Peredaran Software Palsu Di Situs E-commerce Diduga Besar

No comment 166 views

Berikut artikel Peredaran software palsu di situs e-commerce diduga besar, Semoga bermanfaat

Tren belanja via internet di situs e-commerce Indonesia rupanya menjadi pintu masuk buat peredaran barang-barang palsu. Meski belum diteliti secara cermat, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) menduga peredaran barang-barang palsu di ranah digital telah tinggi.

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.comJustisiari P Kusumah, Sekretaris Jenderal MIAP, menjelaskan besarnya peredaran barang palsu dan bajakan di pasar online, lantaran pasar online tak memiliki interaksi segera antara pedagang dan pembeli, bagi mengetahui atau mengecek barang tersebut asli atau tidak.

“E-commerce jadi celah baru (jalur pemalsuan). Kalau dahulu traditional market, sekarang online karena tiada interaksi fisik antara penjual dan pembeli. Untuk software misalnya, diperkirakan 80 persen yg dijual secara online diragukan keasliannya alias diduga palsu. Tapi ini baru dugaan awal, bukan hasil riset MIAP yg biasa dikerjakan setiap tiga tahun,” ujar Justisiari, ketika menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara Microsoft Indonesia dengan pelaku e-commerce seperti Blanja.com, Bhinneka.com, dan Blibli.com di Jakarta, Selasa (29/11).

Justi menegaskan MIAP setiap tiga tahun melakukan riset ilmiah terhadap peredaran barang palsu di tanah air dan potensi kerugiannya. Tapi, peredarannya ini masih di pasar offline. Belum menyentuh pasar online.

Nah, berdasarkan riset MIAP per 2014, ada tujuh komoditas barang yg kadang dipalsukan. ketujuh komoditas yg kadang dipalsukan tersebut adalah tinta printer dengan persentase 49,4 persen. tertinggi kedua, pakaian (38,9 persen), produk kulit (37,2 persen), software (33,5 persen), kosmetik (12,6 persen), makanan (8,5 persen), dan obat-obatan (3,8 persen).

“Kenapa tinta printer yg paling tinggi? Alasannya karena kebutuhan dan efeknya kecil buat konsumen. Sedangkan obat paling rendah, karena konsumen tahu kalau mengonsumsi obat palsu risikonya tinggi mampu sakit atau mati,” ucap dia.

Menurut dia, kampanye Clean E-Commerce yg digalang Microsoft Indonesia dengan menggandeng Bhinneka, Blibli, Blanja, JD, dan Lazada Indonesia mampu menjadi cara buat memberangus produk palsu, khususnya soal piranti lunak. “Ke depan harus ada kerja sama sinergi bagi peredaran barang palsu di online, baik itu brand dan juga pelaku e-commerce. Sebab, masalah ini tidak mampu dikerjakan sendirian,” pungkas dia.Baca juga:
Mahasiswa yang berasal Madura jadi runner-up kejuaraan developer game dunia
Pembajak software Microsoft makin canggih, awas jangan tertipu
Program cerdas ilmuwan Israel mencoba ungkap penulis Alkitab
Kaum millenial suka umbar password daripada generasi baby boomers
PlaNet, aplikasi Google yg dapat tebak di mana gambar diambil

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/peredaran-software-palsu-di-situs-e-commerce-diduga-besar.html
Terima kasih sudah membaca berita Peredaran software palsu di situs e-commerce diduga besar. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Peredaran Software Palsu Di Situs E-commerce Diduga Besar"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.