7 Kegiatan Seru Saat Akhir Pekan Di Sekitar Hulu Sungai Citarum

Berikut artikel 7 Kegiatan Seru Saat Akhir Pekan di Sekitar Hulu Sungai Citarum, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Belum ada rencana ingin berakhir minggu di mana? Coba saja ke hulu Citarum di Kabupaten Bandung. Nikmatilah alam yg indah di sana.

Akhir minggu kemarin, aku dan teman-teman d’Traveler mengunjungi hulu sungai Citarum, di Kampung Pajetan, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungai Citarum yg yaitu sungai terbesar di Jawa Barat ternyata di bagian hulunya menyimpan keindahan yg jarang diketahui khalayak.

Beragam spot wisata mampu temukan di sana, akan dari wisata adventure, wisata religi, wisata sejarah, agro wisata, hingga wisata edukasi. Situ Cisanti menjadi daya tarik penting buat menikmati keindahan panorama di kawasan hulu Sungai Citarum di kaki Gunung Wayang Windu.

Tentunya ada beragam spot pendukung lainnya yg membuat aku dan teman-teman d’Traveler merasa betah menginap di sana. Seperti sumber mata air Pangsiraman, Petilasan Dipati Ukur, Hamparan Kebun Teh dan Sayur Mayur, serta Peternakan Sapi Comunal sebagai wisata edukasi.

Untuk dapat sampai di tempat ini, kami harus menempuh perjalanan darat selama 2,5 jam dari pusat Kota Bandung, dengan medan turun naik menyusuri perbukitan. Lokasi Situ Cisanti yg berada di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl membuat suasana di sekitar situ terasa sejuk dan segar, penuh aroma pegunungan.

Ditambah dengan lebatnya pepohonan yg menjulang tinggi berkeliling situ, membuat lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri untuk siapa saja yg melintas. Meski cuma memiliki luasan 5 hektar, namun tidak disangka Situ Cisanti menjadi satu-satunya sumber mata air yg menjadi hulu Sungai Citarum.

Di mana aliran sungai ini sudah menghasilkan listrik 5 miliar kwh per tahun yg dapat menerangi pulau Jawa dan Bali. Rupanya, Situ Cisanti menjadi muara kecil tempat bertemunya tujuh sumber mata air yg mengalir dari kaki Gunung Wayang Windu.

Apa saja kegiatan yg dapat dikerjakan di sana? Yuk, simak cerita perjalanan aku dan teman-teman d’Traveler selama menginap di sana:

1. Kemping Seru di Hutan Gunung Wayang

Karena lokasi Situ Cisanti dikelilingi oleh hutan lindung dan posisinya di atas bukit, maka menginap ala kemping menjadi pilihan tepat ketika kalian berkunjung ke sana. Sejuknya suasana hutan seluas 7 hektare di Gunung Wayang Windu membuat suasana kemping menjadi lebih seru.

Untuk lokasi kemping, aku merekomendasikan tepian Situ Cisanti buat mendirikan tenda. Selain suasananya yg romantis dan sejuk, mendirikan tenda di sekitar situ menjadikan suasana petualangan semakin terasa.

Hanya saja, aku berpesan buat tak meninggalkan bekas sampah yg mampu mengotori air Cisanti, karena di bagian hilir Citarum sana telah cukup banyak sampah yg mengotori aliran Citarum.

2. Mandi di sumber mata air Pangsiraman

Konon, sumber mata air ini lalu pernah disinggahi oleh Raja Kerajaan Padjajaran, merupakan Prabu Siliwangi. Bekas jejak telapak kaki sang prabu yg membatu masih mampu di lihat di sekitar pemandian.

Dari ketujuh sumber mata air yg ada di Wayang Windu, cuma beberapa mata air yg lokasinya paling dekat dengan situ, merupakan Pangsiraman dan sesuatu mata air lagi di Petilasan Dipati Ukur. Keduanya berlokasi di ujung Situ Cisanti, sebagai pintu gerbang akses menuju hutan larangan (hutan adat) masyarakat Kertasari.

Bagi saya, mandi di tempat ini tergolong spesial. Lebih dari 20 juta jiwa menggantungkan hidup dari Sungai Citarum yg mengalir dari sumbernya di kaki Gunung Wayang hingga bermuara di perbatasan Karawang-Bekasi.

Ketika kamu mandi di sumber mata air ini, kamu telah menjadi ‘imam’ buat 20 juta orang, karena air bekas mandi kamu mulai dipakai oleh jutaan orang di bagian hilir. Selama berada di lokasi Pangsiraman, diberlakukan peraturan adat setempat yg menjadi kearifan lokal budaya masyarakat setempat.

Di antaranya tak boleh bersiul dan gaduh, tak boleh menyebut atau memanggil sesuatu, dilarang keras menggunakan bahan-bahan kimia seperti sabun dan sampo, dan diwajibkan mandi dengan pakaian sopan. Tempat mandi antara laki-laki dan perempuan juga dipisah.

Meskipun aturan itu tak tertulis, tetapi sebagai pendatang, seyogyanya kami dapat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal daerah setempat. Mitosnya, siapa yg mandi di tempat ini dia mulai awet muda dan enteng jodoh. Itu sebab mata air ini juga di juluki mata air enteng jodoh.

3. Napak Tilas Sejarah Dipati Ukur

Dipati Ukur adalah sosok pemimpin daerah Bandung pada abad ke-16 yg mempertahankan wilayah Bandung dari pendudukan Belanda. Konon, dua kali Dipati Ukur menyerang Belanda di Batavia, namun tak berhasil melumpuhkannya. Bahkan sempat menjadi buronan Belanda karena dianggap pemberontak.

Nah, pada ketika diburu oleh Belanda, Dipati Ukur memilih lari ke hutan Gunung Wayang Windu dan segera menuju tempat pemandian Prabu Siliwangi di kaki Gunung Wayang, tepatnya di sumber mata air Pangsiraman buat meminta perlindungan.

Sayangnya, Prabu Siliwangi tak sedang berada di sana. Karena terdesak oleh tentara Belanda, maka Dipati Ukur memilih buat menetap sementara sambil bertapa di sekitar lokasi Pangsiraman. Tempat Dipati Ukur melakukan tirakat itulah sekarang dikenal dengan nama Petilasan Dipati Ukur.

Lokasi Petilasan Dipati Ukur tak jauh dari Pangsiraman, cuma berjarak ratusan meter saja menuju hutan. Konon setiap kali ada Pilkada, tempat ini ramai didatangi oleh calon kepala daerah bagi berziarah dan napak tilas sosok Dipati Ukur.

Di sekitar petilasan terdapat landmark menyerupai makam yg membujur sepanjang 3 meter, dan di sampingnya terdapat saung bagi para peziarah berteduh. Sementara di sebelah belakang terdapar pancuran sumber mata air yg mengalir tanpa henti dengan air sejuk, yg mengalir menuju situ Cisanti.

Saya dan teman-teman d’Traveler merasa betah berlama-lama di sana. Selain suasananya sejuk, sekitar petilasan juga sunyi dan jauh dari suara kendaraan. Membuat petualangan semakin terasa menyatu dengan alam.

4. Memancing di Situ Cisanti

Sampai ketika ini belum ada yg tahu berapa kedalaman Situ Cisanti, airnya yg tenang dan suasana angin sepoi-sepoi menjadikan situ Cisanti digemari oleh para pemancing. Selama beberapa hari aku di sana, ada saja para pemancing ikan yg sedang memancing di sekitar situ, bahkan sampai malam dan dinihari.

Ikan yg tidak jarang didapat beragam, akan dari ikan mas, mujair, hingga ikan gabus. Buat kamu yg hobi memancing, Situ Cisanti sangat cocok buat menjadi pilihan destinasi liburan kamu bersama teman-teman.

5. Landmark Nol Kilometer Citarum

Nah, ini spot favorit aku yg paling aku sukai sebagai penganut faham narsisme. Berfoto di Tugu Nol Kilometer Citarum mampu menjadi bukti kalo kamu telah menjelajah Citarum hingga ke hulu.

Saya dan d’Traveler lainnya tidak ketinggalan buat mengabadikan kenangan berkunjung ke Cisanti dengan berfoto di sini. Saran saya, seandainya ingin berfoto di sini, pilihlah waktu pagi antara jam 07.00 sampai jam 10.00, atau sore hari antara jam 16.00 sore hingga jam 18.00 WIB. Foto yg dihasilkan sungguh instagrammable.

Tugu ini lokasinya persis di seberang situ Cisanti, sekaligus sebagai batas berlakunya peraturan adat setempat buat yg mau berkunjung ke sumber mata air Pangsiraman dan hutan larangan gunung Wayang Windu. Di sini kerap kali terdengar suara binatang-binatang hutan seperti monyet dan anjing, karena lokasinya persis di perbatasan hutan.

6. Hunting Spot Foto Menarik

Selain tugu Nol Kilometer Citarum, dua lokasi di sekitar Situ Cisanti juga mampu menjadi spot foto yg menarik bagi diunggah ke media sosial. Di antaranya di jembatan muara situ dan anjungan di tengah telaga. Sepertinya seandainya foto prewedding di sini juga bakal menghasilkan foto yg romatis.

Saya merekomendasikan berfoto di sekitar situ pada sore hari. Selain lebih teduh diiringi semilir angin yg menyapu permukaan danau membentuk gelombang kecil, sinar matahari senja yg menerpa punggung Gunung Wayang Windu juga dapat membuat hasil bidikan foto menjadi lebih romantis.

7. Agro Wisata dan Wisata Edukasi Pembuatan Biogas

Bertani dan berkebun adalah aktivitas penting warga masyarakat hulu Sungai Citarum. Mereka mengandalkan penghasilan dari berkebun dan berternak. Selain komoditi kopi dan teh, sayur mayur adalah komoditi terbesar yg dihasilkan oleh warga hulu Citarum. Hasil sayur mayurnya dikirim ke berbagai daerah, termasuk Jakarta.

Jika kamu mengunjungi hulu Citarum, jangan lupa buat berjalan-jalan di sekitar perkebunan sayuran punya warga di sana. Selain suasananya menyenangkan, para petani sayuran sangat ramah menyapa para pendatang, membuat kamu merasa menjadi bagian dari mereka.

Oiya, kalau lagi musim panen, kalian juga mampu lho beli sayur mayur segera dengan petani. Selain mendapat harga murah, kualitas sayuran juga masih segar, karena baru memetik.

Selain berkebun, beternak sapi menjadi pilihan yang lain sebagai sumber perekonomian untuk warga. Hampir setiap rumah di daerah hulu sungai Citrum memiliki sapi yg dibuatkan kandang di samping rumah.

Uniknya, kotoran sapi mampu dimanfaatkan oleh warga menjadi biogas, sebagai bahan bakar buat memasak. Zat metana yg terkandung dalam kotoran sapi dimanfaatkan oleh warga menjadi gas alam yg disalurkan ke kompor melalui pipa selang yg digunakan buat keperluan memasak.

Tidak cuma itu, ampas kotoran sapi sisa hasil pengolahan biogas juga dibuat kompos buat menghidupi tanaman sayur mayur mereka. Sungguh siklus ini membuat aku berdecak kagum. Betapa Sumber Daya Alam yg ada di sana mampu dimanfaatkan dengan sangat maksimal.

Saya dan rombongan d’Traveler pun tertarik mempelajari sistem pemanfaatan kotoran sapi buat pembuatan biogas dan pupuk kompos. Sungguh ini yaitu proses alami yg ramah lingkungan dan patut diacungi jempol.

Sayang sekali kita harus langsung kembali ke Jakarta karena waktu akhir minggu hampir berakhir. Sepajang perjalanan pulang, aku benar-benar merasa mendapatkan nilai-nilai edukasi dan wawasan, karena belajar dari tradisi warga hulu sungai Citarum yg sarat dengan nilai-nilai kehidupan.

Bagaimana? Tertarik bagi ke sana? Catat 7 kegiatan menarik dari aku ini yah, kemudian susunlah itinerary kamu, dan langsung rencanakan liburanmu mengunjungi hulu Sungai Citarum.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/09/23/105500/3304406/1025/7-kegiatan-seru-saat-akhir-pekan-di-sekitar-hulu-sungai-citarum
Terima kasih sudah membaca berita 7 Kegiatan Seru Saat Akhir Pekan di Sekitar Hulu Sungai Citarum. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "7 Kegiatan Seru Saat Akhir Pekan Di Sekitar Hulu Sungai Citarum"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.