Bedolob, Pengadilan Tuhan Suku Dayak Agabag

No comment 150 views

Berikut artikel Bedolob, Pengadilan Tuhan Suku Dayak Agabag, Semoga bermanfaat

NUNUKAN, KOMPAS.com – Di tengah kepercayaan terhadap kekuatan roh nenek moyangnya, Suku Dayak Agabak di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara memiliki tradisi unik dalam menyelesaikan permasalahan yg terjadi di antara mereka.

Suku Dayak yg mendiami wilayah perbatasan ini memiliki tradisi Bedolob. Bedolob adalah sebuah tradisi pengadilan Tuhan di Suku Dayak Agabak yg masih dipelihara hingga ketika ini. Bedolob yaitu langkah terakhir yg diambil bagi penyelesaian sengketa yg terjadi di antara sesama warga dayak Agabak seandainya penyelesaian secara musyawarah adat tak menghasilkan solusi untuk kedua belah pihak.

“Bedolob itu adalah hakim tertingginya Dayak Agabag saat ada masalah yg tak mampu diurus secara kekeluargaan atau adat,” ujar Baji Misak, salah sesuatu tokoh muda Suku Dayak Adabag.

Tingginya sanksi sosial serta efek psikologis dalam tradisi Bedolob membuat warga Dayak Agabag tak gegabah menyelesaikan sebuah permasalahan dengan tradisi tersebut. Kasus yg biasanya diselesaikan dengan tradisi Bedolob beragam, dari perkara pencurian, perselingkuhan, sengketa tanah, hingga pembunuhan.

Biasanya tetua adat mulai berusaha menyelesaikan perselisihan di antara warganya dengan cara musyawarah secara kekeluargaan maupun secara adat. Karena bagi menggelar ritual Bedolob, selain membutuhkan biaya besar buat menyediakan tebusan untuk yg kalah dalam pelaksanaan ritual.

Kedua belah pihak harus menyediakan tebusan yg biasanya berupa guci kuno yg harganya puluhan hingga ratusan juta rupiah atau berupa hewan ternak seperti babi sesuai dengan kesepakatan sebelum ritual dimulai.

“Bagi yg kalah dalam Bedolob ya harus menanggung konsekuensi, membayar tebusan yg sudah disepakati,” katanya.

Untuk menggelar upacara Bedolob yaitu hak prerogatif dari tetua adat. Berhasil tidaknya pelaksanaan Bedolob sangat bergantung kepada tetua adat.

Untuk menggelar Bedolob selain membutuhkan tempat pelaksanaan yg mengharuskan di sebuah sungai, tetua adat juga harus mempersiapkan persyaratan seperti kayu rambutan hutan atau kalambuku sebagai penanda lokasi pelaku Bedolob serta persyaratan upacara pemanggilan roh leluhur.

Untuk pemanggilan roh leluhur dibutuhkan upacara serta peralatan seperti beras kuning, jantung pisang, kain kuning, kain merah dan pohon kalambuku. Dalam upacara pemanggilan roh, segala roh nenek moyang dari darat, dari laut dipanggil bagi menyaksikan jalannya prosesi Bedolob.

Tetapi inti dari upacara pemanggilan roh adalah kalian minta izin kepada Tuhan buat mengadili keduanya. “Upacara pemanggilan roh dengan cara jantung pisang dipukul-pukul ke tanah sekitar 5 menit. Setelah dirasa leluhur kami telah hadir,” kata Bajik Misak.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/28/211600727/Bedolob.Pengadilan.Tuhan.Suku.Dayak.Agabag
Terima kasih sudah membaca berita Bedolob, Pengadilan Tuhan Suku Dayak Agabag. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bedolob, Pengadilan Tuhan Suku Dayak Agabag"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.