Smartfren: Kami Ingin Pelanggan Yang Bicara

No comment 89 views

Berikut artikel Smartfren: Kami ingin pelanggan yang bicara, Semoga bermanfaat

Tiket pesawat Rp 699,000 bayar Rp 600,000 aja! Pergi.com yuk Operator Celular Smartfren Telecom mengadakan drive test atau uji jaringan layanan 4G LTE di Palembang, Sumatera Selatan, 16-18 November 2016.

VP Corporate Brand & Marketing Communication, Derrick Surya, menuturkan alasan Palembang dipilih bagi uji jaringan kali ini, karena potensi besar dan sebagai daerah industri. Kemudian, pelanggan Smartfren telah cukup banyak bermigrasi (dari CDMA ke 4G) di Palembang.

Kegiatan ini, masih menurut Derrick, ingin memberikan pengalaman dan membuktikan kualitas Smartfren dari sisi pelanggan.

“Tidak cuma Smartfren sendiri yg bicara, tetapi pelanggan juga, serta teman-teman media. Untuk buktikan benar apa tidaknya kualitas 4G Smartfren,” katanya.

Sementara itu, Head of Network Special Project, Munir S.P. mengatakan, Smartfren tak cuma buat kepentingan sendiri, tapi Smartfren fokus bagi pelanggan.

“Yang utama memberikan kualitas layanan kepada konsumen. Sehingga dapat optimal dirasakan segala pelanggan,” ujar Munir.

Munir menambahkan, Smartfren ketika ini telah menjangkau sekitar 70 persen populasi di Sumatera Selatan, khususnya di Palembang. Sedangkan, pelanggan di Sumsel mencapai 125 ribu aktif (rutin isi ulang), dari total 450 ribu dan Palembang menyumbang 60 persennya.

Smartfren, rencananya, ingin mengubah segala jarigan CDMA menjadi 4G. Oleh karenanya, Smartfren berencana tidak mengurangi jumlah BTS yg ada.

“Palembang memiliki 129 BTS dan di Sumsel 240 BTS. Akan ada 15 BTS lagi yg sedang ditambah,” sebut Paul Hutagalung, selaku Regional Cluster Support.
Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/smartfren-kami-ingin-pelanggan-yang-bicara.html
Terima kasih sudah membaca berita Smartfren: Kami ingin pelanggan yang bicara. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Smartfren: Kami Ingin Pelanggan Yang Bicara"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.