Begitu Magis, Terhipnotis Tari Kecak Di Pura Uluwatu

No comment 97 views

Berikut artikel Begitu Magis, Terhipnotis Tari Kecak di Pura Uluwatu, Semoga bermanfaat

ULUWATU, KOMPAS.com – Banyak turis yg sengaja melewatkan pentas tari kecak di Pura Uluwatu karena menganggap atraksi tersebut terlalu mainstream. Padahal, tari yg sesuatu ini sangat memanjakan panca-indera penontonnya.

Kecak adalah salah sesuatu tarian paling unik dari Pulau Dewata. Kecak tak diiringi alat musik atau gamelan apa pun, tapi paduan suara “cak” sekitar 70 orang pria yg berlangsung sesuatu jam tanpa henti.

Kecak berasal dari tarian sakral “Sang Hyang”, sesuatu orang yg kemasukan roh berkomunikasi dengan dewa atau leluhur yg disucikan. Menggunakan tubuh si penari, dewa atau leluhur mampu mengatakan sabdanya.

Baru sejak 1930-an tari kecak disisipkan epos Ramayana, yg hingga kini dapat dinikmati wisatawan. Tempat terbaik bagi menonton kecak adalah Pura Luhur Uluwatu yg terletak di Desa Adat Pecatu, Kabupaten Badung.

Pura Luhur Uluwatu adalah salah sesuatu pura penting sekaligus yg disucikan di Bali. Terletak 70 meter di atas tebing, Pura Luhur Uluwatu milik panorama laut lepas yg aduhai indahnya.

Di area luar pura terdapat teater outdoor dengan panorama sunset dan laut lepas. Di sinilah pertunjukan tari kecak digelar pukul 18.00 Wita setiap harinya.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Di area luar Pura Luhur Uluwatu terdapat teater outdoor dengan panorama sunset dan laut lepas. Di sinilah pertunjukan tari kecak digelar pukul 18.00 Wita setiap harinya.

KompasTravel berkesempatan menonton tari kecak di Pura Luhur Uluwatu dua waktu lalu. Meski bulan Ramadhan, pura tersebut tetap dijejali turis, terutama mancanegara. Rombongan turis China, India, dan tentunya Australia tampak mendominasi.

Teater berbentuk lingkaran dengan deretan kursi menghadap laut lepas akan dimasuki wisatawan sekitar pukul 16.00 Wita. Meski terlalu dini buat menonton kecak, mereka ingin mendapat spot paling ciamik buat memotret atraksi tersebut.

Sekitar pukul 17.45 Wita, hampir segala tempat duduk di teater tersebut telah terisi. Pertunjukan pun dimulai. Sebanyak 70 pria, masing-masing mengenakan kain poleng memasuki arena.

Epos Ramayana yg dikisahkan dalam tari kecak kira-kira begini: karena akal jahat Dewi Kakayi (ibu tiri) dari Sri Rama, Putra Mahkota dari Kerajaan Ayodya diasingkan dari istana ayahnya, yakni Sang Prabu Dasa Rata. Ditemani adik laki-lakinya serta istrinya yg setia, Dewi Sita, Sri Rama pergi ke Hutan Dandaka.

Saat mereka datang di hutan, Prabu Dasamuka (Rahwana) mengetahui keberadaan mereka. Rahwana pun terpikat kecantikan Dewi Sita. Dia dulu berupaya menculik Dewi Sita.

Upaya itu berhasil. Rama pun berusaha membantu istrinya dari cengkeraman raja yg kejam itu. Atas bantuan bala tentara kera di bawah panglima Hanoman, mereka berhasil merebut Dewi Sita.

Merasa terlalu rumit buat diikuti? Anda tak sendiri. Begitu pertunjukan dimulai, decak kagum terdengar jelas dari para turis. Puluhan pria yg berteriak “cak cak cak”, gerakan tari Sri Rama dan Dewi Sita yg memukau, serta kedatangan Hanoman yg disertai riuhnya tepuk tangan. Dengan latar sunset dan laut lepas, pertunjukan ini benar-benar menghipnotis pengunjungnya.

Adegan demi adegan berlangsung cepat. Salah sesuatu momen paling magis adalah saat Hanoman dikelilingi sabut kelapa yg dibakar. Panglima kera itu berhasil keluar dari “lingkaran api” yg semakin lama semakin menjadi-jadi. Langit telah berganti gelap, suasana semakin mencekam.

Menjelang akhir acara, tanpa disangka-sangka, Rahwana menghambur ke tengah arena dan mengajak ngobrol para pengunjung.

Celotehan Rahwana menuai gelak tawa dari para pengunjung, terutama warga asing. Seusai panjang lebar dalam bahasa Bali, dia bertanya kepada penonton, “Do you understand (Anda mengerti)?” 

Disambut dengan teriakan pasti, “Noooo (Tidak)!” 

If you don’t understand, then I hope you understand (Jika Anda tak mengerti, aku harap Anda mengerti),” kata Rahwana, disusul gelak tawa dan tepukan tangan gerombolan turis Australia di deretan bangku sebelah kanan. 

Meski kecak adalah tarian sakral, pertunjukan ini tak membosankan karena unsur humor yg disisipkan di akhir acara. Seusai pertunjukan, para penonton pun bertepuk tangan puas. Banyak pula yg mendatangi Hanoman bagi bersalaman atau sekadar selfie.

Harga tiket pertunjukan tari kecak adalah Rp 100.000 per orang. Meski diadakan setiap hari, tiket biasanya telah habis menjelang sore. Pastikan Anda stand by di lokasi akan siang hari agar tidak kehabisan tiket.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/22/084109027/begitu.magis.terhipnotis.tari.kecak.di.pura.uluwatu
Terima kasih sudah membaca berita Begitu Magis, Terhipnotis Tari Kecak di Pura Uluwatu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Begitu Magis, Terhipnotis Tari Kecak Di Pura Uluwatu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.