Air Terjun Tempat Semedi Gajah Mada Yang Kini Populer

No comment 132 views

Berikut artikel Air Terjun Tempat Semedi Gajah Mada yang Kini Populer, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Air Terjun Madakaripura di Probolinggo, Jatim menyajikan pemandangan yg begitu memesona traveler. Air terjun ini diyakini yaitu tempat semedi Mahapatih Gajah Mada.

Alam adalah sebuah tempat pelarian yg akrab untuk manusia yg gelisah sejak lama. Alih-alih melarikan diri dari masalah hidup, atau sekadar mencari inspirasi. Alam justru memberikan pencerahan yg lebih besar.

Tak heran seandainya memang telah dari zaman dulu orang orang yg mencari suatu jati diri, pencerahan, atau inspirasi tempat pelarian mereka segala adalah tempat tempat sepi yg segera bersentuhan dengan alam, entah itu Gunung, air terjun, gua maupun lautan. Mulai dari zaman kerajaan masih berdiri, hingga ketika ini masih sangat banyak yg yakin seandainya alam adalah guru terbesar untuk kami umat manusia.

Begitu juga dengan Gajah Mada sang Mahapatih dari Kerajaan Majapahit dahulu. Beliau dengan banyak pasukan kerajaan kala itu memandang alam sebagai suatu yg sangat mereka hormati. Mereka membangun banyak petilasan dan candi di dua lereng gunung seperti Penanggungan, Arjuno, hingga ke Semeru.

Gajah Mada pun sempat berikrar pada ketika pengangkatan dirinya menjadi Patih. ‘Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, amun kalah ring Gurun, ring seran, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo,ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, saman isun amukti palapa’.

Yang artinya adalah sebagai berikut Setelah tunduk Nusantara, aku mulai beristirahat, Sesudah kalah Gurun seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah aku mulai beristirahat.

Sebuah sumpah yg sampai ketika ini orang orang menyebutnya sebagai sumpah Palapa. Sebuah sumpah yg akhirnya pun dipenuhi Gajah Mada, Nusantara akhirnya tunduk di bawah kerajaan Majapahit akan dari maluku hingga semenanjung siam (Thailand).

Dan setelah sumpah palapa itu dipenuhi Gajah Mada akhirnya beristirahat bukan dengan kembali ke rumah atau kerajaan tetapi dengan cara yg berbeda merupakan kembali mendekat kepada alam.

Beliau memilih bagi menyepi dan menyendiri di sebuah tempat terpencil di kaki Pegunungan Tengger yg menjadi tempat terakhir sebelum Sang Mahapatih benar-benar meninggalkan peradaban dengan cara Moksa, adalah sebuah konsep agama Hindu dan Buddha.

Artinya ialah kebebasan dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran reinkarnasi kehidupan. Dan banyak orang menyakini tempat terakhir sang Mahapatih adalah di Air Terjun Madakaripura. Nama air terjun ini juga berarti tempat persinggahan terakhir Gajah Mada.

Saya pejamkan mata. Buih-buih percikan air membasahi tubuh, deru air terdengar sangat nyaring mendengung. Saya membayangkan dulu ada seorang Mahapatih Gajahmada yg sedang bersemedi di salah sesuatu sudut air terjun megah ini.

Terlindung dengan dinding-dinding tebing sangat terjal menjadikan Air Terjun Madakaripura seakan mulai terlindung dari dunia luar. Tentunya tempat ini sangat strategis buat mengasingkan diri dari peradaban dunia pada masa lampau.

Bak cerita kolosal saat aku membayangkannya. Sungguh hebat dan luar biasa cerita tentang Majapahit dengan adanya Patih Gajah Mada lalu kala begitu juga dengan Air Terjun Madakaripura ini, yg mungkin menjadi saksi bisu hari hari terakhir salah sesuatu bagian terbesar dari sejarah Majapahit.

“Hati-hati mas, jangan terlalu lama disana, di atas telah turun hujan,” sebuah teriakan tiba-tiba membangunkan aku dari lamunan. Yang ternyata dari seseorang penjaga Air Terjun Madakaripura.

“Kenapa pak?,” sahutku pada bapak itu

“Bahaya mas, dapat tiba air bah tiba-tiba dari atas. Nanti sampean dapat terjebak di sini,” kata sang Bapak memperingatkan lagi.

Saya lihat di kejauhan Mas Farid, Mbak Ana dan Mbak Dwi telah telah berjalan terlebih lalu meninggalkan aku di ujung jalan tempat di mana aliran air terjun paling besar berada.

Memang dengan posisi air terjun yg berada di antara tebing tebing tinggi seperti ini mulai sangat rentan seandainya hujan datang datang turun dengan derasnya. Debit air dapat tiba-tiba besar dan menutup akses jalan keluar dan notabene sesuatu satunya jalan keluar adalah menyusuri aliran air sungai itu sendiri.

Tak puas rasanya cuma sebentar menikmati keindahan air terjun Madakaripura yg sangat indah ini. Namun sebelum kembali aku sempatkan bagi mengambil dua foto. Namun bagi mencari spot foto di bawah sini aku rasa sedikit susah karena percikan air dari atas ada di mana-mana.

Mengeluarkan kamera DSLR pun aku rasa sangat riskan seandainya kamera itu tidak tahan percikan air, sesuatu satunya opsi adalah memakai kamera action yg tahan air. Aliran air terjun yg pertama berbentung memanjang dengan banyak tumbuhan tebing menjuntai tepat di aliran airnya menjadikan air jatuh lebih lembut.

Sedangkan aliran yg kedua berada di ujung aliran sungai dengan ketinggian yg hampir 100 meter dengan debit yg sangat deras. Angin kencang pun sangat terasa saat mendekati aliran yg kedua ini, alhasil keberanian aku pun menciut buat mendekat.

Dan di bawah sepanjang aliran Madakaripura seakan dianugerahi hujan abadi. Di setiap sudut tidak ada tempat kering. Berkali-kali aku usap mata lensa dari kamera action kepunyaan aku ini.

Baru dua detik diusap dengan kain, cuma sebentar telah penuh dengan percikan air lagi yg menjadikan hasil foto kurang jernih. Seakan menjadi hal yg wajib, badan pun berbalut dengan jas hujan plastik murahan dari penjaja di jalur sebelum masuk air terjun.

Saya langkahkan kaki menyusuri aliran sungai dengan sedikit terseok. Terpaan air yg jatuh dari atas dan mengenai kepala pun tidak mampu aku hindari. Dingin aku rasakan saat air menerpa wajah dan badan yg berbalut jas hujan.

Saya buka jas hujan sekeluar dari aliran sungai. Di sini cerah-cerah saja, tetapi di dalam sana bak ada hujan badai menerjang. Saya teguk air mineral yg dibawa sedari tadi di dalam tas ransel.

Saya sadar, bahwa terlalu sebentar singgah di Madakaripura. Bukan berarti tidak mau pergi, namun suasana yg disuguhkan memang mampu membuat siapa saja yg berkunjung mulai betah berlama-lama.

Sebelum beranjak pergi aku pandangi sekali lagi aliran-aliran air di atas tebing. Seperti sebersit bayangan tersenyum kepadaku yg menarik aku buat kembali lagi ke sini, tempat asri nan damai ini suatu saat.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/05/105500/3418044/1025/air-terjun-tempat-semedi-gajah-mada-yang-kini-populer
Terima kasih sudah membaca berita Air Terjun Tempat Semedi Gajah Mada yang Kini Populer. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Air Terjun Tempat Semedi Gajah Mada Yang Kini Populer"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.