5 Makanan “Jadul” Khas Bogor Yang Wajib Dicoba

No comment 69 views

Berikut artikel 5 Makanan “Jadul” Khas Bogor yang Wajib Dicoba, Semoga bermanfaat

BOGOR, KOMPAS.com – Bogor memang memberikan banyak alasan untuk wisatawan bagi mengunjunginya. Selain beragam destinasi wisata alam maupun buatan, kuliner menjadi alasan utama buat wisatawan buat melancong ke kota hujan ini.

Berbagai kuliner tradisional hingga modern bisa dinikmati di sini. Justru karena ramainya pelancong, kuliner-kuliner tradisional masih bisa bertahan meskipun telah berusia puluhan tahun. Kuliner lawas tersebut memang kerap membuat pelanggannya merasa kangen.

KompasTravel berhasil merangkum lima kuliner “jadul” yg tetap eksis dan jadi primadona wisatawan sejak 30 hingga 50 tahun yg lalu. Berikut kuliner-kuliner tradisional khas Bogor yg sayang seandainya dilewatkan saat berkunjung ke kota ini:

1. Bir Kotjok

Walaupun bernama bir, minuman tradisional ini tak memabukkan, justru memiliki khasiat baik buat kesehatan.

Menurut Eman, yg yaitu pewaris generasi ketiga, resep yg dipakai telah ada sejak tahun 1948. Resep andalannya ini terdiri dari jahe, kayu manis, cengkeh, gula pasir, dan aren. Bahkan jahe yg digunakannya cuma jahe merah.

“Jahe merah bagus bagi kesehatan sirkulasi darah, juga lebih pedas dan hangat dibanding jahe biasa,” ujar Eman.

Walaupun disajikan dengan es batu, minuman tersebut tetap terasa hangat di tenggorokan saat KompasTravel mencobanya. Terkadang ada pula yg membeli tanpa es batu. Saat KompasTravel mencobanya lagi, sama hangatnya namun tak mampu menimbulkan buih seperti bir.

Untuk menemuinya, Anda mampu berkunjung ke Jalan Suryakencana, tepatnya setelah perempatan Gang Aut, sebelah kiri seandainya ke arah puncak. 

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Berbeda dengan Lumpia Semarang yg berisikan rebung, telur dan cacahan udang, Lumpia Basah Bogor memakai cacahan bengkuang, tauge, tahu, ebi giling juga telur.

2. Lumpia Basah

Salah sesuatu pelopornya ialah nenek dari Ernes, seorang pedagang Lumpia Bogor yg telah generasi ketiga sejak 1972.

Berbeda dengan Lumpia Semarang yg berisikan rebung, telur dan cacahan udang, Lumpia Basah Bogor memakai cacahan bengkuang, tauge, tahu, ebi giling juga telur.

Lumpia pun tak digulung dan digoreng, melainkan disajikan di atas adonan kulit. Oleh karena itu namanya lumpia basah.

Aroma ebi atau udang kecil yg khas pun tercium saat kulit dirobek.KompasTravel segera menyendok isi yg masih diselimuti kulit lumpia tersebut. Tekstur renyah dari bengkuang, dan tauge sangat terasa, tetapi yg sangat berkesan ialah paduan ebi dan bumbu-bumbu lainnya, sungguh menggoyang lidah.

Sejak tahun 1980-an akhir gerobak hijaunya menetap sejak pukul 09.00 – 18.00, di depan Ngo Hiang Jalan Surya kencana nomor 307.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Warga sekitar biasa memanggilnya kang Deden, pria berusia kepala tiga ini telah beberapa tahun menggantikan bapaknya yg berjualan cungkring sejak 1975.

3. Cungkring

Cungkring yaitu salah sesuatu panganan khas Bogor yg cuma ada di dua tempat. Sekilas dari namanya mungkin kurang menggugah selera, tapi saat disajikan dijamin Anda tidak sabar menyantapnya. Berbahan dasar kaki sapi, hidangan ini dijajakan memakai panggulan oleh Deden.

Warga sekitar biasa memanggilnya kang Deden, pria berusia kepala tiga ini telah beberapa tahun menggantikan bapaknya yg berjualan cungkring sejak 1975. 

Penyajiannya, bagian kikil, kulit, urat, atau dampal di potong-potong kecil diatas kertas nasi dan daun pisang. Kemudian diberi potongan lontong buatannya dan potongan keripik tempe, sebelum diguyur bumbu kacang dan cabai.

Bumbu kacangnya seperti kupat tahu, butiran kacang yg digiling kasar masih terasa di gigitan, cabai merah dan hijau pun menghiasinya. KompasTravel pun memakai keripik tersebut sebagai sendok dan menyantapnya bersamaan dengan kikil dan lontong. Benar-benar kombinasi yg pas.

Tribunnewsbogor/Vivi Febrianti Es pala di Gang Aut, Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

4. Es Pala

Bermula dari tahun 1950-an, citarasanya masih diakui hingga ketika ini oleh lintas generasi. Cuaca di perkotaan membuat kesegaran yg tertuang dari segelas es pala berkhasiat ini ternyata tidak lekang oleh zaman. Terhitung telah tiga generasi yg melakoni kuliner tradisional ini.

Ata, seorang bapak berusia kepala lima yg yaitu generasi kedua, kini sedang mewariskan resep “Es Pala Pak Ujang” yg terkenal enak.

Anda bisa coba segera khasiatnya ke tenda sederhana “Es Pala Pak Ujang”, tepat di perempatan awal masuk Gang Aut. Lapaknya buka akan pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Harga sesuatu gelas es pala segar Rp 5.000. Duh… benar-benar segar!

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Laksa khas Bogor, yaitu hidangan berkuah kental dari santan dan parutan kelapa, dipadu 13 rempah alami yg menjadikan rasanya sungguh otentik.

5. Laksa Bogor

Hidangan yg sesuatu ini memang tersohor sejak puluhan tahun lalu. Kuah kuning berampas yg kaya mulai rempah menjadi ciri khas hidangan tersebut. Salah sesuatu kedai yg bertahan hingga tiga generasi ialah Laksa Gang Aut Mang Wahyu.

“Salah sesuatu yg beda sama laksa lain, disini kuahnya kental. Gak cuma pake santannya, tetapi kelapa parudnya juga dimasak,” ujar Dede, sang pengelola, ketika ditemui, Rabu (25/5/2016).

Sebagai racikan kuahnya sendiri ia memakai 13 jenis rempah, di antaranya salam, serai, dan laja.

Soal rasa tidak perlu diragukan lagi, manis bercampur gurih jadi sesuatu ketika menyeruput kuah kuningnya. Kemangi dan serundeng menghasilkan citarasa yg khas dalam hidangan tersebut. Sehingga tidak mengurangi gurih, dan wangi dari daun kemangi.

Jika Anda ingin mengunjunginya, lokasinya tidak jauh dari awal masuk Gang Aut, Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Berhadapan dengan pangkalan ojek Gang Aut.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/05/28/104000927/5.Makanan.Jadul.Khas.Bogor.yang.Wajib.Dicoba
Terima kasih sudah membaca berita 5 Makanan “Jadul” Khas Bogor yang Wajib Dicoba. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "5 Makanan “Jadul” Khas Bogor Yang Wajib Dicoba"