Banyuwangi Ijen Green Run, Sensasi Berlari Di Perkebunan

No comment 139 views

Berikut artikel Banyuwangi Ijen Green Run, Sensasi Berlari di Perkebunan, Semoga bermanfaat

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebanyak 400 pelari mengikuti ajang ‘Banyuwangi Ijen Green Run’ yg baru pertama kali digelar oleh Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur.

Para pelari ada yg berasal dari Jakarta, Denpasar, Surabaya, Bekasi, Samarinda, Bogor, Pasuruan, Malang, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Bekasi, Gresik, Tangerang, Samarinda, dan Palembang.

Tak ketinggalan pula, pelari dari kota di sekitar Banyuwangi, seperti Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo. Mereka diberangkatkan dari lapangan Perkebunan Kalibendo, Sabtu (3/12/2016) dengan tiga kategori lomba merupakan 6 kilometer, 12 kilometer, dan 25 kilometer.

(BACA: “Mantu Kucing”, Ritual Minta Hujan Warga Grajagan Banyuwangi)

Bekas hujan semalaman dan cuaca yg sedikit mendung membuat para pelari benar-benar menikmati sensasi berlari di tengah perkebunan melintasi lereng Gunung Ijen, perkebunan jagung, perkebunan karet dan perkebunan kopi serta areal persawahan.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Pelari melintas di jalur Banyuwangi Ijen Green Run, Sabtu (3/12/2016).

Bukan cuma itu mereka juga menyusuri jalur yg cukup menantang, akan dari tanjakan, turunan yg curam sampai menyeberangi sungai.

“Kurangi speed saja. Harus tetap safety. Namanya juga lari happy. Sekalian lihat pemandangan yg sangat indah,” kata Kelik, salah sesuatu peserta.

Hal senada juga diungkapkan Rudi, salah sesuatu pelari. Menurutnya salah sesuatu spot yg bagus adalah Puncak Seno yg berada di atas bukit.

“Pemandangannya luar biasa. Dari atas, kami mampu melihat kota Banyuwangi. Sangat indah. Lalu lewat perkebunan kopi yg sedang berkembang karena tadi baunya sangat wangi,” ujar Rudi.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Pelari ketika melintasi sungai di Banyuwangi Ijen Green Run, Sabtu (3/12/2016).

Salah seorang pemenang Ijen Green Run kategori 25K putri yang berasal Bandung, Ruth Theresia, juga terkesan dengan rute yg dilaluinya terutama 12 kilometer pertama yg selalu menanjak. ”Lumayan melelahkan tetapi untuk aku tak terlalu teknis. View-nya luar biasa,” ujar Ruth.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwat Anas ketika memberangkatkan para pelari sempat berpesan dengam nada gurauan. “Urusan nyampe atau tak itu urusan nomor dua. Yang penting selfie,” ujarnya sambil tertawa.

Selain itu kepada KompasTravel, Anas menyampaikan pihaknya mulai selalu mendorong pengembangan olahraga berbalut pariwisata atau sport tourism karena sangat cocok dikembangkan di Banyuwangi mengingat potensi alamnya yg mendukung.

”Ini yaitu cara kreatif buat mempromosikan daerah. Trail run melewati pegunungan di lereng Ijen tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sembari sehat di fisik, para pelari juga mulai terpuaskan dengan keindahan alam kawah Ijen,” ujar Anas.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Peserta Banyuwangi Ijen Green Run ketika mendaki Bukit Seno, perkebunan Kalibendo, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/12/2016).

Dia menyampaikan acara tersebut mulai dijadikan agenda tahunan dan masuk pada agenda Banyuwangi Festival.

“Banyak yg usul kalau acara ini jangan diadakan akhir tahun tetapi pertengahan tahun. Selain itu pemberitahuan juga diminta jauh-jauh hari dan itu menjadi masukan untuk kita bagi penyelenggaran tahun depan agar lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/05/102000227/banyuwangi.ijen.green.run.sensasi.berlari.di.perkebunan
Terima kasih sudah membaca berita Banyuwangi Ijen Green Run, Sensasi Berlari di Perkebunan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Banyuwangi Ijen Green Run, Sensasi Berlari Di Perkebunan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.