‘Tingkat Kesehatan Pelaku E-commerce Indonesia Dibikin Di 2017’

Berikut artikel ‘Tingkat kesehatan pelaku e-commerce Indonesia dibikin di 2017’, Semoga bermanfaat

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memiliki kepemimpinan baru, sejak Aulia Marinto menjadi ketua umum per September lalu. Orang nomor sesuatu di situs Blanja.com ini menggantikan Daniel Tumiwa, CEO OLX yg beberapa periode memimpin asosiasi yg mewadahi perusahaan dagang online segala Indonesia ini.

Memiliki periode kepemimpinan beberapa tahun; 2016-2018, Aulia pun memiliki rencana yg membawa kebaikan untuk industri e-commerce di republik ini. Salah sesuatu agendanya di tahun depan, 2017, adalah membuat sesuatu analisis mengenai tingkat kesehatan pelaku e-commerce di Indonesia.Bisnis e-commerce di tanah air memang sedang tren sehingga nilai transaksinya selalu berkembang. Catatan Asosiasi, nilai transaksi e-commerce Indonesia tahun ini diprediksi mencapai USD 4,89 miliar atau setara Rp 68 triliun.Rata-rata pertumbuhan tahunan transaksinya periode 2014-2017 diperkirakan 38 persen hingga 40 persen. Namun, harus diakui, pertumbuhan nilai transaksi ini tiada hubungannya dengan tingkat kesehatan pelaku e-commerce. Apalagi diketahui prakteknya, banyak pelaku e-commerce melakukan subsidi besar-besaran demi mengejar target pengguna dan nilai transaksi. Banyak pula pelaku e-commerce Indonesia mendapat modal besar dari investor asing, meskipun bisnis modelnya yg sehat belum dicapai.Menurut Aulia, tingkat kesehatan pelaku e-commerce Indonesia ini utama supaya memberikan gambaran kesehatan, lantaran proyeksi nilai transaksi itu tiba dari banyak sumber termasuk dari media massa. Media massa mengutip pernyataan dari pelaku e-commerce. Namun, di sisi yang lain para pelaku ini tak mampu memberikan kinerja secara lengkap, karena status perusahaan bukan perusahaan publik.”Jadi kita mulai memiliki tingkat kesehatan pelaku e-commerce Indonesia di 2017. Ini hasil analisis Asosiasi yg dimulai dengan hipotesa dan asumsi yg terukur. Melibatkan para ahli di bidangnya dengan mempertimbangkan dua variabel. Harapannya, Asosiasi telah memiliki tingkat kesehatan pelaku e-commerce Indonesia di 2017,” ujar Aulia menjawab Merdeka.com ketika memperkenalkan jajaran pengurus idEA 2016-2018 di Jakarta, Rabu (19/10) siang.Kata dia, bagi menyelesaikan analisis ini, ada tim khusus yg dipimpin oleh ketua bidang ekonomi dan bisnis Asosiasi. Saat ini idEA mewadahi 275 perusahaan e-commerec dan ekosistem pendukungnya, seperti perbankan, logistik, dan payment gateway.Ada 4 pilar penting yg menjadi fokus kepengurusan idEA 2016-2018. Keempat pilar tersebut, antara yang lain idEA for association, idEA for government, idEA for business, dan idEA for people. Dengan 4 pilar ini, idEA mulai menjawab tantangan industri dan pemerintah, yg ingin menjadikan idEA sebagai mitra pro-aktifnya bagi menelurkan regulasi-regulasi yg dibutuhkan untuk industri.”Menjadi mitra pro-aktif pemerintah dalam mendorong percepatan realisasi regulasi yg ketika ini dalam proses finalisasi, seperti RPP roadmap e-commerce, Safe Harbour policy, OTT, dan e-commerce. Kemudian merealisasikan program-program edukasi dan sosialisasi baik kepada anggota maupun masyarakat dalam bentuk workshop, event, dan seminar. Visi idEA adalah mendukung percepatan pembangunan digital ekonomi Indonesia menjadi yg terdepan di Asia Tenggara pada 2020,” pungkas Aulia Marinto.Baca juga:
MatahariMall.com peroleh investasi sebesar 100 Juta Dollar
Hargadunia.com tawarkan konsep unik ke pasar Indonesia
Survei: Bisnis e-commerce Indonesia mulai jadi terbesar di dunia
Doku luncurkan layanan PayByQR dari Dimo
Jawa Timur jadi pasar terbesar Alfacart.com

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/tingkat-kesehatan-pelaku-e-commerce-indonesia-dibikin-di-2017.html
Terima kasih sudah membaca berita ‘Tingkat kesehatan pelaku e-commerce Indonesia dibikin di 2017’. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "‘Tingkat Kesehatan Pelaku E-commerce Indonesia Dibikin Di 2017’"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.