Skema Network Sharing Bikin Tarif Komunikasi Lebih Murah

No comment 115 views

Berikut artikel Skema network sharing bikin tarif komunikasi lebih murah, Semoga bermanfaat

Pemakaian jaringan secara bersama dalam skema network sharing (NS) oleh dua operator telekomunikasi, dikatakan sebagian pihak merugikan negara sebab kerjasama business to business ini menghilangkan peran negara dalam penyewaan jaringan punya tanah air. Padahal skema NS memiliki tujuan akhir buat memangkas harga layanan pada konsumen dan memungkinkan operator-operator bermitra buat memakai jaringan secara bergantian.Pengamat Persaingan Usaha, Bambang Adiwiyoto menyampaikan keliru seandainya dikatakan bentuk kerjasama itu merugikan negara, sementara hal tersebut memberi keuntungan pada rakyat Indonesia dengan tarif murah.”Tujuan negara kan buat mensejahterakan rakyat. Kalau tarif murah itu ya yg sejahtera rakyat. Yang jelas rakyat harus makmur,” ujar Bambang melalui siaran pers, Jakarta, Sabtu (2/7).Menurutnya, prioritas keuntungan yg berpedoman pada rakyat bahkan sudah ditulis di Undang-Undang. Ada Pasal 33 di Undang-Undang Dasar tahun 1945 yg menjamin kesejahteraan rakyat sebagai tujuan penting perekonomian bangsaa. Sehingga industri yg bersikap efisien dengan mempertimbangkan keuntungan rakyat tak mampu dituduh merugikan negara.Terlebih, ada pemanfaatan maksimal dari jaringan sebagai fasilitas yg disewakan negara pada operator buat melayani masyarakat. “Kalau menganggur tak terpakai, itu yg justru jadi kerugian negara, karena tak terpakai. Kerugian ekonomi,” tegasnya.Lebih jauh, dia juga menyoal iklim usaha di sektor telekomunikasi yg kelihatan sangat tak sehat. Utamanya saat ada operator tertentu yg memanfaatkan jaringan negara secara optimal dan memutuskan tarif secara sewenang-wenang. Ada posisi dominan dan perusahaan monopoli yg saling terkait dalam permasalahan ini.Padahal, lazimnya perusahaan monopoli harus dapat memberikan ruang untuk pelaku usaha yang lain memanfaatkan back-bone yg dipakai. Bambang menganalogikan hal tersenbut sebagai jalaan tol, tak mungkin jalan yg telah mengorbankan lahan luas bagi membangunnya, cuma boleh dimanfaatkan sesuatu mobil. Semua seharusnya dapat menggunakan fasilitas tersebut sesuai aturan, dengan membayar harga sewa.”Kita bicara Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, soal persaingan usaha di Pasal 17 itu jelas. Bahwa yg memiliki posisi monopoli harus memberi kesempatan pada yg yang lain bagi masuk di situ,” tuturnya.Untuk itu, dia meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencermati hal tersebut. “Dominan dan monopoli. Ini perlu disorot habis-habisan oleh KPPU,” pungkasnya.Senada hal itu, Chairman Mastel Institute, Nonot Harsono, menambahkan skema network sharing mampu menciptakan efisiensi sehingga mengurangi impor perangkat base transceiver station (BTS). Tidak berdasar seandainya ada pandangan bahwa network sharing berpotensi mengurangi PNBP dari BHP frekuensi. Kebijakan network sharing dengan sharing perangkat BTS mulai sangat menghemat belanja BTS sehingga mengurangi impor, kata Nonot.Nonot juga menyoroti betapa pentingnya kedaulatan nasional dalam hal penyediaan backbone nasional. Mastel tak ingin seandainya penyedia jaringan bakcbone di Indonesia diserahkan ke pemain asing. Sayangnya, banyak pemangku kepentingan yg belum mengetahui betapa pentingnya Telkom sebagai penyedia backbone nasional.”Amat utama untuk penentu kebijakan dan para pemangku kepentingan buat menyadari perbedaan peran antara Telkom dengan operator lainnya. Meski peran besarnya menjadi kabur karena selain sebagai backbone nasional, Telkom juga melayani masyarakat secara langsung,” kata Nonot.Selain Telkom, pemain operator yang lain juga harus berperan bagi membangun jaringan akses. “Penataan jaringan nasional yg baik dan benar mulai menempatkan BUMN Telkom sbg jalan TOL broadband nasional. Sementara puluhan pemain akses fokus membangun jaringan akses, yg mampu berupa ribuan BTS di ujung-ujung jaringan punya PT Telkom,” lanjutnya.Tidak pantas pula backbone nasional ini diberikan kepada Google-fiber atau pun kongsi Microsoft- Facebook yg bila Indonesia masuk ke TPP (trans pacific partnership), sangat mungkin beberapa raksasa itu meminta izin utk membangun jaringan fiber optik disini.”Jika itu terjadi, dapat berakhir dominasi Telkom dan kedaulatan cyber makin jauh dari jangkauan tangan indonesia,” pungkasnya.Baca juga:
Begini tanggapan Dewan Perwakilan Rakyat soal revisi aturan telekomunikasi
Dua skema penghitungan TKDN ponsel 4G disepakati 3 menteri
Jual menara ke Protelindo, XL dukung penyehatan telekomunikasi
Menkominfo tanggapi ribut-ribut Indosat dengan Telkomsel
Kata Menkominfo soal revisi aturan mengenai telekomunikasi
Pengamat sebut network sharing tidak berpotensi rugikan negara

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/skema-network-sharing-bikin-tarif-komunikasi-lebih-murah.html
Terima kasih sudah membaca berita Skema network sharing bikin tarif komunikasi lebih murah. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Skema Network Sharing Bikin Tarif Komunikasi Lebih Murah"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.