10 hari dengan suhu ruangan atau 1 bulan di dalam lemari pendingin. Jika Anda membelinya dalam kondisi belum matang, tinggal menutup embernya di suhu ruangan, tunggu dua hari maka tape tersebut mulai terfermentasi dengan sendirinya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/10/140600427/Belanja.Oleh-oleh.Tape.Ketan.Kuningan.Ini.Cara.Bedakan.Sudah.Matang.atau.Belum
Terima kasih sudah membaca berita Belanja Oleh-oleh Tape Ketan Kuningan, Ini Cara Bedakan Sudah Matang atau Belum. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Belanja Oleh-oleh Tape Ketan Kuningan, Ini Cara Bedakan Sudah Matang Atau Belum"