Telkomsel Baru Tahu Soal Revisi Aturan Telekomunikasi Dari Media

Berikut artikel Telkomsel baru tahu soal revisi aturan telekomunikasi dari media, Semoga bermanfaat

Kabar mengenai revisi aturan Peraturan Pemerintah (PP) No 53/2000 tentang Telekomunikasi mengatur persoalan frekuensi dan orbit satelit, yg telah berada di meja Presiden RI Joko Widodo, diakui Telkomsel seandainya pihaknya tidak ikut diajak bicara soal itu.Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah ketika acara buka puasa bersama (Bukber) awak media di Gedung Telkomsel, Jakarta, Senin (27/06). Malahan dia berujar seandainya pihaknya baru tahu dari pemberitaan media massa.”Kami tak merasa dilibatkan dalam masalah revisi aturan itu. Kami juga baru tahu dari media massa,” jelasnya.Dalam draft revisi itu, salah sesuatu point utamanya adalah soal network sharing. Aturan disahkannya network sharing ini lah yg ditunggu-tunggu oleh XL dan Indosat Ooredoo.Kedua operator selular itu memiliki alasan seandainya dengan adanya aturan mengenai network sharing, maka keniscayaan industri telekomunikasi di negeri ini mulai tumbuh makin sehat. Sementara, posisi industri ini pun makin susah karena harus melaraskan segala keinginan berbagai pihak seperti konsumen, investor, dan pemerintah.Sekadar informasi, kedua operator tersebut sudah menjalin kolaborasi network sharing berbasis Multi Operator Radio Access Network (MORAN). Kolaborasi itu ingin mereka tingkatkan hingga menjadi Multi Operator Core Network (MOCN). MOCN ini sederhananya memungkinkan terjadinya penggunaan frekuensi secara bersama.Nah, selain itu juga, dengan penggunaan metode MOCN, mulai lebih menciptakan efisiensi investasi sebesar 40 persen. Namun, buat memuluskan rencana itu, mereka juga tengah menunggu regulasi mengenai network sharing.Ririek melanjutkan, pada dasarnya pihaknya tidak keberatan soal network sharing. Hanya saja, jangan sampai network sharing bersifat wajib hingga masuk ke dalam sebuah aturan. Dirinya beranggapan bahwa alangkah baiknya network sharing dikerjakan secara Business to Business (B2B).”Kalau dijadikan kewajiban, nanti tak ada yg mau bangun jaringan. Ini juga mampu berbahaya buat kepentingan nasional,” terangnya.Telkomsel sendiri, hingga ketika ini sudah membangun 116 ribu base transceiver station (BTS) yg diklaim sudah melayani 95 persen populasi penduduk Indonesia, termasuk juga di daerah terpencil dan pulau terluar serta daerah perbatasan negara. Kini Telkomsel sudah memiliki jumlah pelanggan sekitar 156 juta.Oleh sebabnya, Ia mengharapkan pemerintah bersikap adil dan tidak memihak terhadap salah sesuatu sesuatu operator semata. Persoalan ini pun dirinya gambarkan seperti kompetisi dalam lomba lari marathon Jakarta-Bandung.”Ibaratnya kalian udah lari marathon dan udah jauh sampai Cimahi dan dekat dengan Bandung.Tetapi tiba-tiba lombanya diubah. Finishnya gak jadi di Bandung, melainkan di Bekasi” ujarnya.Baca juga:
Pengamat minta revisi aturan telekomunikasi libatkan stakeholder
Begini jurus Telkomsel tingkatkan kualitas jaringan selama Lebaran
Bos Telkomsel buka suara soal ribut-ribut dengan Indosat
Dipanggil KPPU, Indosat dan Telkomsel bantah berseteru
Telkomsel edukasi masyarakat tentang transaksi non tunai
Mastel sebut tidak lihat adanya monopoli yg dikerjakan Telkomsel

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/telkomsel-baru-tahu-soal-revisi-aturan-telekomunikasi-dari-media.html
Terima kasih sudah membaca berita Telkomsel baru tahu soal revisi aturan telekomunikasi dari media. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Telkomsel Baru Tahu Soal Revisi Aturan Telekomunikasi Dari Media"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.