“Altitude Mountain Sickness” Kerap Menerjang Pendaki Gunung Kinabalu

Berikut artikel “Altitude Mountain Sickness” Kerap Menerjang Pendaki Gunung Kinabalu, Semoga bermanfaat

KINABALU, KOMPAS.com – Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia, berstatus sebagai gunung tertinggi di Malaysia dan Pulau Borneo dengan ketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pemandangan alam, fasilitas serta berbagai kemudahan di sepanjang jalur mulai gampang ditemui pendaki Gunung Kinabalu. Di sepanjang jalur terdapat pos pendakian lengkap dengan toilet setiap sesuatu kilometer. Tak lupa, sinyal internet serta penginapan sebelum menuju puncak Gunung Kinabalu.

BACA JUGA: Kisah Mistis di Balik Gunung Kinabalu Malaysia

Namun, bukan berarti pendakian Gunung Kinabalu mulai terasa mudah. Pasalnya, penyakit di ketinggian atau dikenal dengan sebutan Accute Mountain Sickness (AMS) mampu menyerang pendaki.

Bentuk gejala AMS yg menyerang pendaki seperti rasa mual, sakit kepala, pusing, sesak napas, sulit tidur, dan lesu. Hal itu dijelaskan oleh pemandu pendakian Gunung Kinabalu, Rooney Langgam.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Dua pendaki yang berasal Indonesia tengah menyusuri jalur pendakian Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, masalah AMS di Gunung Kinabalu menyebabkan banyak pendaki gagal mencapai puncak Gunung Kinabalu. Bahkan, banyak pendaki telah terkena gejala AMS sejak mencapai titik awal pendakian di Timpohon Gate yakni di ketinggian sekitar 1.866 mdpl.

“Biasanya pusing dan muntah kalau kena AMS. Bahkan sampai ada pingsan,” kata Rooney kepada KompasTravel dalam perjalanan pendakian Gunung Kinabalu dua waktu yg lalu.

Biasanya, dalam setiap kali pendakian Gunung Kinabalu, terdapat sekitar 7-8 orang yg mengalami gejala AMS. Rooney menyampaikan setiap hari lebih dari 70 orang mendaki Gunung Kinabalu.

“Penyebabnya karena jalan terlalu cepat,” ujarnya.

BACA JUGA: Keren, Bisa Internetan di Puncak Gunung Kinabalu

KompasTravel sendiri sempat menemukan seorang pendaki yg urung mendaki Gunung Kinabalu selepas Timpohon Gate. Rooney menyebut pendaki tersebut terkena gejala AMS berupa pusing dan mual.

Beberapa cerita pendaki terkena AMS di Gunung Kinabalu juga sempat KompasTravel ketahui dari rekan yg pernah mendaki gunung itu. Pada 2013, seorang pendaki Indonesia, Ivy dipaksa turun ke tempat yg lebih rendah karena pusing dan muntah-muntah.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Jalur pendakian setelah Pos Pondok Kandis yg longsor akibat gempa Gunung Kinabalu Juli 2015 dulu dilihat pada Senin (21/11/2016). Dulu jalur di foto tersebut lebih lebar pada ketika sebelum gempa.

Rooney mencatat, biasanya pendaki mengalami gejala AMS sebelum mencapai pos beberapa yakni Pondok Ubah di ketinggian 2.095 mdpl. Biasanya pendaki-pendaki tersebut, lanjut Rooney, terlalu bersemangat mendaki Gunung Kinabalu selepas Timpohon Gate.

Memang diakui Rooney jalur pendakian Gunung Kinabalu terbilang landai. Hal itu membuat pendaki tidak jarang kali memacu langkah terlalu cepat.

KompasTravel sendiri mengalami perpindahan ketinggian yg terlalu cepat bahkan sejak akan berada di Kinabalu Park Headquarter di ketinggian 1.564 mdpl menuju Timpohon Gate. KompasTravel bersama pendaki yang lain diantar memakai mobil menuju ketinggian 1.866 mdpl.

BACA JUGA: Ini Perbedaan Jalur Pendakian Gunung Kinabalu Pasca-gempa 2015

Perpindahan ketinggian sekitar 300 meter secara vertikal tersebut ditempuh lebih kurang perjalanan 15 menit. Dalam waktu singkat tersebut, kemampuan tubuh bagi aklimatisasi harus dioptimalkan.

AMS sendiri biasanya terjadi karena semakin tinggi suatu dataran, tekanan atmosfer mulai semakin menurun. Hal itu mengakibatkan ketersediaan oksigen di udara menipis.

Dengan demikian, paru-paru dan jantung harus bekerja sangat keras buat mengkompensasi tipisnya oksigen. Jika pendaki terlalu cepat naik ke ketinggian tertentu tanpa adanya proses adaptasi tubuh atau aklimatisasi, di situlah AMS dapat menyerang.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/01/060500127/.altitude.mountain.sickness.kerap.menerjang.pendaki.gunung.kinabalu
Terima kasih sudah membaca berita “Altitude Mountain Sickness” Kerap Menerjang Pendaki Gunung Kinabalu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "“Altitude Mountain Sickness” Kerap Menerjang Pendaki Gunung Kinabalu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.