Bangun Pariwisata Morotai, Jababeka Gandeng Mitra Dari Taiwan

No comment 142 views

Berikut artikel Bangun Pariwisata Morotai, Jababeka Gandeng Mitra dari Taiwan, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Morotai Jababeka positif ngebut mengembangkan destinasi prioritas di Morotai, Provinsi Maluku Utara. Mereka mulai menggandeng mitra dari Taiwan, bagi membangun amenitas dan atraksi di areal seluas 1.200 hektare (ha) yg telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata itu.

“Saya yakin, tak lama lagi Morotai mulai hidup dan menjadi salah sesuatu destinasi kelas dunia yg mampu diandalkan buat menarik wisman,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers Puskom Publik Kemenpar kepada KompasTravel, Selasa (31/5/2016).

Jababeka mulai mengembangkan bisnis di kawasan Morotai itu secara bertahap. Tahap awal, Jababeka mulai membangun 10.000 rumah dengan sasaran kelas menengah, dan hotel yg terdiri dari 10.000 kamar. Selanjutnya, perusahaan tersebut mulai membangun tempat pariwisata, sekolah buat mensuplai SDM di sana.

Gambar besarnya adalah mengembangkan industri pertanian, perikanan, dan perdagangan, termasuk menggandeng teknologi Taiwan. Perikanan dan pertanian, Taiwan salah sesuatu ahlinya. Jababeka bersiap menggelontorkan dana sekitar Rp 6,8 triliun.

Sumber dananya, selain internal juga dari investor. Jababeka tidak ragu menganggarkan dana sebesar itu karena menilai Morotai memiliki potensi ekonomi yg menjanjikan.

Morotai yg terletak di Kepulauan Halmahera itu memiliki atraksi berupa pemandangan alam yg indah. Morotai juga strategis, berada di antara jalur pelayaran Asia dan Australia.

“Morotai milik keunikan, milik kelebihan dari wilayah yg lain. Lokasinya dapat menjangkau dari Australia sampai Jepang. Prediksi kami, Morotai mulai berkembang buat 100 tahun,” ujar advisor pengembang Jababeka Morotai, Basuri T Purnama.

Kolaborasi pengembangan pun akan dirancang. Jababeka yg berhasil mengembangkan kawasan industri daerah Cikarang hingga menjadi yg terbesar di Asia Tenggara mengundang investor Taiwan buat membangun sekolah pariwisata di Morotai serta melatih karyawan lokal.

KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Wisatawan menikmati keindahan alam Pulau Dodola, Morotai, Maluku Utara, Jumat (14/9/2012). Pulau Dodola yaitu salah sesuatu objek wisata di Morotai yg sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, Jababeka juga ikut mengundang pengusaha-pengusaha Taiwan bagi berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pariwisata bernilai triliunan rupiah ini. “Nantinya Pulau Morotai mampu dikembangkan menjadi Singapura-nya kawasan Timur Indonesia,” tambah Basuri.

Kepala Perwakilan Perdagangan dan Ekonomi Taipei di Indonesia (TETO), Andrew Hsia, merasa  terhormat dengan undangan tadi. Dia mengatakan, pihaknya mulai selalu menindaklanjuti kesepakatan pengembangan Pulau Morotai dengan berbagai pihak di Indonesia.

“Perusahaan-perusahaan Taiwan bersiap menolong mengembangkan budi daya ikan, pertanian, turisme dan industri perbankan. Saya perkirakan, orang mulai pindah dari mana-mana ke Morotai buat bekerja di bidang perikanan, eko-turisme dan infrastruktur,” ujar Andrew.

Tenaga Ahli bidang Pariwisata Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Bambang Susanto menyatakan, pariwisata mulai dijadikan sebagai core pembangunan penting di Morotai.

“Ada Taiwan, Amerika Serikat, Jepang dan China yg telah menyatakan I will invest. Dari banyaknya tawaran itu maka Bapak Menko (Menko Maritim dan Sumber Daya) sedang mengupayakan aturannya biar semuanya berjalan lancar,” ujar Bambang.

Selain potensi bahari, Morotai memiliki potensi sejarah. Tempat ini yaitu titik pertempuran terhebat Perang Dunia II antara Sekutu dengan Jepang. Sehingga di wilayah perairannya, antara yang lain Pulau Dodola, Pulau Kolorai, dan Mitita menjadi spot-spot diving yg menghadirkan pemandangan bawah air nuansa Perang Dunia II.

“Jepang dan Amerika sebenarnya mengincar Morotai karena mereka ingin mengenang para veteran-veterannya di situ. Di Morotai juga ada Zum zum McArthur karena pemimpin perang orang Amerika itu pernah mendarat di pulau itu,” kata Bambang.

Bambang memaparkan, selain potensi bahari dan sejarah yg dimiliki Morotai, Presiden Jokowi sudah menyatakan “Go Morotai”. Hal tersebut menurut Bambang menjadi sebuah Affirmative Policy yg sangat mendukung menjadikan Morotai sebagai tujuan penting wisata bagi wilayah Indonesia timur.

KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTO Muhlis Eso dan benda-benda peninggalan Perang Dunia II di Pulau Morotai, Maluku Utara, pada tahun 1940-an.

Sebagai Gerbang Pasifik, yg letaknya berdekatan dengan negara-negara utama di kawasan Asia Pasifik, Morotai telah memiliki bandara berskala internasional sepanjang 3.000 meter yg lebih canggih ketimbang Soekarno-Hatta.

“Makanya itu kita sangat optimis dengan Morotai, dan diharapkan juga dari pengembangan itu mulai meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Bambang.

Kendati banyak potensi yg melimpah di Morotai, Bambang menyatakan masih ada kendala serius yg tengah dihadapi oleh pemerintah dalam pengembangan itu yakni persoalan ketenagakerjaan. Namun, bagi mengatasi persoalan itu pihaknya tengah menyiapkan berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) buat menopang industri yg mulai dibangun.

Selanjutnya, daerah berpenduduk 100.000 jiwa itu juga mulai dibangun berbagai sekolah kejuruan terkait dengan pelayaran, perkapalan, perikanan, keperawatan, manajemen pariwisata dan lain-lain.

“Karena animo dari investor meningkat kalian mulai kembangkan semua potensi yg ada di Morotai termasuk SDM-nya,” pungkasnya.

KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTO Jembatan pasir putih sepanjang kurang lebih 500 meter menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil di Morotai, Maluku Utara. Keindahan alam dan wisata sejarah, terutama peninggalan Perang Dunia II, menjadi daya tarik penting di kawasan yg terletak di bibir Pasifik ini.

Pemerintah juga mulai mengembangkan Desa Wisata di Morotai guna menjaga tradisi dan kebudayaan luhur masyarakat setempat agar tak tergerus dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yg berkunjung ke Morotai.

Dari aspek lingkungan juga tengah diperhatikan pemerintah. Industri perkapalan yg dibangun dijamin tak membahayakan lingkungan akibat pembuangan pollutan. “Kita jamin segala industri yg mulai kalian kembangkan di Morotai tak merusak lingkungan,” tutupnya. (*)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/01/082400027/Bangun.Pariwisata.Morotai.Jababeka.Gandeng.Mitra.dari.Taiwan
Terima kasih sudah membaca berita Bangun Pariwisata Morotai, Jababeka Gandeng Mitra dari Taiwan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bangun Pariwisata Morotai, Jababeka Gandeng Mitra Dari Taiwan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.