Sri Mantan Karyawan BTEL: ‘Pak Anindya, Tolong Kami’

No comment 64 views

Berikut artikel Sri mantan karyawan BTEL: ‘Pak Anindya, tolong kami’, Semoga bermanfaat

Sri Langgeng salah sesuatu mantan karyawan Bakrie Telecom (BTEL) kelihatan menggebu-gebu ketika bercerita mengenai pengabdiannya di perusahaan itu. 20 tahun lamanya dia habiskan bagi mengabdikan diri pada perusahaan telekomunikasi punya Bakrie Group itu.Terakhir, dia menempati bagian Customer Lifecycle Management. Namun sayang, pengabdiannya itu tidak berbuah manis. Dia yaitu salah sesuatu dari 400 karyawan Bakrie Telecom yg diputuskan terkena PHK pada Desember 2015.Sri masih ingat ketika Komisaris Utama, Anindya Bakrie menyampaikan barang siapa yg masih setia kepada perusahaan ketika dilanda krisis, maka orang-orang itu mulai diberikan apresiasi. Pernyataan itu ia ingat betul ketika dia masih menjadi karyawan BTEL. Namun, boleh jadi untuk dia, pernyataan Anindya Bakrie itu cuma isapan jempol semata.”Dulu Pak Anindya Bakrie pernah menyampaikan ‘kapal besar ini akan bocor di mana-mana. Siapa yg bertahan, mulai diapresiasi’. Tapi nyatanya, seperti ini. Cicilan pesangon kita bermasalah,” ujarnya ketika ditemui Merdeka.com di sela-sela gelaran demo mantan karyawan BTEL di Wisma Bakrie I, Jakarta, Selasa (27/09).Sri pun mengenang ketika BTEL berjaya dua tahun silam. Dia pun tidak memungkiri seandainya ketika itu boleh dibilang tunjangan dan fasilitas yg diberikan cukup bagi tidak mengurangi keperluan sehari-harinya. Namun, tidak disangka badai itu tiba dan membuat perusahan makin lama makin menurunkan tunjungan dan fasilitas.”Dulu memang berjaya. Tapi ketika mulai ada program PHK ini, gelagat telah kelihatan misalnya dengan tunjangan kesehatan yg didapatkan cuma BPJS saja,” tuturnya.Meski begitu, dia mengharapkan komitmen dari manajemen bagi membayar cicilan karyawan yg di PHK sesuai dengan perjanjian awal. Setidaknya buat dia, seandainya cicilan dibayar sesuai kesepakatan, maka peluang bagi hidup mandiri dapat terealisasi.”Gak ada modal kalau cicilan bermasalah. Hal ini pun dirasakan oleh teman-teman di sini seandainya ingin mandiri,” ucapnya.Pangkal persoalannya adalah waktu akhir Desember 2015, ada program pensiun dini dan PHK, ketika itu ada 400 orang yg diputuskan PHK. Sebanyak 400 orang itu tanda-tangan melakukan perjanjian bersama.Dalam perjanjian itu disebutkan, masing-masing yg terkena PHK mulai dibayarkan tunjangan PHK dan mulai dicicil selama 12 kali. Artinya dari Januari 2016 sampai dengan Desember 2016 dan dibayar setiap akhir bulan.Namun, sejak masuk bulan Februari 2016, komitmen manajemen akan memamerkan tak baik. Pasalnya, janji yg mulai dibayarkan tepat waktu pada akhir bulan, mundur pada bulan berikutnya dan dengan pembayaran tidak penuh.Baca juga:
Mantan karyawan Bakrie Telecom gelar demo tuntut pesangon dilunasi
Anak usaha Bakrie, UNSP catat penjualan Rp 334 M
Perusahaan induk Bakrie catat kerugian Rp 1,75 T tahun lalu
Jeritan mantan karyawan Bakrie Telecom soal cicilan uang pesangon
Anak usaha Bakrie bukukan penjualan Rp 1,6 T hingga kuartal III 2015

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/sri-mantan-karyawan-btel-pak-anindya-tolong-kami.html
Terima kasih sudah membaca berita Sri mantan karyawan BTEL: ‘Pak Anindya, tolong kami’. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sri Mantan Karyawan BTEL: ‘Pak Anindya, Tolong Kami’"