Berpelukan Bisa Mendukung Kesehatan Mental? Ini 3 Alasannya

No comment 132 views

Berikut artikel Berpelukan bisa mendukung kesehatan mental? Ini 3 alasannya, Semoga bermanfaat

Oksitosin menimbulkan rasa nyaman dan aman. Oksitosin adalah hormon yg diproduksi oleh tubuh ketika kalian bersentuhan dan berpelukan dengan orang tersayang. Karena itulah, tidak usah heran, seandainya ada orang atau bahkan mungkin Anda sendiri sangat suka memeluk dan dipeluk. Inilah tiga manfaat pelukan menurut psikolog dari Amerika Serikat, Loretta G. Breuning Ph.D.

1. Sentuhan membuat Anda merasa aman
Oksitosin kadang disebut sebagai senyawa kimia pelukan atau hormon cinta. Dalam dunia hewan, oksitosin diproduksi oleh kijang saat mereka merasa aman dalam kawanannya dan pada babon saat menjilati bulu pasangannya. Hal yg sama berlaku pada manusia. Seleksi alam mendorong otak kami memproduksi oksitosin saat kami menjalin kepercayaan dengan orang lain.

2. Pelukan menolong Anda tidur seperti bayi
Oksitosin adalah sinyal yg dikeluarkan oleh otak buat memberitahu bahwa Anda dalam situasi yg aman bagi menurunkan tingkat kewaspadaan Anda. Tingkat kewaspadaan otak mamalia turun ketika mereka berada dalam kelompoknya karena tanggungjawab keselamatan didistribusikan ke lebih banyak mata dan telinga. Produksi oksitosin meningkat drastis selama persalinan. Inilah yg menyebabkan keterikatan antara ibu dan anak. Oksitosin dirangsang dengan cara menjilati atau berpelukan. Otak mamalia Anda dirancang bagi menurunkan tingkat kewaspadaa ketika Anda menikmati keamanan dari ikatan sosial.

3. Pelukan memperluas kemampuan Anda buat percaya
Dalam kondisi alami, sentuhan dan kepercayaan yaitu sesuatu paket yg tidak terpisahkan. Pasalnya, orang yg cukup dekat buat menyentuh Anda, cukup dekat pula bagi menyakiti Anda. Otak ingat semua satu yg pernah menyakiti Anda karena itu adalah bagian dari mekanisme pertahanan diri. Mempercayai segala orang bukanlah bagian dari pertahanan diri yg baik. Sementara itu, pengalaman hidup mulai merangsang otak bagi mengubah perasaan nyaman, tidak jarang mati sering hidup (tergantung pada macam pengalaman yg Anda miliki. Pengalaman buruk mulai membuat otak mematikan perasaan nyaman dan sebaliknya). Neuron-neuron di otak Anda mulai saling terhubung ketika ada arus oksitosin. Hal ini mulai membuat bagian otak yg mengatur rasa yakin di otak Anda, terangsang. Saat kepercayaan itu dikhianati, terjadi lonjakan kortisol, yg membuat Anda merasa terancam.

Anda tak dapat menghapus pengalaman yg telah lewat yg telah terpeta di otak Anda tetapi Anda bisa membangun yg baru. Pengalaman baru yg menyenangkan mulai menyalakan rasa nyaman di otak Anda. Berpelukan mampu menolong menulis ulang sejarah rasa yakin di otak, menimbulkan rasa aman dan nyaman di hati Anda.

Ditinjau oleh: dr. Jezzy ReisyaBaca juga:
Tak cuma tidak mengurangi pahala, ini manfaat tidur siang ketika puasa
Stroberi, buah cantik penguat memori otak
Jauhi stres agar program berhenti merokok berlangsung lebih sukses

Sumber: http://www.merdeka.com/sehat/berpelukan-bisa-mendukung-kesehatan-mental-ini-3-alasannya.html
Terima kasih sudah membaca berita Berpelukan bisa mendukung kesehatan mental? Ini 3 alasannya. Silahkan baca berita lain tentang Kesehatan lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berpelukan Bisa Mendukung Kesehatan Mental? Ini 3 Alasannya"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.