5 Kebiasaan Warga Melbourne Yang Patut Diacungi Jempol

No comment 95 views

Berikut artikel 5 Kebiasaan Warga Melbourne yang Patut Diacungi Jempol, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Negeri barat tidak jarang kali terkenal mulai kehidupan yg individualis. Namun, citra itu dapat dibilang tidak mulai Anda temukan bila singgah di kota Melbourne, Australia.

Majalah The Economist sejak 2011 mendapuk kota ini sebagai tempat paling layak huni di dunia. Beberapa faktor di antaranya adalah Melbourne milik karakter warga yg guyub dan hangat.

Berikut ini dua dua kebiasaan jempolan Melbournians, sebutan buat penduduk Melbourne, yg dirangkum Kompas.com saat berkunjung ke sana dalam acara Tourism Australia dan Garuda Indonesia’s Media Trip di Melbourne, Australia, pada 19-26 September 2016:

Sopan dan hangat

Kebiasaan mengucapkan “terima kasih” masih sangat kental terasa di antara Melbournians. Kedua kata itu menciptakan suasana hangat dan kekeluargaan saat Anda bepergian di sana.

Setiap kali pelayan restoran mengantarkan pesanan, ia mulai berterima kasih karena Anda mau menerima hidangan mereka. Staf di restoran dan kafe pun tidak mulai sungkan mengajak bicara pelanggannya, baik terkait menu maupun hal lain.

“Pelanggan diperbolehkan duduk berlama-lama di restoran besar atau kedai kecil sekalipun. Mereka tak mulai pernah menyuruh Anda pulang,” kata Douglas, pemandu tur dari Visit Victoria yg ditemui oleh Kompas.com.

Thinkstock Inilah salah sesuatu kelebihan kedai kopi. Walau cuma memesan sesuatu cangkir, Anda telah sah bagi duduk lama di sana.

Saat jalan kaki dan tak sengaja menabrak seseorang, orang itu yg justru mulai tersenyum ramah dan meminta maaf pada Anda. Kejadian kecil ini tidak mulai mengundang persoalan selama wisatawan tak membalas dengan kurang ajar.

Kekeluargaan 

Penduduk Melbourne gemar mengundang orang-orang terdekat ke rumah. Mereka suka mengadakan pesta koktail atau cuma sekadar kumpul-kumpul.

“Bisa dibilang, kalian mengenal dekat tetangga kami,” ujar Douglas.

Ia sendiri mengaku kadang mengobrol dan bercengkrama bersama tetangganya di kedai kopi. Orang Melbourne, lanjut Douglas, terus milik waktu luang bagi mengobrol santai dan mendengarkan cerita orang lain.

Cinta kopi racikan lokal

Masyarakat Australia, termasuk Melbourne, sangat menganggap serius kopi yg mereka minum. Negara ini memang bukan penghasil kopi, tapi mereka lihai memanggang biji kopi impor sehingga menghasilkan rasa khas.

Istimewanya, Melbournians mulai lebih memilih minum kopi dari kedai lokal daripada franchise dari luar negeri. Mereka pun milik hubungan istimewat dengan kedai-kedai kopi favoritnya.

“Setiap kedai kopi memiliki racikan tersendiri dan mewakili berbagai karakter pelanggan,” Ujar Douglas.

Pelanggan memiliki selera berbeda terhadap latte, cappucino atau kopi decaf. Masyarakat juga tak menganggap kedai kopi itu sebagai industri belaka.

“Saking cintanya pada kopi, lelucon lokal menyampaikan bahwa warga Melbourne mulai kelihatan seperti orang tersesat tanpa gelas kopi mereka,” ungkap Douglas.

Douglas melanjutkan, ekspresi itu otomatis berganti bila mereka telah minum kopi pada hari itu. Kebanyakan Melbournian juga cenderung suka terburu-buru saat ingin membeli kopi.

Tidak liburan di mal

Jika warga Jakarta suka menghabiskan waktu senggang mereka ke mal, warga Melbourne milik tujuan berbeda. Mereka lebih suka menikmati hari dan melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Melbourne terkenal memiliki cuaca tak terduga. Orang bilang kalian milik empat musim dalam sehari. Jadi, cuaca cerah adalah waktu kita menikmati hari,” ujar Douglas.

Thinkstockphotos Ilustrasi

Karena taman ada di mana-mana, lanjut Douglas, Melbournians suka piknik buat berkumpul bersama teman atau keluarga di sana. Mereka mulai melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan.

“Banyak orang pergi ke bioskop, terutama pada hari Selasa saat harga murah,” lanjutnya lagi.

Pada musim panas, Melbourne biasanya juga diwarnai festival musik, festival anggur, dan berbagai acara seru lain. Pasar kreativitas di kota kecil bernama St Kilda, misalnya, mulai diselenggarakan pada setiap akhir minggu pada musim ini.

Gemar olahraga

Pagi hari menjadi waktu sehat untuk Melbournians. Mereka mulai keluar sekitar pukul enam atau tujuh pagi buat berlari atau bermain sepeda.

“Di pinggir pantai, seperti di St Kilda, mulai kelihatan sekumpulan warga sedang melakukan olahraga seandainya hari cerah,” kata Douglas.

Alternatif lainnya, mereka mulai mengajak binatang peliharaannya berjalan-jalan pada pagi hari atau akhir pekan. Orang Australia memang terkenal menyukai binatang peliharaan, misalnya anjing dan kucing.
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/10/11/080100527/5.kebiasaan.warga.melbourne.yang.patut.diacungi.jempol
Terima kasih sudah membaca berita 5 Kebiasaan Warga Melbourne yang Patut Diacungi Jempol. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "5 Kebiasaan Warga Melbourne Yang Patut Diacungi Jempol"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.