Akhir Pekan Seru Di Africa Van Java, Situbondo

No comment 96 views

Berikut artikel Akhir Pekan Seru di Africa Van Java, Situbondo, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Mau jelajah padang savana luas dengan hewan-hewan yg bebas berkeliaran, tiba saja ke Taman Nasional Baluran. Rasanya seperti di Afrika!

Afrika yg berpindah ke Indonesia, mungkin itu kata yg tepat buat menggambarkan keindahan dari Taman Nasional Baluran ini. Inilah hamparan yg luas di Pulau Jawa, membuat Anda yg berkunjung ke sini serasa berada di Afrika.

Di Baluran tersaji sungguhan alam menakjubkan, saat ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya bagi menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau besar yg gagah, belasan elang mencari makan, hingga lutung dan makaka yg bergelantungan.

Pada ketika libur Lebaran bulan dahulu aku diberi kesempatan bagi berkunjung ke Taman Nasional Baluran ini, sembari bersilaturahmi keluarga di daerah Banyuwangi aku pun sempatkan bagi menjelajah tempat-tempat indah di sepanjang perjalanan.

Ada dua tempat yg aku kunjungi kali ini yg mulai aku ceritakan dalam cerita berseri dan bersambung seperti drama Korea. Atau seandainya kami bermalas-malasan lebih enak buat melihat video pendek yg aku untuk pada ketika perjalanan, semoga dapat membuat gambaran lebih jelas mulai keindahan di dua destinasi yg aku kunjungi.

Perjalanan menuju Taman Nasional Baluran memakan waktu kurang lebih 6 jam dari Surabaya. Terletak di Kabupaten Situbondo dan sebagian Banyuwangi. Taman nasional ini luasnya 22.500 hektar. Ada tiga gunung yg mengapitnya merupakan Gunung Baluran, Merapi dan IJen.

Kalau dari Surabaya, Taman Nasional Baluran bisa dicapai dengan menyusuri pantai utara Jawa Timur ke arah timur, melewati kota Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan sebelum sampai di gerbang visitor center jalan raya mulai masuk ke dalam lebat hutan baluran kurang lebih 30 menit.

Letak visitor center tepat setelah jalan raya mulai keluar dari hutan baluran atau sebelum Desa Wongsorejo belok ke kiri. Untuk masuk ke kawasan Taman Nasional kalian diharapkan melapor di visitor center dan membayar tiket masuk sebesar Rp 10 ribu/mobil dan Rp 5 ribu/orang, cukup murah tentunya. Di sini pun kalian mampu menggali seluruh keterangan tentang taman nasional baluran ini.

Ada dua spot menarik di Taman Nasional Baluran ini di antaranya adalah padang savana bekol dan Pantai Bama. Untuk mencapai kedua spot tersebut kami harus menempuh jalanan yg membelah hutan dengan keadaan jalan yg beraspal mulus, tetapi mulusnya itu sekitar 10 tahun yg lalu.

Karena jalanan ketika ini dapat dibilang cukup rusak dan berbatu. Tapi tenang saja jalur cukup lebar dan aman buat dilalui mobil serta motor. Untuk mencapai savana bekol dari pos visitor kurang lebih ada 15 km dengan waktu tempuh 40 menit.

Sedangkan Pantai Bama berjarak 21 km. Selain jalan aspal di sekitar Bekol dan Bama tersedia jalur interpretasi baik bagi wisata biasa maupun wisata pendidikan. Mobil pun terguncang-guncang mengikuti kontur jalan yg hancur, tetapi cukup menarik ya karena inilah yg dinamakan petualangan.

Saya pribadi pun berharap jalan selamanya mulai seperti ini karena secara tak segera potensi pengunjung mulai tak terlalu besar dibandingkan dengan jalan yg mulus beraspal. Karena sebenarnya potensi pengunjung yg besar mulai sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan ekosistem di dalam kawasan Taman Nasional Baluran ini.  

Selepas jalur di lingkupan hutan hijau maka kalian mulai disajikan dengan hamparan padang berwarna kecoklatan. Inilah artinya bahwa kalian sampai di Savana Bekol. Pada ketika menyetir mobil di kawasan ini pun aku seperti sedang melakukan safari di Kenya.

Bagaimana tidak, sejauh mata memandang cuma padang rumput gersang dengan dua penghuninya yg akan bermunculan. Saya sangat beruntung kala itu bisa menyaksikan sekumpulan banteng tepat dihadapan, langsung aku memarkir mobil dan mengabadikan momen langka tersebut.

Mengapa langka? Ya, karena musim kemarau seperti ini waktu yg tepat buat kami berkunjung ke Taman Nasional Baluran karena segala penghuni mulai keluar disekitaran savana pada ketika pagi dan sore hari.

Hal ini mampu terjadi karena secara naluri mereka mulai mencari air dan keluar dari hutan hutan yg kering, di sekitar bekol ini sudah dibuat penampungan air pada ketika musim kemarau.

Menurut kabar yg beredar jumlah banteng cuma tinggal 30 ekor di sini, banteng semakin menyusut karena perburuan liar dan semakin berkurangnya lahan rumput karena serangan akasia yg mematikan rumput dan hampir menguasai 10% dari kawasan taman nasional.

Bila kami tiba pada ketika musim penghujan maka tumbuhan dan air sangat berlimpah sehingga penghuni taman seperti banteng dan kerbau Liar memilih masuk ke pedalaman taman dari pada bertatap muka dengan pengunjung. Akan tetapi, dua kelompok rusa, merak, ayam hutan dan beburungan lainnya dapat Anda lihat hilir mudik.

Di Bekol terdapat menara pandang di puncak bukit Bekol yg berketinggian 64 m dari permukaan laut. Dari menara ini mampu dilihat berbagai macam satwa seperti merak, ayam hutan, banteng, kerbau liar, rusa, kijang, babi hutan dan lain-lain pada waktu pagi dan sore hari, serta pemandangan yg indah di sekitar kawasan Baluran.

Fasilitas yang lain yg terdapat di Bekol adalah 3 buah pesanggrahan dengan kapasitas 28 orang, shelter, musola, barak jagawana, pos jaga, kantin dan tempat parkir. Ada sesuatu spot lagi yg menarik merupakan Pantai Bama.

Namun sayang ketika itu aku sudah kehilangan banyak waktu karena matahari telah masuk ke peraduannya dan tidak mungkin aku ke sana pada malam hari karena apa yg aku cari di malam hari kecuali mungkin melihat pasangan yg sedang memadu kasih (pasangan banteng maksudnya). Tapi yang lain kali aku pasti mulai berkunjung kembali ke Taman Nasional Baluran ini.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/10/01/115000/3309491/1025/akhir-pekan-seru-di-africa-van-java-situbondo
Terima kasih sudah membaca berita Akhir Pekan Seru di Africa Van Java, Situbondo. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Akhir Pekan Seru Di Africa Van Java, Situbondo"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.