Akses Terbatas, Morotai Sulit Kembangkan Diri

No comment 121 views

Berikut artikel Akses Terbatas, Morotai Sulit Kembangkan Diri, Semoga bermanfaat

MANADO, KOMPAS – Pemerintah Kabupaten Morotai, Maluku Utara, kesulitan mengembangkan pariwisata Pulau Morotai yg masuk 10 destinasi unggulan pariwisata nasional.

Hal itu karena akses menuju Morotai, baik melalui udara maupun laut, sangat terbatas, Akibatnya, keindahan alam laut dan pantai yg eksotis di bibir Samudra Pasifik itu terasa hambar karena minimnya angka kedatangan wisatawan.

Bupati Kepulauan Morotai Weni Paraisu di Manado, Jumat (12/8/2016), mengatakan, angka kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2015 sekitar 1.000 orang, sedangkan wisatawan Nusantara 5.000. Dia mengatakan, persoalan mendasar pariwisata Morotai adalah transportasi dari dan menuju Morotai.

”Morotai ibarat gadis cantik yg tak pernah keluar dari kamar, siapa yg mau lihat,” kata Weni seusai menemui Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Dia berharap Pemerintah Provinsi Sulut mampu menolong Morotai mendatangkan turis asing dari Tiongkok yg membanjiri Manado sejak awal Juli lalu.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Muhlis Eso dan barang peninggalan Perang Dunia II di gubuk museum miliknya di Kecamatan Morotai Selatan, Kepulauan Morotai, Maluku Utara, Senin (18/7/2016).

Weni mengatakan, transportasi laut cuma menghubungkan Morotai-Ternate dan Morotai-Tobelo. Sementara penerbangan cuma ada sekali dalam sehari menghubungkan Manado-Ternate-Morotai. Masalah penerbangan menjadi krusial saat Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate ditutup.

”Pekan lalu, kalian nyaris terisolasi setelah Gunung Gamalama meletus, menutup bandara di Ternate. Sekuat apa pun promosi, tapi seandainya tak ada penerbangan ke Morotai rasanya percuma,” kata Weni.

Morotai selama empat hari terisolasi dari penerbangan setelah Gunung Gamalama erupsi, minggu lalu. Untuk keluar dan menuju Morotai, warga harus menyeberang lautan memakai perahu motor ke Kao, ibu kota Halmahera Utara, selanjutnya ke Manado.

Menjadi persinggahan

Dondokambey mengatakan, Sulut mulai menjadi persinggahan (hub) turis asing buat sejumlah destinasi penting pariwisata nasional, antara yang lain Morotai, Raja Ampat dan Wakatobi. Dari Manado mulai diusahakan penerbangan segera Manado-Sorong, Raja Ampat-Manado-Morotai, dan Manado-Wakatobi.

Untuk Manado-Sorong, sudah ada penerbangan segera oleh maskapai Garuda, sedangkan Manado-Morotai dan Manado-Wakatobi memakai Lion Air. ”Ini memang ironi. Manado yg tak masuk 10 destinasi pariwisata nasional harus menjadi hub buat wilayah wisata utama,” kata Dondokambey.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Dinding goa yg dilubangi Teruo Nakamura, di tepi air terjun di Desa Dehegila, Pulau Morotai, Maluku Utara, Minggu (17/7/2016). Teruo Nakamura, bersembunyi dari serangan tentara Amerika Serikat pada masa perang dunia kedua. Tentara Jepang berkewarganegaraan Taiwan tersebut bersembunyi sekitar 29 tahun di dalam hutan dan tahun 1974 diketemukan dan dikembalikan ke negara asalnya.

Sulut menjadi persinggahan setelah tiga maskapai penerbangan, yakni Lion Air, Sriwijaya dan Citilink, membuka penerbangan segera dari Manado ke tujuh kota penting di Tiongkok, antara yang lain Shanghai, Guangzhao, Hongkong, dan Makau.

Sebelumnya, Silk Air selama lima tahun membuka penerbangan segera Manado-Singapura empat kali dalam seminggu. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Sulut, sejak awal Juli hingga awal Agustus tercatat 10.000 turis asing masuk ke Manado. (ZAL)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Agustus 2016, di halaman 21 dengan judul “Akses Terbatas, Morotai Sulit Kembangkan Diri”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/15/072400327/Akses.Terbatas.Morotai.Sulit.Kembangkan.Diri
Terima kasih sudah membaca berita Akses Terbatas, Morotai Sulit Kembangkan Diri. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Akses Terbatas, Morotai Sulit Kembangkan Diri"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.