Balada Diserbu Hujan Dan Badai Di Jepang

No comment 122 views

Berikut artikel Balada Diserbu Hujan dan Badai di Jepang, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Liburan keliling Jepang tentu menyenangkan. Tapi kalau diterjang hujan, kabut dan badai, maka siapkanlah plan B yg tak kalah serunya.

Bagi sebagian orang, Jepang adalah destinasi impian. Keindahan alam dan beragam atraksi wisata yg dimiliki Negari Sakura itu adalah magnet kuat buat wisatawan yg ingin berlibur kesana. Begitu juga saya, istri dan teman-teman yg plesiran ke sana akhir September lalu.

Agenda perjalanan telah disiapkan jauh-jauh hari. Hakone, Kawaguchiko, Kyoto dan Tokyo telah masuk dalam daftar tujuan. Namun kenyataaan berkata lain. Lebih dari sebagian dari daftar destinasi tersebut terpaksa dibatalkan karena sesuatu hal, hujan!

Ya, kalian tak menduga seandainya bulan September adalah bulan paling kelam di Jepang karena hujan mulai turun sepanjang hari. Dari delapan hari kalian berada disana, cuma hari ketiga dan hari terakhir ketika kembali ke Indonesia saja matahari bersinar terang.

Bahkan di hari kedua ketika aku dan istri ke Kawaguchiko Lake, badai menerjang! Dua payung yg kalian bawa menjadi korbannya. Jangankan melihat gunung Fuji dari tepi danau, kita cuma mampu menikmati secangkir kopi panas bagi menghangatkan tubuh dari dalam toko suvenir sambil melihat kabut yg menutupi pemandangan indah yg ada di angan-angan.

Belajar dari pengalaman tersebut, agenda ke Kyoto dan Hakone pada hari berikutnya pun dibatalkan. Alhasil kalian lebih banyak berwisata di seputaran Tokyo saja. Itu pun masih tak semulus yg diharapkan.

Bayangkan saja, Tokyo Sky Tree yg menjulang tinggi dan sangat dekat dari Senso Ji Temple di Asakusa saja tak kelihatan sama sekali karena tertutup kabut tebal.

Untungnya kita mempersiapkan plan B merupakan berbelanja. Sudah kepalang gagal, agenda wisatanya diubah saja menjadi urusan bisnis. Destinasi pun berubah menjadi mal ke mal dan outlet ke outlet.

Bukan sekedar belanja bagi oleh-oleh, tapi membeli barang-barang pesanan orang atau yg ketika ini trendnya disebut jasa titip. Plan B ini pun berjalan sukses. Koper yg awalnya lowong, menjadi terisi penuh. Malah salah sesuatu teman aku harus membeli koper tambahan buat memboyong ratusan CD musik yg dibelinya.

Rasa kecewa karena gagal menyinggahi destinasi favorit pun terobati dengan keuntungan hasil bisnis. Lumayanlah mampu menutup biaya penginapan selama disana. Malah kegagalan tersebut membuat kalian penasaran buat ke Jepang lagi. Tentunya dengan mempersiapkan plan B seperti sebelumnya.

Tidak ada salahnya traveler yg ingin berlibur, terutama ke luar negeri, bagi mempersiapkan plan B demi mengantisipasi agenda perjalanan yg tak sesuai harapan. Siapa tahu agenda cadangan yg dipersiapkan justru lebih menyenangkan dari agenda awal.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/12/26/120000/3318867/1025/balada-diserbu-hujan-dan-badai-di-jepang
Terima kasih sudah membaca berita Balada Diserbu Hujan dan Badai di Jepang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Balada Diserbu Hujan Dan Badai Di Jepang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.