Banyuwangi Segera Buat Perda Desa Wisata

No comment 120 views

Berikut artikel Banyuwangi Segera Buat Perda Desa Wisata, Semoga bermanfaat

BANYUWANGI, KOMPAS.com – DPRD Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sudah menerbitkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Desa Wisata bagi mendorong percepatan pengembangan kawasan wisata di wilayah Banyuwangi.

Saat ini raperda tersebut proses diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi mendapat persetujuan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada KompasTravel, Jumat (30/12/2016) menjelaskan, raperda tentang desa wisata ini adalah sebagai langkah cepat daerah merespons perkembangan wisata di tingkat desa.

“Potensi wisata desa atau wisata di kampung-kampung cukup besar. Nanti dengan adanya perda desa wisata ini, desa diberi kesempatan buat mengembangkan wisata yg ada di wilayahnya. Dalam perda tersebut telah diatur tentang ruang lingkup, promosi desa serta sebagai upaya mendorong partisipasi publik buat mengembangkan wisata,” jelas Anas.

(BACA: Berkunjung ke Banyuwangi? Ini Destinasi Wisata yg Wajib Dikunjungi)

Perda tersebut juga mengatur bagaimana pengelolaannya, struktur organisasniya, serta usaha yg dapat dikelola di dalamnya.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Rumah apung di Bangsring Underwater. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Anas mencontohkan seandainya di daerah tersebut ada investor yg ingin membangun desa, masyarakat mampu menyediakan lahan dan pengelolaannya melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Ke depannya kami juga mampu melakukan kerja sama dengan pihak ketiga tanpa aturan yg berbelit-belit apalagi Banyuwangi telah menjalin kerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengembangkan industri kreatif berbasis desa,” kata Anas.

(BACA: Anas: Kami Kembangkan Wisata Banyuwangi Nyaris dari Nol)

Saat ini di Banyuwangi terdapat 10 desa wisata desa yg sudah berkembang merupakan Desa Bangsring Wongsorejo yg mengembangkan wisata Bangsring Underwater, Desa Gombengsari Kalipuro wisata kopi dan susu kambing etawa, Desa Tamansari Licin di lereng kaki Ijen yg mengembangkan wisata belerang, dan desa adat Kemiren Glagah.

Juga ada Desa Sumberbuluh Songgon dengan wisata Rumah Pohon, Desa Sumberagung, Pesanggaran dengan wisata Pulau Merah dan Pantai Mustika. Desa Sarongan, Pantai Sukamade dan Rajegwesi, Desa Alian dan Alas Malang, wisata budaya kebo-keboan dan Desa Banjar, wisata sadap nira.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda menjelaskan raperda ini dibuat sebagai payung hukum untuk desa-desa yg memiliki potensi wisata agar mampu tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Ira Rachmawati Wisata hutan pinus di Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, cocok bagi wisatawan yg suka selfie.

“Raperda tentang Desa Wisata ini juga mengharuskan investor melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” katanya.

Selain itu, lanjut Bramuda, raperda itu juga mengatur prinsip penyelenggaraan desa wisata, pembangunan/pengembangan desa wisata, kawasan strategis desa wisata, organisasi pengelolaan desa wisata, usaha pariwisata desa, hak/kewajiban dan larangan, koordinasi hingga pendanaan serta sanksi administrasi desa wisata.

“Termasuk juga bagaimana pengelolaan desa wisata hingga macam usaha pariwisata desa yg ada di desa. Seperti penyediaan akomodasi, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman wisata,” kata Bramuda.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/30/100900027/banyuwangi.segera.buat.perda.desa.wisata
Terima kasih sudah membaca berita Banyuwangi Segera Buat Perda Desa Wisata. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Banyuwangi Segera Buat Perda Desa Wisata"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.