7 Makanan Sadis Di Dunia, Berani Coba?

No comment 214 views

Berikut artikel 7 Makanan Sadis di Dunia, Berani Coba?, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com — Organisasi aktivis hewan, People for the Ethical Treatment of Animal (PETA), baru-baru ini mengecam sejumlah restoran di Amerika Serikat yg menyajikan gurita hidup-hidup kepada konsumen. PETA launching petisi perlindungan hukum bagi hewan laut.

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan cuma gurita hidup, dua restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yg anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yg dianggap kejam seperti dikutip dari Dailymail:

1. Gurita hidup

Penyajian gurita hidup berasal dari Korea Selatan dengan nama sannakji. Cara penyajiannya, koki mulai memotong tentakel gurita yg masih hidup. Kemudian setelah tentakelnya habis, barulah gurita disayat.

Sannakji biasanya disajikan dengan kecap dan minyak wijen. Bisa juga gurita ukuran kecil dan sedang disajikan hidup-hidup tanpa disayat.

PETA menyampaikan bahwa gurita yg termasuk sebagai hewan invertebrata cerdas sebenarnya bisa merasakan sakit yg sama seperti halnya mamalia.

“Gurita milik sistem saraf yg canggih yg mana responsif mulai rasa sakit. Jadi sebenarnya gurita menderita rasa sakit yg sangat cuma bagi pengalaman makan yg sekejap,” kata Wakil Presiden PETA, Daphna Nachminovitch.

2. Katak hidup

Di Jepang tidak cuma ikan, katak juga menjadi sashimi. Namun, di salah sesuatu restoran daerah Tokyo, penyajiannya terbilang tidak biasa. Koki mulai menusuk katak, memotong kepala, dan menguliti katak hidup buat disajikan di piring yg berisi es, kecap asin, dan irisan lemon.

Dalam video yg diambil di salah sesuatu restoran Tokyo tersebut menampilkan katak yg telah dikuliti kakinya tetap bergerak dan matanya masih mengedip.

3. Bayi tikus

Bayi tikus yg baru lahir dan kemudian dicelupkan di minyak panas menjadi hidangan yg terkenal dari daerah Guangdong, China selatan. Hidangan ini disebut San Zhi Er dan dilaporkan telah ada sejak tahun 1949.

Shan Zhi Er sendiri seandainya diterjemahkan berarti tiga cicitan, yg berasal dari bunyi yg timbul dari sajian tersebut. Cicitan pertama timbul dari tikaman pisau, kedua dari celupan minyak panas, dan ketiga ketika masuk ke mulut.

4. Udang hidup

Sajian ini terkenal di negara seperti Vietnam, Denmark, dan London. Biasanya udang dioles mentega dan dibakar hidup-hidup di atas bara api. Sebenarnya teknik memasak ini juga mampu dengan gampang ditemui di Indonesia.

5. Ikan hidup

Negara Asia bagian timur akrab dengan hidangan ikan hidup. Salah sesuatu yg paling kontroversial adalah sajian ikan yin yang, berasal dari Taiwan.

Jadi, bagian tubuh ikan digoreng di minyak panas, sedangkan kepalanya dibungkus handuk basah. Efeknya adalah ikan masih hidup dan coba bernapas saat tubuhnya digoreng. Tubuhnya kemudian disiram saus dan disajikan di piring selagi hidup.

6. Otak monyet

Lagi-lagi sajian ini berasal dari daerah Asia. Cara penyajiannya terbilang sadis, yakni kepala monyet hidup dijepit di meja, dahulu kemudian tempurung kepalanya dibuka.

Burung ortolan, salah sesuatu makanan ilegal di Perancis.

7. Burung yg ditenggelamkan

Sajian dari Perancis yg kini ilegal ini dikerjakan dengan mengurung burung ortolan di kandang sempit selama sebulan. Burung itu diberi makan anggur juga daun ara sampai gemuk dan tidak mampu bergerak.

Setalah itu burung mulai ditenggelamkan di armagnac (sejenis brendi) dan dipanggang selama delapan menit. Cara makannya, konsumen mulai makan dengan kepala ditutup serbet dengan tiga alasan. Satu, bagi menghirup harum armagnac; dua, buat menutup ritual makan yg berantakan ini dari pengunjung lain; dan ketiga, dipercaya bagi menyembunyikan kekejaman makan dari Tuhan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/27/091932127/7.makanan.sadis.di.dunia.berani.coba.
Terima kasih sudah membaca berita 7 Makanan Sadis di Dunia, Berani Coba?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "7 Makanan Sadis Di Dunia, Berani Coba?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.