Mulai Ditinggalkan, Haruskah Kita Masih Memakai Sabun Batang?

Berikut artikel Mulai ditinggalkan, haruskah kita masih memakai sabun batang?, Semoga bermanfaat

Tentu kalian masih ingat pada zaman di mana kalian masih terus memakai sabun batang, bahkan bagi mencuci pakaian dan mencuci wajah. Namun kini, sabun cair menguasai segala aspek kehidupan yg membutuhkan kehigienisan. Cuci tangan, cuci muka, mandi, seluruh memakai sabun cair.Bahkan, dilansir dari Mental Floss, sejak tahun 2010 angka penjualan sabun batang menurun 5 persen per tahunnya. Ketika disurvei, generasi muda menyatakan bahwa sabun batang adalah sarang bakteri.Namun benarkah demikian, atau memang sabun batang mendapat reputasi jelek karena telah tak keren?Jawabannya belum jelas. Faktanya, sabun batang memang cenderung membiarkan bakteri tetap tinggal di permukaannya, meskipun hal ini bukan yaitu persoalan besar. Hal ini dikarenakan meskipun diselimuti bakteri, dalam penggunaannya bakteri tersebut mulai lenyap.Dalam sebuah penelitian yg dihelat tahun 1988 oleh Dial Corporation, para peneliti menenggelamkan sabun batang di cairan yg mengandung bakteri E. Coli yg jumlahnya 70 persen lebih banyak ketimbang di rumah tangga. Dari 16 sabun pencuci tangan yg ditenggelamkan, ternyata saat digunakan sama sekali tidak ada bakteri tertinggal di tangan.Fakta selanjutnya, belum pernah ada laporan tentang infeksi atau terjadinya oenyakit lantaran memakai sabun batang. Tidak mengherankan, karena memakai sabun batang maupun cair, cenderung mulai mengurangi jumlah bakteri yg mungkin beresiko menyerang sistem imun Anda dengan penyakit.Selain itu, meskipun sabun cair kelihatan dari luar sebagai sabun yg bebas bakteri, hal tersebut tidak terus mutlak. Hal tersebut dikarenakan proses produksi oleh mesin yg belum tentu sehigienis yg kami bayangkan. Di Amerika Serikat pernah ada perkara di sebuah sabun cair, yg ternyata mengandung Stafilokokus dan Pseudomonas.Oleh karena itu, setiap sabun baik cair maupun batang butuh lisensi dari departemen kesehatan. Kita bahkan harus lebih yakin lisensi dari departemen kesehatan ketimbang label ‘anti-bakteri’ yg biasanya ada di setiap kemasan sabun.Jadi, baik batang maupun cair, sebenarnya sama saja. Yang paling menentukan mungkin adalah tanggal kadaluarsa, yg seandainya melewati tanggalnya, sabun mulai kehilangan kemampuan bagi mencegah bakteri hidup di dalamnya. Selebihnya, pilih macam sabun yg menurut Anda cocok buat Anda. Jika sabun batang lebih ekonomis, mengapa tidak?Baca juga:
Miss V berdarah setelah bercinta? Ini 7 alasannya
Keseringan makan cokelat dapat bikin kamu sembelit?
Ini dia tipe-tipe orang yg berisiko tinggi kena ISK!
Aduh, hobi makan pedasmu dapat bikin ketiak bau!
Kesepian? Usir rasa sepi dengan ‘pelukan’ air hangat

Sumber: http://www.merdeka.com/sehat/mulai-ditinggalkan-haruskah-kita-masih-memakai-sabun-batang.html
Terima kasih sudah membaca berita Mulai ditinggalkan, haruskah kita masih memakai sabun batang?. Silahkan baca berita lain tentang Kesehatan lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mulai Ditinggalkan, Haruskah Kita Masih Memakai Sabun Batang?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.