Permintaan Kenaikan Tarif Bukan Motif Utama Demo Pengemudi GrabBike

Berikut artikel Permintaan kenaikan tarif bukan motif utama demo pengemudi GrabBike, Semoga bermanfaat

Ratusan pengemudi GrabBike melakukan demo di Gedung Lippo, Kuningan, Jakarta, hari ini Kamis (5/1). Sebagaimana diketahui berdasarkan versi Pengemudi GrabBike, tuntutan para pengemudi GrabBike adalah soal kenaikan tarif, revisi kode etik, dan mengaktifkan kembali para pengemudi GrabBike yg terkena suspend. Ketiga tuntutan mereka dibenarkan oleh Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata.”Tuntutan mereka di awal memang ada tiga. Pertama tarif dari Rp 1.500 menjadi Rp 2.500 per kilometer, kedua soal mencabut salah sesuatu kode etik tentang suspended untuk para mitra, dan ketiga mencabut suspended 180 orang pengemudi Grab,” kata dia ketika konferensi pers di Gedung Lippo, Jakarta, Kamis (5/1).Hanya saja, kata Ridzki, selama melakukan proses diskusi tersebut, permintaan yg semula tiga itu mengerucut menjadi sesuatu permintaan. Permintaan itu adalah mencabut suspended 180 orang pengemudi. Indikasinya adalah ketika proses negosiasi yg sudah berjalan selama tiga kali bersama manajemen dan sekelompok mitra Grab itu.”Saat akhir proses negosiasi ketiga pada 4 Januari lalu, di antara perwakilan mereka ada yg menyebut kata-kata ‘Oke, Pak. Kita mampu tunda yg lain, tapi yg mencabut suspended harus dikembalikan. Kalau tidak, kalian demo’. Ini kan terlihat sekali, ada kepentingan sekelompok tertentu,” terang Ridzki.Tak sampai itu saja, pihaknya juga mengecek kembali 180 orang yg dikenakan suspended berdasarkan riwayatnya selama bermitra dengan Grab. Setelah dicek, diketahui 180 pengemudi itu melanggar kode etik berat dengan melakukan fake booking dan fake GPS.Sekadar informasi, fake booking yaitu tindakan fatal yg dikerjakan pengemudi dengan memanipulasi order. Sama halnya dengan fake GPS yg memanipulasi keberadaan pengemudi. Padahal, letak posisinya tak sesuai dengan kenyataannya.”Dengan kecanggihan teknologi kami, hal-hal seperti ini gampang sekali diketahui. Kita segera lakukan tindakan suspended terhadap pengemudi dalam jangka waktu dua hari saja. 180 pengemudi yg ingin ‘dibebaskan’ dari suspended itu diketahui melanggar kode etik tersebut,” kata dia.Parahnya lagi, jelas Ridzki, tiga pengemudi di antaranya juga terindikasi melakukan tindakan intimidasi dan provokasi kepada para mitra agar tak menerima pesanan. Di dua kasus, mereka terus menghentikan pengemudi GrabBike yg tengah membawa penumpang.”Dalam diskusi, kalian telah mengatakan secara tegas bahwa mitra tersebut telah tak mampu kita buka suspended-nya. Ini karena telah melanggar kode etik yg ditetapkan,” tutur dia.”Kami yakin bahwa mitra pengemudi Grab berkomitmen bagi bekerja sama dengan kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna dan memperoleh penghasilan yg lebih baik,” imbuhnya.Baca juga:
Begini tuntutan demo pengemudi GrabBike
Aksi ribuan driver GrabBike demo tolak harga promo
Keluhkan soal promo, ribuan driver GrabBike geruduk kantor manajemen
Pengemudi mogok kerja dan ajukan 9 tuntutan, begini kata Grab
Grab jamin keamanan bertransaksi di GrabPay Credits
GrabPay credits bikin Grab makin ramah pembayaran non-tunai

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/permintaan-kenaikan-tarif-bukan-motif-utama-demo-pengemudi-grabbike.html
Terima kasih sudah membaca berita Permintaan kenaikan tarif bukan motif utama demo pengemudi GrabBike. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Permintaan Kenaikan Tarif Bukan Motif Utama Demo Pengemudi GrabBike"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.