Sah Ditunda, Kemkominfo Minta Tarif Interkoneksi Lama Jadi Acuan

Berikut artikel Sah ditunda, Kemkominfo minta tarif interkoneksi lama jadi acuan, Semoga bermanfaat

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tetap menginstruksikan kepada segala operator selular memakai tarif interkoneksi (antaroperator) yg lama atau ditunda pemberlakuan tarif baru. Hal ini lantaran diakui pihak Kemkominfo masih ada daftar penawaran interkoneksi (DPI) dari semua operator selular yg belum terkumpul.

“Mengingat hari ini adalah 1 September yg yaitu masa berlaku sebagaimana tertulis dalam Surat Edaran (SE) Nomor 1153/M.KOMINFO/PI.0204/08/2016 terkait tarif baru interkoneksi, maka selanjutnya Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (DJ PPI) sudah melakukan komunikasi kepada Penyelenggara dimaksud dan mengatakan bahwa ketika ini DPI belum lengkap terkumpul, sehingga penyelenggara dipersilakan memakai acuan yg lama,” ujar Plt Kepala Humas Kemkominfo, Noor Izza kepada awak media di Jakarta, Kamis (01/09).

Dikatakannya, operator yg belum mengumpulkan DPI yg dimaksudnya adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Sementara dari operator selular yang lain seperti Indosat Ooredoo, XL, dan Tri sudah menyerahkan DPI.

“Sebagian operator sudah mengatakan DPI termasuk terakhir kemarin Smartfren,” tuturnya.

Dia juga tak menjelaskan detail kapan penundaan tarif interkoneksi baru bersiap diterapkan. Terkait penundaan ini, dua operator selular tetap kukuh menerapkan tarif interkoneksi baru sesuai dengan SE yg ditandatangani oleh Plt. Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Geryantika Kurnia tertanggal 2 Agustus 2016.

“Selama belum ada surat yg membatalkan atau mencabut surat sebelumnya, kalian mulai tetap menerapkan kebijakan penurunan interkoneksi yg baru,” kata President Director dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Pernyataan Alex juga senada dengan pendapat dari Vice President Director Tri, Danny Buldansyah. Menurut Danny, penundaan tarif baru interkoneksi seharusnya diikuti juga dengan adanya surat penundaan. Seperti halnya surat edaran tentang tarif baru interkoneksi. Namun sayangnya, surat penundaan itu tidak kunjung diterima hingga H-1 penerapan tarif baru interkoneksi.

“Mesti ada surat penundaan,” ujarnya.

Dari sisi Kemkominfo sendiri, terkait surat penundaan dirasa tak perlu diterbitkan kembali, cukup dengan memakai SE yg lama. Tarif interkoneksi sendiri yaitu biaya yg harus dibayar oleh suatu operator kepada operator yang lain yg menjadi tujuan panggilan atau telepon. Saat ini tarif interkoneksi berkontribusi 15 persen terhadap penentuan tarif ritel.

Sebelumnya, pemerintah sudah memutuskan penurunan tarif interkoneksi antaroperator selular dengan rata-rata 26 persen dari 18 skema. Seperti misalnya, penurunan biaya panggilan sebelumnya Rp 250 menjadi Rp 204. Opsi penurunan 26 persen itu telah melalui formula yg dikonsultasikan bersama sebuah firma konsultan independen selama 10 tahun terakhir. Penetapan ini sudah diputuskan dan mulai diberlakukan akan 1 September 2016 sampai dengan Desember 2018.

Kebijakan tarif interkoneksi memang tengah panas dingin di industri telekomunikasi. Pasalnya, tak seluruh operator selular mendukung kebijakan penurunan tarif interkoneksi. Sebut saja PT Telkom dan Telkomsel. Dengan penerapan kebijakan tersebut dianggap nantinya mulai merugikan mereka yg sudah membangun jaringan di segala Indonesia hingga sampai perbatasan.

Ribut-ribut tarif baru interkoneksi ini pun terdengar hingga ke telinga Dewan Perwakilan Rakyat Komisi I. Sampai-sampai Dewan Perwakilan Rakyat Komisi I pun ikut ingin tahu akar dari polemik itu dengan mengundang semua operator selular pada minggu lalu. Dewan Perwakilan Rakyat pun meminta kepada Menkominfo menunda penerapan kebijakan tersebut sampai dilakukannya rapat lagi antara Dewan Perwakilan Rakyat dengan Menkominfo.Baca juga:
Kemkominfo tunda penerapan interkoneksi, begini kata operator
Giliran Kemkominfo didemo serikat pekerja BUMN
Serikat pekerja BUMN demo terkait interkoneksi
Menteri Kominfo ‘Lempar’ Urusan Tarif Interkoneksi ke BRTI

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/sah-ditunda-kemkominfo-minta-tarif-interkoneksi-lama-jadi-acuan.html
Terima kasih sudah membaca berita Sah ditunda, Kemkominfo minta tarif interkoneksi lama jadi acuan. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sah Ditunda, Kemkominfo Minta Tarif Interkoneksi Lama Jadi Acuan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.