Ada Jamur Yang Bisa Menyala Di Gunung Halimun

No comment 142 views

Berikut artikel Ada Jamur yang Bisa Menyala di Gunung Halimun, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Taman Nasional Gunung Halimun di Jawa Barat milik jamur yg unik. Jamur yg mampu mengeluarkan cahaya di kegelapan malam.

Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak tepatnya di sekitar Stasiun Penelitian Cikaniki tumbuh jamur unik yg bisa mengeluarkan cahaya di kegelapan malam. Informasi mengenai keberadaan jamur bercahaya ini aku ketahui setelah membaca E-book berjudul Pariwisata Alam 51 Taman Nasional Indonesia yg dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan melalui Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi.

Ketika aku membaca bab yg membahas Taman Nasional Gunung Halimun Salak di E-book tersebut dijelaskan mengenai berbagai hal menarik yg ada di Taman Nasional ini salah satunya adalah Jamur bercahaya atau glowing mushroom.

Tertarik buat melihatnya secara langsung, aku pun berangkat bersama seorang teman menuju Stasiun Penelitian Cikaniki yg berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jarak tempuhnya dari Jakarta sekitar 100 Km ke arah barat daya.

Perjalanan menuju Stasiun Penelitian Cikaniki dapat dikatakan penuh perjuangan karena dari pintu masuk Taman Nasional Gunung Halimun berjarak sekitar 18 Km dimana jalan dengan keadaan bagus cuma 2,5 Km selebihnya adalah jalan beraspal rusak parah dan jalan tanah berbatu hingga datang di Stasiun Penelitian Cikaniki.

Namun, hal tersebut bisa terobati dengan pemandangan indah selama perjalanan terutama saat sudah melintasi perkebunan teh Nirmala. Demi menyaksikan glowing mushroom kita harus kemah di Bumi Perkemahan Mandalawangi sebab saat itu Stasiun Penelitian Cikaniki telah penuh oleh wisatawan lain.

Ketika gelap malam akan menyapa, kita bergegas menuju Stasiun Penelitian Cikaniki bagi mencari jamur bercahaya didampingi oleh seorang pemandu bernama Asep. Jarak dari Bumi Perkemahan Citalahan ke Stasiun Penelitian Cikaniki sekitar 2 Km.

Setelah 30 menit berjalan kita pun datang di Stasiun Penelitian Cikaniki. Sebelum memasuki jalur interpretasi, Pak Asep meminta izin kepada petugas yg berjaga. Setelah itu kalian akan melintasi jalur interpretasi yg berada di sebelah Stasiun Penelitian.

Tidak perlu berjalan terlalu jauh, Pak Asep meminta kalian bagi mematikan senter. Menunggu sebentar dulu terlihatlah kerlap kerlip berwarna kehijauan di kanan dan kiri. Ya, itulah cahaya yg dikeluarkan oleh jamur yg kita cari.

Jamur unik ini hidup menempel pada kayu atau ranting pohon Rasamala (Altingia excelsa) yg sudah mati. Cahaya jamur yg menyala di kegelapan malam ini pada dasarnya karena sifat bioluminescence terjadi saat enzim luciferase dan bahan kimia luciferin bereaksi.

Adapun elemen ketiga perlu dikeluarkan buat menghasilkan reaksi ini dan jenisnya bervariasi tergantung macam hewan atau tumbuhan tersebut (ATP, Kalsium, Peroksida atau Phosphor). Hasil reaksi ketiga elemen tersebut adalah energi dalam bentuk cahaya yg kami lihat dalam gelap.

Biasanya fungsi dari efek bersinar dalam gelap mampu dimengerti untuk dua spesies, misalnya kunang – kunang yg mengeluarkan cahaya bagi menarik pasangannya, namun buat jamur hingga ketika ini fungsi dari fenomena tersebut masih yaitu suatu misteri.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/10/114928/3388406/1025/ada-jamur-yang-bisa-menyala-di-gunung-halimun
Terima kasih sudah membaca berita Ada Jamur yang Bisa Menyala di Gunung Halimun. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ada Jamur Yang Bisa Menyala Di Gunung Halimun"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.