Ada Pedagang Asongan Berbahasa Indonesia Di Menara Eiffel

No comment 97 views

Berikut artikel Ada Pedagang Asongan Berbahasa Indonesia di Menara Eiffel, Semoga bermanfaat

PARIS, KOMPAS.com — Saat berkunjung ke Menara Eiffel, Paris, Perancis, Anda mulai disambut dua penjual suvenir khas Perancis. Bukan cuma yg memiliki lapak, melainkan juga para pedagang asongan.

Para pedagang asongan yg sebagian besar berkulit hitam itu mencangklong sebuah tas besar.

Tangan mereka penuh dengan suvenir, seperti gantungan kunci atau magnet buat ditempel di lemari es, atau scarf bermotif Eiffel.

Namun, bukan itu yg menarik. Begitu mereka tahu yang berasal pengunjung, mereka mulai segera menawarkan dagangan dengan bahasa si pengunjung, termasuk bahasa Indonesia.

“Ibu… Ibu… lima euro bisa 10 biji,” kata seorang pengasong kepada aku dalam bahasa Indonesia yg jelas, Sabtu (27/11/2016) sore.

Ia mengulurkan gantungan kunci berbentuk Menara Eiffel. Sambil menunggu reaksi saya, ia dulu memperlihatkan magnet lemari es.

“Ini lima (buah) sepuluh euro,” katanya.

“Lima euro mampu lima?” aku mencoba menawar.

“Sepuluh euro lima,” jawabnya.

Namun, ada seorang teman dari Thailand memberi isyarat kepada aku buat tak meladeninya.

Melihat aku hendak beranjak, pengasong itu memberi tawaran lebih menarik. “Sepuluh euro enam,” ujarnya.

Saya menjawab tidak, sambil berjalan ke arah bus yg telah menunggu rombongan kami.

Sementara itu, pengasong lainnya menawarkan suvenir kepada rekan-rekan aku yg berasal dari Thailand. Tentu saja dengan bahasa Thailand.

Ketika aku telah duduk di dalam bus, aku masih mendengar pengasong-pengasong itu menawarkan dagangannya kepada teman yg masih di luar.

“Sepuluh euro tujuh,” kata dia.

Seorang teman dari agen travel yg tidak jarang memimpin rombongan wisatawan Indonesia ke Paris mengingatkan aku buat berhati-hati dengan para pengasong itu.

“Hati-hati. Ada saja dari mereka yg bukan sekadar pengasong,” kata Susi Suzana, pemilik biro perjalanan Susi Production.

“Copet maksudnya?” tanya saya. Susi mengiyakan.

Saya segera memeriksa tas bagi memastikan barang-barang berharga saya, terutama paspor dan dompet, masih tersimpan aman.

Lamat-lamat masih terdengar suara para pengasong itu menawarkan barang dagangannya ke wisatawan yg sibuk berfoto di salah sesuatu menara paling kondang di dunia itu.

Kali ini aku tak mampu mengenali bahasa yg ia gunakan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/04/155427027/ada.pedagang.asongan.berbahasa.indonesia.di.menara.eiffel
Terima kasih sudah membaca berita Ada Pedagang Asongan Berbahasa Indonesia di Menara Eiffel. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ada Pedagang Asongan Berbahasa Indonesia Di Menara Eiffel"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.