Belajar Cinta Indonesia (Lagi) Di Rumah Bung Karno Bengkulu

No comment 174 views

Berikut artikel Belajar Cinta Indonesia (Lagi) di Rumah Bung Karno Bengkulu, Semoga bermanfaat

Bengkulu – Cukup telah seluruh hate speech di medsos itu. Kita segala harus piknik ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu dan belajar mencintai lagi Indonesia.

Presiden Soekarno adalah sosok fenomenal dan menginspirasi. Puncak perjuangannya adalah menjadi proklamator dan memimpin negara ini bersama sahabatnya Mohammad Hatta.

Namun sebelumnya, hidupnya penuh perjuangan. Pemerintah kolonial Belanda takut dengan sepak terjangnya dan membuang Soekarno ke Bengkulu pada 1938-1942.

Rumah pengasingannya masih terawat baik dan dikunjungi detikTravel, Kamis (17/11/2016). Rumah ini beralamat di Jl Soekarno-Hatta no 8, Bengkulu. Halamannya tampak luas dengan rumput dicukur rapi.

(Fitraya/detikTravel)(Fitraya/detikTravel)

Rumah ini dibangun tahun 1918 oleh Tjang Tjeng Kwat, penyalur bahan pokok bagi pemerintah kolonial Belanda. Luas bangunan 9×18,5 meter dan luas tanahnya 40.434 m2.

Sore itu, rumah Bung Karno ramai wisatawan. Masuk ke teras kalian mesti melepas alas kaki. Kamar di sebelah teras adalah ruang kerja Bung Karno.

Di sini lah ia bekerja sebagai seorang arsitek merancang Masjid Jami Bengkulu dan dua rumah lain. Di ruang ini juga dipajang koleksi bukunya.

Soekarno muda membaca apa saja, dari buku politik, musik, budaya, agama bahkan sampai cerita misteri. Di ruang tamu ada sesuatu set meja kursi dan sepeda ontel yg dia pakai buat keliling kota.

(Fitraya/detikTravel)(Fitraya/detikTravel)

Agak ke belakang ada kamar tidur dia dan Ibu Inggit Ganarsih. Di sudut kamar ada sajadah terlipat.

“Suka ada tokoh dan pejabat yg salat di kamar ini, kalau sedang ada ikhtiar,” kata Diky seorang pemandu kepada detikTravel.

Teras belakang adalah ruang makan. Kemudian ada bangunan terpisah buat kamar mandi, dapur dan kamar pembantu.

Foto-foto adalah benda yg menarik di rumah ini. Betapa kalian mampu melihat aktivitas Soekarno bersama komunitas teater lokal dan komunitas bulu tangkis. Ada juga foto Fatmawati muda, gadis yg kemudian mencuri hatinya.

Berkunjung ke rumahnya, kami dapat melihat pembuangan Soekarno oleh Belanda ke Bengkulu tak membuat Soekarno berhenti berpikir. Lihat saja jejeran buku yg dibacanya.

(Fitraya/detikTravel)(Fitraya/detikTravel)

Soekarno juga larut dalam kegiatan komunitas, bukan berdiam diri di rumah dan prihatin. Dia pun berkumpul dengan tokoh-tokoh yang lain dengan latar belakang etnis yg berbeda, baik pribumi dan Tionghoa. Berdiskusi dan bertukar pikiran.

Kalau Soekarno saja mampu merajut kebhinekaan, kenapa hari ini kalian pilih-pilih teman? Kenapa hari ini kami mau saja dijebak dalam sekat-sekat etnis dan agama? Kenapa hari ini kalian menelan begitu saja sebuah kabar tanpa melalui proses diskusi yg mencerahkan seperti Soekarno dan kawan-kawan lakukan dulu.

Kita harus malu pada Soekarno. Rumah Pengasingan Bung Karno sungguh yaitu tempat inspiratif. Lihatlah bagaimana dia memupuk cintanya bagi negeri, sementara kami malah asyik memupuk benci. Ayo tiba ke Bengkulu dan biarkan Soekarno memanjangkan sumbu di kepala kita… (fay/krn)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/11/18/075500/3348217/1519/belajar-cinta-indonesia–lagi–di-rumah-bung-karno-bengkulu
Terima kasih sudah membaca berita Belajar Cinta Indonesia (Lagi) di Rumah Bung Karno Bengkulu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Belajar Cinta Indonesia (Lagi) Di Rumah Bung Karno Bengkulu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.