Soal Pajak Google, IdEA Tak Ingin Campur Tangan

No comment 59 views

Berikut artikel Soal pajak Google, idEA tak ingin campur tangan, Semoga bermanfaat

Persoalan yg membelit Google lantaran menolak diperiksa pajak belakangan ini, tidak membuat Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) terlalu mencampuri urusan internal mereka. Saat ini Google memang terdaftar sebagai anggota idEA. Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum idEA, Aulia E. Marinto.”Kita dalam kapasitas bukan mencampuri urusan internal Google. Yang mulai kalian lakukan nantinya adalah audiensi idEA dengan pihak Google dan pemerintah dalam hal ini Ditjen Pajak,” terangnya kepada Merdeka.com melalui sambungan telepon, Senin (26/09).”Hal ini kalian lakukan agar tahu gambaran seutuhnya persoalannya. Karena kan banyak persepsi berbeda-beda yg muncul di media massa,” pungkasnya.Meski begitu, dia menyampaikan bahwa pajak memang haruslah ditaati oleh segala perusahan yg beroperasi di Indonesia termasuk anggota idEA. Ditemui terpisah, mantan Ketua Umum idEA, Daniel Tumiwa juga menyampaikan hal yg senada.”Kita menganjurkan saja kalau masing-masing member harus mengurusi kewajiban masing-masing. Jadi kalian tak pandang bulu mereka itu siapa. Intinya, kalau urusan perpajakan itu yaitu sebuah kewajiban,” ujarnya ketika ditemui di acara Ideafest 2016 usai menjadi pembicara di Jakarta Convention Center (JCC), belum lama ini.Dikatakannya, pemerintah memiliki hak bagi memeriksa pajak semua perusahaan yg beroperasi di Indonesia termasuk Google. Apalagi, kata dia, isu yg tengah ramai ketika ini adalah 80 persen kue iklan di Indonesia lari ke perusahaan-perusahaan over the top (OTT) global seperti Google, Facebook, Yahoo, dan yang lain sebagainya.”Masing-masing perusahaan kan status nya berbeda-beda. Ada golongan yg berbeda, ya mereka milik tanggung jawab masing-masing. Walaupun Google adalah member idEA dan statusnya adalah kantor perwakilan dan mungkin based on itu, jadi sah ya dikerjakan itu. Pertanyaan lebih besar adalah ya memang isunya kan jadi isu politis kan ya. 80 persen periklanan di Indonesia larinya keluar,” terangnya.Sebelumnya, Google memulangkan surat perintah pemeriksaan pajak dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Dilaporkan Reuters kala itu, Kamis (15/09), Kepala Kantor Wilayah Jakarta Khusus Ditjen Pajak, Muhammad Hanif, menuturkan bahwa ikhwal kejadian itu ketika pihaknya coba mengirimkan surat terkait pemeriksaan pajak pada bulan April ke manajemen Google, namun ditolak.Penolakan itulah yg kemudian diasumsikan seandainya Google enggan bayar pajak. Kabarnya, peningkatan penyelidikan lebih mendalam terhadap Google, mulai dikerjakan paling cepat pada akhir bulan ini. Tak cuma Google saja, pemerintah juga sudah meminta kepada tiga perusahaan raksasa internet seperti Yahoo, Twitter, dan Facebook bagi diperiksa mengenai laporan pajak.Baca juga:
Tanggal 4 Oktober, Google kenalkan sistem operasi baru!
Indonesia butuh mesin pencari agar tidak bergantung pada Google
Taiwan minta Google samarkan foto fasilitas militer di LCS
Google Pixel XL mulai jadi yg pertama mengusung Android 7.1 Nougat?
Google Allo telah dirilis, begini cara mendapatkannya!
Bos BKPM: Terlalu lembek pada Google, tidak adil bagi pengusaha lokal

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/soal-pajak-google-idea-tak-ingin-campur-tangan.html
Terima kasih sudah membaca berita Soal pajak Google, idEA tak ingin campur tangan. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Soal Pajak Google, IdEA Tak Ingin Campur Tangan"