Startup Ini Menjual Hasil Ikan Laut Melalui Digital

No comment 122 views

Berikut artikel Startup ini menjual hasil ikan laut melalui digital, Semoga bermanfaat

Sebagai negara maritim potensi Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Demi memaksimalkan potensi dan mensejahterakan para nelayan, sentuhan teknologi mutlak diperlukan. Seperti halnya market place bagi jual beli ikan dan hasil laut secara online, PasarLaut.com. Startup hasil binaan Indigo Creative Nation (ICN) tahun 2015, memberikan solusi cerdas terhadap masalah ketika ini.

CEO Aruna Indonesia perusahaan yg memayungi PasarLaut.com, Farid Naufal Aslam, bercerita ketika awal mula membuat startup ini. Diceritakannya, ketika itu dia cuma sekadar iseng-iseng membuat platform tersebut tanpa memikirkan target dan model bisnisnya. Hasil keisengannya itu, ternyata membawanya masuk dalam ICN sekaligus mendapatkan mentoring dari praktisi berpengalaman. Alhasil, pikirannya pun terbuka bahwa platform yg ia untuk mampu bermanfaat buat orang lain.”Setelah ikut ICN, dengan banyak mentor berpengalaman di sana, kita makin bisa mengembangkan layanan. Saat ini sedang persiapan rilis versi terbaru dari pasarlaut.com. Selain tentunya, kita dapat selalu memperluas jejaring seperti ketika ikut pembukaan Dilo Aceh kemarin,” katanya melalui informasi resmi, Senin (10/10).Menurut Farid, proses inkubasi selain membuat pihaknya menerima suntikan modal dari ICN Rp120 juta, juga membuat dirinya dapat membuat ETTI yakni sistem pelelangan ikan secara digital. Secara garis besar, produk Aruna ketika ini bahkan telah tersedia tiga buah. Yakni Integrated Fishery Management (Sistem aplikasi terintegrasi pengelolaan bisnis perikanan),Fishery Online Trading (Data sektor perikanan real time dan handal), dan Fishery Data Intelligent (Inovasi sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara daring).”Dari ketiganya, kalian telah milik klien ETTI dengan KUD Nelayan Mina Laksana Mukti pada 22 Agustus 2016 dahulu dengan disaksikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Di bawah Mina, ada 40 koperasi nelayan, dengan tujuh di antaranya telah terapkan sistem pelelangan digital kami,” jelasnya.Selain itu, kerjasama serupa dikerjakan dengan sejumlah koperasi nelayan di Subang dan Jabar Selatan. Di luar Jawa, kerjasama dikerjakan dengan koperasi nelayan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Nilai transaksinya belum muncul karena implementasi belum lama dilakukan. Selain Pangandaran, mereka juga telah pernah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan dalam proses negoisasi.Sementara, menurut Ery Punta Hendraswara, Managing Director ICN, pihaknya sedari awal bukan sekedar mencari usaha rintisan digital buat kemudian sekedar dikompetisikan seperti banyak terjadi belakangan ini. Namun lebih dari itu, ada proses binaan dan akselerasi secara signifikan.”Kami ingin para startup menjadi lebih profesional. Bukan sekedar bikin, bukan ikut-ikutan, tetapi model dan target bisnisnya memang terukur dan menghasilkan dalam jangka lama,” terangnya.Menurut dia, pihaknya juga melibatkan sejumlah mentor berpengalaman sehingga pengembangan produk startup terjadi secara efektif dan efisien karena diberikan segera transfer pengetahuan secara konkret.Baca juga:
Go-Box ekspansi ke enam kota baru di Indonesia
Dua startup binaan Indigo jadi finalis Program Startup Australia
DPR kritik rencana Menkominfo soal aturan pembangunan data center
Pricebook dapatkan pendanaan baru ketiga
Emtek dan Girnar Sediakan US$ 25 Juta bagi Kembangkan Oto.com

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/startup-ini-menjual-hasil-ikan-laut-melalui-digital.html
Terima kasih sudah membaca berita Startup ini menjual hasil ikan laut melalui digital. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Startup Ini Menjual Hasil Ikan Laut Melalui Digital"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.