Setelah Tinder, Terbitlah Gather

No comment 133 views

Berikut artikel Setelah Tinder, terbitlah Gather, Semoga bermanfaat

Aplikasi jodoh ketika ini semakin berkembang pesat. Setelah Tinder, muncul lagi aplikasi yg serupa bernama Gather. Hadirnya aplikasi ini ingin melengkapi keberadaan aplikasi yg telah ada dan diklaim lebih unggul. Berdasarkan informasi resminya, Gather memiliki keunggulan dengan fitur terbarunya, yakni fitur Gathering. Fitur ini, memungkinkan pengguna buat mengadakan meeting on-demand dengan pengguna lain, baik meeting secara berkelompok maupun meeting perseorangan.

Dengan antarmuka (user interface) dan pengalaman (user experience) seperti memakai aplikasi Uber, para pengguna wanita dapat membuat meeting cuma dengan dua sentuhan ke layar smartphone. Pengguna yg berada di dekat lokasi meeting mampu mendaftar ke acara itu. Nah, buat mengadakan sebuah Gathering, para wanita mampu memilih salah sesuatu dari empat aktivitas sosial: Makan siang (lunch), minum kopi (coffee), minum (drinks), atau aktivitas sepulang kerja (after-hours).

Selanjutnya mereka mampu menentukan waktu dan lokasi Gathering serta mengundang teman-teman yang lain sebagai tuan rumah. Sedangkan pengguna yang lain mampu mencari Gathering terdekat, melihat profil tuan rumah, dan mendaftar buat dapat mengikuti acara. Nantinya tuan rumah mampu memilih berapa banyak tamu yg ingin mereka temui di Gathering.

Sejauh ini, Gather sudah memiliki lebih dari 300.000 pengguna aktif setiap bulan yg berasal dari semua dunia. Dari angka tersebut, 100.000 di antaranya berasal dari Indonesia. Sebelumnya, para pengguna cuma dapat mencari pasangan berdasarkan algoritma berbasis jarak (proximity-based matchmaking algorithm) yg memungkinkan pengguna bagi mendapat pasangan berdasarkan hobi dan bila mereka sempat saling berpapasan di dunia nyata. Dengan fitur baru Gathering, sekarang mereka dapat mengadakan rapat grup atau melakukan kencan perseorangan di dunia nyata.

Fitur on-demand berguna buat memfasilitasi interaksi segera (face-to-face) yg sangat cocok buat para pengguna di Asia, karena masih banyak para jomblo di negara timur yg mencari pasangan melalui teman dekat. Perkenalan pertama juga lebih kadang terjadi dalam perkumpulan sosial. Sehingga fitur on-demand ini sudah memberikan fasilitas bagi bertatap muka secara langsung. Hal ini sangat cocok buat pengguna di Asia, karena banyak jomblo di negara timur yg lebih memilih buat mencari jodoh melalui teman dekat.

“Tujuan utamanya adalah bagi tetap bertemu dengan orang baru selama pengguna memiliki waktu kosong. Kami berharap Gather mampu menolong lebih banyak orang buat bertemu bahkan cuma bagi duduk santai dan minum kopi, dan mengurangi percakapan online melalui chatting seminimal mungkin,” jelas Jim Yang, CEO Gather.

Fitur Gathering dalam aplikasi ini sudah didesain dengan memprioritaskan wanita kebutuhan wanita. Lokasi meeting privat tak mulai dipublikasikan sampai para tamu mendapat izin. Saat mengadakan sebuah pertemuan, tuan rumah mampu melihat profil para tamu yg ingin hadir berdasarkan profil Facebook, hobi dan teman yg sama. Kemudian para wanita mampu memilih pria yg mereka ingin temui. Saat ini fitur Gathering cuma mampu digunakan bagi pengguna wanita.Baca juga:
Senjata makan tuan, aplikasi buatan ISIS ramai dipalsukan
Bingung cari tempat pertemuan di luar kantor? Cek aplikasi ini!
Ini bocah 8 tahun pembuat game yg bikin bos Microsoft kagum
Satya Nadella: Microsoft ingin berdayakan developer Indonesia
Adamobile gelontorkan Rp 1 M bagi aplikasi kuliner
Layanan ojek online ini mampu dipakai tanpa perlu milik aplikasi

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/setelah-tinder-terbitlah-gather.html
Terima kasih sudah membaca berita Setelah Tinder, terbitlah Gather. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Setelah Tinder, Terbitlah Gather"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.