Trump, Presiden AS Yang ‘gaptek’ Dan Tak Percaya Pemanasan Global

Berikut artikel Trump, Presiden AS yang ‘gaptek’ dan tak percaya pemanasan global, Semoga bermanfaat

Diskon tiket pesawat SESUKA-mu! Hanya di PERGI.COM harga kalian bulatkan ke bawah Rakyat Amerika Serikat sudah memilih Presiden barunya, dia adalah Donald Trump. Tentu banyak dari rakyat Amerika Serikat yg memilih Trump karena kebijakan politik yg dijanjikannya. Namun dari segi teknologi, tampaknya Donald Trump bukan pilihan terbaik.Bahkan, telah sejak lama media memberitakan betapa Trump gagap dengan teknologi. ‘Kegaptekan’ Trump awalnya dibuktikan dari laporan Bloomberg yg menyebutkan bahwa Trump tidak memiliki alamat email dan tidak memiliki smartphone. Di laporan tersebut, Trump tidak cuma menyebut dia tak memakai email, Trump bahkan tak mau dan tak mulai memakai email.CNet beropini bahwa Trump yg tidak ingin memakai smartphone, dilandasi ketakutannya bilamana perilaku komunikasinya terekam dan digunakan bagi menyerang dirinya kelak.Tak hanya soal smartphone dan email, berdasarkan dari laporan New York Times, Trump diduga tak faham cara kerja komputer. Dari laporan tersebut, di tahun 2007 Trump menyatakan bahwa dia tak memiliki komputer rumah maupun kantor. Dia bahkan tak memakai email, dan masih memakai surat yg diketik dengan mesin.Bukti selanjutnya bahwa Trump ‘gaptek’ adalah foto dari akun Twitternya ditanggal 2 Februari 2016, yg menunjukkan dirinya sedang membaca berita dari sebuah media online. Uniknya, sang Presiden ternyata membaca berita yg nampak dari media Huffington Post tersebut, dalam bentuk cetak. Trump memang membaca berita dari media online, namun minus proses browsing dan butuh asisten bagi mencetak berita tersebut untuknya.Namun ini hanyalah hal kecil dari gapteknya Trump. Hal yg lebih jadi perhatian adalah bagaimana nanti administrasi President Trump membuat regulasi dalam dunia cyber. Hal ini dibahas dalam debat kepresidenannya melawan Hillary. Ternyata salah sesuatu dari strateginya di dunia cyber adalah “menutup internet.”Benar. Mungkin untuk Anda ini terdengar konyol, namun pernyataan ini muncul segera dari sang Presiden terpilih. Dilansir dari Forbes, Donald Trump ingin menutup internet bagi mencegah perekrutan ISIS secara online. Caranya? Donald menyatakan bahwa dia mulai menemui Bill Gates.Menurut Forbes, hal ini sangat mencerminkan betapa tidak mengertinya Trump dengan konsep internet. Trump tidak mengerti cara kerja internet yg tentu tidak mampu dibuka tutup. Dia bahkan tidak faham siapa Bill Gates dan bagaimana kapasitasnya di dunia teknologi.Tak hanya di bidang teknologi, sains adalah salah sesuatu kelemahan Donald Trump. Donald Trump sebelumnya sudah menyebut bahwa pemanasan global itu cuma hoaxpemanasan global itu cuma hoax. Dengan terpilihnya Trump, ia kini jadi satu-satunya pemimpin dunia yg tidak mempercayai adanya pemanasan global di Bumi.Sejak perubahan iklim jadi perhatian masyarakat dunia, Amerika Serikat bahkan jadi bangsa yg terdepan bagi mencegahnya. Di tahun 1992, Presiden George H.W. Bush bersama pemimpin dunia yang lain menandatangani perjanjian yg diadakan PBB tentang perubahan iklim. Presiden selanjutnya yakni Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama, seluruh berupaya bagi mereduki emisi gas rumah kaca yg menyebabkan pemanasan global.Jadi, bagaimana perkembangan kancah saintek dunia setelah Trump terpilih? Mari berharap agar kurang fahamnya Trump dalam sains dan teknologi tidak membuat kebijakannya memberatkan para pegiat teknologi dan aktivis lingkungan.Baca juga:
Seberapa jauh satuan jarak ‘tahun cahaya’?
Ini video pinguin ketahuan ‘selingkuh’ yg hebohkan internet
AS kembangkan jubah Iron Man, simpan ‘kekuatan super’ buat militer

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/trump-presiden-as-yang-gaptek-dan-tak-percaya-pemanasan-global.html
Terima kasih sudah membaca berita Trump, Presiden AS yang ‘gaptek’ dan tak percaya pemanasan global. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Trump, Presiden AS Yang ‘gaptek’ Dan Tak Percaya Pemanasan Global"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.