Belajar Perjuangan Hidup Lewat Museum Bentoel Di Malang

No comment 117 views

Berikut artikel Belajar Perjuangan Hidup Lewat Museum Bentoel di Malang, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Di Malang ada pabrik rokok yg besar bernama Bentoel. Rupanya cikal bakal Bentoel ini telah ada sejak tahun 1930. Wisatawan mampu mengenal cikal bakal pendirinya di Museum Bentoel, Malang.

Saya bukan perokok dan tak menyukai asap rokok. Namun, bukan berarti aku antipati dengan Museum Sejarah Bentoel yg notabene museum pelopor salah sesuatu industri rokok terkenal dari kota Malang. Dari museum ini aku mampu meneladani kegigihan dari pendirinya, Ong Hok Liong.

Meskipun aku besar di kota Malang, aku baru mengetahui keberadaan museum ini baru-baru ini. Tidak banyak teman-teman yg mengetahui keberadaannya. Sehingga aku pun mengandalkan mesin pencari buat menemukan museum ini.

Dari mesin pencari tersebut aku mengetahui lokasi Museum Sejarah Bentoel di Jalan Wiromargo 32 atau dahulu dikenal sebagai Pecinan Kecil. Untuk mencapai museum ini aku mampu naik angkutan apa saja yg melewati pasar besar, seperti AG dan AMG, baru kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Oleh karena posisi sedang berada di stasiun Kota Baru, Malang, maka aku pun perlu naik angkutan umum beberapa kali atau juga dapat naik ABG dulu dilanjutkan berjalan kaki yg lumayan bagi siang yg panas ini. Seorang pengemudi becak motor menawarkan bagi mengantar dengan tarif Rp 15 ribu. Harganya tergolong wajar sehingga aku pun mengiyakannya.

Dengan naik becak motor, waktu perjalananpun menjadi singkat. Hanya berkisar 15 menitan dari stasiun. Museumnya memang tidak jauh dari deretan toko di pasar besar. Lokasinya masuk gang dan tak ada petunjuk arah sehingga tak banyak yg mengetahui keberadaan museum ini.

Tidak ada biaya atau tiket masuk. Pengunjung cukup mengisi buku tamu di pos satpam. Museum ini buka setiap hari kecuali hari Selasa merupakan pukul 10.00-16.00 WIB.

Halaman museum yg dulunya rumah pribadi Ong Hok Liong ini nampak asri. Ada beberapa bangunan. Bangunan yg lebih kecil biasanya digunakan bagi pertemuan. Bangunan yg lebih besar buat menyimpan koleksi museum.

Bangunan rumah ini sudah berusia seabad lebih. Bangunannya kokoh, nyaman dan anggun. Di bagian depan rumah terdapat meja kursi tamu dan juga foto pemimpin Bentoel.

Kemudian ada ruangan galeri foto, galeri cengkeh, berbagai merk rokok Bentoel Group, tentang Bentoel Group, dan Bentoel masa kini. Ada juga barang-barang antik peninggalan sang pendiri, seperti telepon, radio, sepeda, dan sebagainya.

Perjalanan Bentoel dimulai tahun 1930 dimana pendirinya, Ong Hok Liong akan bereksperimen dengan tembakau dan cengkeh bagi menciptakan racikan rokok yg nikmat dengan industri rumahan bernama Strootjes Fabrik Ong Hok Liong. Saat itu nama merk rokoknya seperti Toerki, Kelabang, Boeroeng, Djeroeh Manis, dan Kendang.

Baru pada tahun 1935 setelah melakukan perjalanan spiritual, ia menamakan produknya Bentoel. Sesuai dengan nama tanaman di daerah tersebut. Maka lahirlah rokok Tjap Bentoel.

Oh iya mungkin ada di antara Kalian yg belum tahu apa itu bentoel. Ada yg menyebutnya talas. Zaman aku kecil, tak susah sih menemukan tanaman umbi-umbian ini. Umbi ini biasanya dimasak dengan dikukus dan dimakan dengan ditaburi sedikit garam. Rasanya gurih dan mengenyangkan.

Kembali ke sejarah Bentoel, pada tahun 1954 nama perusahaannya berganti menjadi PT Perusahaan Tjap Bentoel. Lalu pada 1972 baru akan dibangun kompleks industri Bentoel seperti di lokasi ketika ini. Kemudian pada tahun 2010, Bentoel dimerger dengan British American Tobaco dan kemudian menjadi Bentoel Group.

Pada ruangan lainnya aku melihat foto-foto bagaimana karyawan pabrik rokok jaman dahulu memetik bahan-bahan rokok dan menjemurnya. Bagaimana mereka membuat rokok kretek buatan tangan dan kemudian memakai mesin, serta suasana pabrik rokok jaman dulu.

Di ruangan berikutnya, dijelaskan cara membuat rokok kretek dari manual hingga memakai mesin berteknologi. Bahan baku rokok adalah tembakau dan cengkeh. Untuk membuat racikan rokok yg nikmat, tentunya perlu mengetahui citarasa berbagai cengkeh yg ada di Indonesia.

Saya bukan perokok sehingga aku tak milik ikatan dengan berbagai merk rokok yg terpajang di sini. Saya cuma mengenali dua merk. Salah satunya Bentoel Biru yg pernah disukai ayah aku hingga ia berhenti merokok.

Bentoel sudah menjadi bagian dari kota Malang sehingga sejarah perjalanan Bentoel juga sedikit bersentuhan dengan sejarah kota Malang. Dari kunjungan ke museum ini aku melihat mimpi seorang awam dalam sebuah rokok yg ternyata terwujud berkat kegigihannya.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/01/133500/3256808/1025/belajar-perjuangan-hidup-lewat-museum-bentoel-di-malang
Terima kasih sudah membaca berita Belajar Perjuangan Hidup Lewat Museum Bentoel di Malang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Belajar Perjuangan Hidup Lewat Museum Bentoel Di Malang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.