Bakso Dan Silat Curi Perhatian Orang Rumania

No comment 96 views

Berikut artikel Bakso dan Silat Curi Perhatian Orang Rumania, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Akhir minggu lalu, masyarakat Bucharest di Rumania dibikin heboh oleh pentas budaya dan kuliner Indonesia. Bakso dan pancak silat yg paling mencuri perhatian.

KBRI Bucharest dan Masyarakat Diaspora Indonesia di Romania menyelenggarakan Indonesian Market, Sabtu 28 Mei 2016. Pentas Budaya, kuliner, dan produk Indonesia ini bisa menarik minat ratusan pengunjung masyarakat Rumania.

KBRI Bucharest dan Masyarakat Diaspora Indonesia di Romania menyelenggarakan kegiatan Piaţa Indonezia (Indonesian Market) edisi kedua, setelah berhasil pada edisi pertama pada bulan Mei 2015 lalu. Kegiatan yg diselenggarakan Sabtu 28 Mei 2016 ini dapat menyedot ratusan pengunjung. Bahkan di undangan yg dipublish di media sosial konfirmasi kehadiran mencapai lebih dari 600 orang. Ratusan pengunjung akan berdatangan dari pukul 11 pagi sehingga 15.30 yg kebanyakan Warga Negara Romania, di samping masyarakat Indonesia di Bucharest dan sekitarnya.

Pentas Budaya disajikan seperti tari cendrawasih dari Bali, tarian betawi, tarian jawa barat, tarian surabaya, pagelaran angklung hingga pencak silat. Yang menarik adalah pertunjukkan pencak silat dibawakan oleh warga asli Romania. Sambil menikmati pagelaran budaya, pengunjung menikmati kuliner tradisional Indonesia seperti sate ayam/kambing, bakso, somai, risol, kue gulung, asinan, rendang, sampai minuman es teh dan es teler.

Kerajinan dan produk asli Indonesia juga disediakan seperti batik, wayang kulit, bahkan kopi arabika Indonesia. Bapak Dubes KBRI buat Romania dan Republik Moldavia, Diar Nurbintoro, ikut menyambut dan berbaur bersama pengunjung dalam suasana yg akrab dan cair. Ajang budaya ini bisa menjadi promosi kebudayaan Indonesia karena pengunjung dengan antusias mengabadikan event tersebut dan menyebarkan foto-foto dan video mereka ke media sosial.

Bagi Warga Negara Indonesia yg merantau di luar negeri tentu mengalami kerinduan yg mendalam bagi menikmati kuliner Indonesia, seperti sate, bakso, somai, bahkan minuman seperti es teller. Belum bertemu dan mengobrol dengan sesama anak bangsa di rantau dengan memakai bahasa Indonesia. Apalagi menikmati keindahan budaya bangsa seperti tari-tarian tradisional dan musik tradisional.

KBRI biasanya bekerja sama dengan Diaspora Indonesia di luar negeri menfasilitasi masyarakat Indonesia di luar negeri, tak cuma warung konsuler buat pelayananan passpor, akte kelahiran, dan layanan yang lain tapi juga mengadakan acara festival budaya dan kuliner. Lebih dari itu acara festival budaya mampu memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal.

Bersama teman kerja aku orang Italia, Sabtu 28 Mei 2016, jam 10.30 kalian telah berangkat dari Magurele menuju Kedutaan besar Indonesia di Bucharest bagi mengunjungi Piata Indonezia atau Pasar Indonesia. Magurele ibarat Depoknya Jakarta, tapi lebih jauh sedikit sehingga bagi mencapai lokasi dibutuhkan waktu 1 jam dengan memakai angkutan umum. Kami memakai angkutan kota yg disebut Maxi Taxi dengan tarif 2,5 Lei (RON) dan kemudian berganti dengan bus dengan tarif 1,5 Lei (dibayar dengan kartu) buat mencapai Bucharest, strada Gina Patrichi, alamat KBRI di Bucharest.

Tiba di lokasi disambut orang Indonesia, aku pun memakai bahasa Indonesia. Bapak Wimpi, insinyur teknik petrolium yg dari tahun 1970 di Romania, menyambut dengan hangat meski baru pertama kali bertemu dan segera membawa dan memperkenalkan dengan Bapak Dubes yg sedang ikut berdiri di dalam menyambut dua tamu. Pak Wimpi menjadi lokal staff setelah pensiun, dan keramahan Bapak Dubes (Bapak Diar Nurbintoro) menjadi pengobat sendiri untuk aku yg merantau lama di luar negeri. Baru sesuatu bulan lebih di Bucharest setelah hampir 10 tahun di Italia.

Di dalam halaman KBRI berdiri panggung kebudayaan dan beberapa group stand merupakan stand kuliner yg menyediakan berbagai kuliner tradisional dan stand produk Indonesia yg menyediakan berbagai kerajinan dan produk Indonesia. Transaksi cuma diperbolehkan dengan kupon, sehingga kita membeli kupon terlebih dahulu, sisa kupon mampu direimborse ke panitia.

Hal yg pertama kali dikerjakan adalah memburu kuliner Indonesia. Saya jelaskan teman aku yg orang Italia gambaran dari Makanan Indonesia dan memberikan rekomendasi makanan yg harus dicoba. Makanan pertama adalah bakso. Saya membelikan bakso dan berniat cuma membeli makanan berbasis sayur dan ikan, karena sebagai muslim di luar rumah aku menjaga makanan yg dimakan, dan menghindari daging. Kalau di rumah mampu membeli daging dari Macelleria (tukang daging di Italia), sedangkan di Romania karena baru aku belum tahu.

Iseng-iseng aku tanya ke Mbak yg menjual Bakso, mbak dagingnya halal nggak? Mbaknya meresponse, Mas panitia membeli dagingnya dari toko Al Amir, toko daging muslim. Alhamdulilah aku dapat menikmati bakso, tanpa terbang ke Belanda, di mana banyak komunitas Indonesia.

Kamipun membawa mangkok buat mencari tempat duduk di depan panggung budaya. Berbagai tarian tradisional disajikan, setelah tarian cendrawasih dari Bali, berganti dengan tarian betawi, dan tarian dari Jawa Barat mirip jaipong. Setelah menyelesaikan bakso kalian pun berganti membeli sate ayam, risol, somai, dan coba makanan yang lain terutama teman orang Italia yg sangat menikmati event tersebut dan cocok dengan makanan yg disediakan. Sebanyak 120 Lei habis, sisa 3 Lei karena makanan habis terjual. Temanku sangat suka dengan batik sehingga dia pun membeli batik sehingga hari itu kalian bersama-sama memakai batik.

Para pengunjung sangat menikmati pertunjukan budaya, sehingga mereka ramai-ramai mendekati panggung buat mengambil foto. Tiba-tiba banyak orang mengambil foto justru dari Panggung, kalian pun mendekati kerumunan orang, ternyata ada pertunjukan pencak silat yg dikerjakan tepat di bawah panggung budaya.

Wow, ternyata para pesilat semuanya bule, ada sekitar 5 atau 6 pesilat, sesuatu di antaranya wanita. Setelah sesuatu persatu memperagakan jurus-jurus silat, kemudian dilanjutkan dengan duel. Pengunjung sangat antusias melihat seni bela diri asli Indonesia. Bagi aku yg menarik adalah pesilatnya, yg tak ada orang Indonesia.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/05/30/132000/3220116/1025/bakso-amp-silat-curi-perhatian-orang-rumania
Terima kasih sudah membaca berita Bakso dan Silat Curi Perhatian Orang Rumania. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Bakso Dan Silat Curi Perhatian Orang Rumania"