Keringkan Jemuran Dalam Ruangan Bahayakan Kesehatan Paru-paru

Berikut artikel Keringkan jemuran dalam ruangan bahayakan kesehatan paru-paru, Semoga bermanfaat

Saat musim penghujan seperti ketika ini, ada sesuatu hal sederhana yg patut dikhawatirkan merupakan jemuran baju yg tak kunjung kering. Padahal kamu membutuhkan baju tersebut buat dipakai di acara tertentu. Atau kamu mungkin telah tak memiliki baju bersih lagi yg tersisa di dalam lemari.

Dapatkan diskon Rp 300,000 bagi tiket libur Natal & Tahun baru-muKetika baju tidak kunjung kering, kamu tidak kurang akal. Kamu pun memilih bagi mengeringkannya di dalam ruangan dengan cara diangin-anginkan. Sepintas, tidak kelihatan membahayakan kebiasaan ini.

Namun sebuah penelitian yg dilansir dari boldsky.com menemukan bahwa mengeringkan jemuran di dalam ruangan dapat menyebabkan persoalan kesehatan yg serius merupakan infeksi paru-paru.

“Penguapan yg terjadi dari cucian yg dikeringkan di dalam ruangan menguarkan partikel kimia dalam baju yg seandainya dihirup mampu menimbulkan persoalan pada paru-paru. Selain itu uap dari pakaian mampu membuat seseorang menderita aspergillosis paru kronis yg yaitu macam infeksi jamur,” terang penelitian ini.

“Tak cuma itu saja. Ketika pakaian dikeringkan dalam ruangan, tingkat kelembapan dalam ruangan mulai naik hingga 30% dan ini membentuk keadaan yg ideal untuk spora jamur buat berkembang. Kesehatan tubuh pun jadi terganggu.”

Itulah bahayanya seandainya kamu menjemur baju di dalam ruangan. Jadi, masihkah kamu meneruskan kebiasaan ini?Baca juga:
Awas, ini 6 benda rumah yg dapat merusak paru-paru!
Terpapar partikel ban ternyata memiliki efek seperti rokok
Ini 10 cara efektif bersihkan paru-paru dalam 2 hari

Sumber: http://www.merdeka.com/sehat/keringkan-jemuran-dalam-ruangan-bahayakan-kesehatan-paru-paru.html
Terima kasih sudah membaca berita Keringkan jemuran dalam ruangan bahayakan kesehatan paru-paru. Silahkan baca berita lain tentang Kesehatan lainnya.

Tags:

Leave a reply "Keringkan Jemuran Dalam Ruangan Bahayakan Kesehatan Paru-paru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.